Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Media Maenstream dan Komunikasi Politik ala Berlusconi [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2015 08:21 8:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Oktober 2015 08:45
Bagikan
Salah satu stasiun TV swasta yang gencar memihak Presiden Joko Widodo dalam Pemilu Presiden Juni 2015 [ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Muh. Nurhidayat

PEMILIHAN UMUM (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 sudah 1,5 tahun berlalu. Bangsa Indonesia pun—berdasarkaan perolehan suara—sepakat mengangkat pasangan Joko Widodo (Jokowi) – M Jusuf Kalla (JK) sebagai presiden dan wapres periode 2014 – 2019.

Sudah sekitar setahun ini kedua tokoh politik tersebut memimpin negara kita, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Namun ada yang belum hilang dari tayangan televisi dan tampilan media cetak komersial: iklan dan berita pariwara Partai Politik (Parpol) pemilik media.

Sejumlah pemilik media swasta mainstream Indonesia tampaknya masih berambisi menjadi penguasa negara ini. Jika tidak berhasil pada pemilu dan pilpres 2014 silam, mereka tetap ingin dipilih pada pesta demokrasi empat tahun mendatang. Sebagai warga negara, mereka juga memiliki hak memilih apalagi dipilih menduduki jabatan presiden/wapres. Namun masalahnya, mereka bisa saja—dan telah terlihat—menyalahgunakan jaringan media massa miliknya untuk melakukan eksposur besar-besaran dalam kampanye politik praktis.

Langkah politik praktis para ‘raja’ media tersebut mengingatkan kita pada Silvio Berlusconi, bos jaringan media massa terbesar di Italia—Mediaset. Semula Berlusconi tidak berambisi aktif dalam dunia politik, meskipun banyak orang, termasuk Craxi (sahabat dekatnya, yang juga mantan perdana menteri Italia) memberikan pandangan bahwa Berlusconi dapat memiliki kekuatan ‘sihir’ yang besar, jika menggabungkan kekuatan jaringan medianya dengan kekuatan politik. (Shin & Agnew, 2008)

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Namun secara tiba-tiba, beberapa bulan menjelang Pemilu Italia 1994, Berlusconi mendirikan partai baru bernama Forza Italia (Kekuatan Italia). Partai ini menjadi pemenang pemilu 1994 dan—setelah berkoalisi dengan sejumlah partai lainnya—mengantarkan konglomerat itu menjadi perdana menteri di negara penggemar pizza. Berlusconi hanya mampu memerintah Italia selama 7 bulan karena konflik internal di koalisi politiknya. Orang terkaya di Italia itu terpaksa menundurkan diri karena jaringan medianya dikaitkan terlibat dalam kasus suap auditor pajak. (Hatchen, 2005)

Keberhasilan Berlusconi memenangkan Forza Italia dan menaikkannya sebagai perdana menteri tidak lepas dari perilaku komunikasi politiknya dalam mengintervensi jaringan medianya untuk dijadikan sebagai ‘corong’ kampanye terselubung (soft campaign) maupun kampanye resmi secara bombastis.

Meskipun tiga kali jatuh-bangun dari kursi perdana menteri karena berbagai skandal (memerintah pada 1994 – 1995, 2001 – 2006, serta 2008 – 2008), Berlusconi dapat dikatakan sebagai ikon kesuksesan intervensi media untuk kepentingan politik praktis pemiliknya.

Munculnya sejumlah bos media yang melakukan komunikasi politik ala Berlusconi telah menuai kritikan dari para pengamat komunikasi dan etika media di Indonesia. Berlusconi sendiri pun menjadi sasaran kritikan dalam banyak buku komunikasi dan etika media yang terbit di berbagai negara.
Fenomena ini memperkuat pendapat Shoemaker & Reese, bahwa tidak diragukan lagi, pemilik media berbasis pasar memiliki kekuasaan pasar mutlak atas konten dan dapat meminta apa yang ingin mereka masukkan atau keluarkan. Para pemilik suratkabar bebas menggunakan koran mereka untuk melakukan propaganda jika mereka menginginkannya (McQuail, 2011)

Apalagi, bagi kepentingan politik, publik (pemirsa) adalah sejumlah konstituen, sejumlah follower yang potensial. Hal demikian sangat beralasan karena televisi menjadi kekuatan yang paling besar di antara semua jenis media massa—saat ini. Televisi dapat menentukan opini publik sehingga mampu pula menentukan agenda politik masyarakat. (Widjanarko dkk.., 2006). Bahkan dalam perkembangannya, kepentingan politik ini seringkali berjalan beriringan dengan kepentingan ekonomi (bisnis). Dengan kata lain, dua kepentingan ini bersama-sama mengeksploitasi publik demi tujuan yang sama (Widjanarko dkk., 2006).

Alasan Politik Pemilik Media

Masuknya para pemilik media mainstream negara ini ke dalam politik praktis menjelang pemilu dan pilpres 2014 bukannya tanpa alasan. Komunikasi politik ala Berlusconi dilakukan dengan harapan meraih keberhasilan sebagaimana diperoleh bos media—sekaligus orang terkaya—dari Italia tersebut.

Berdasarkan fenomena Berlusconi yang dibahas dalam sejumlah referensi, maka penulis telah mengidentifikasi sedikitnya ada 3 alasan yang mendorong terjebaknya para cukong media dalam politik praktis.

Sebab pertama, untuk mengamankan bisnisnya sendiri. Masuknya para bos media ke dalam politik praktis dan mengintervensi medianya sebagai sarana komunikasi politik kepada khalayak memperkuat pendapat teori pertukaran sosial (social exchange theory) oleh Altman dan Taylor, yang menyatakan bahwa interaksi manusia (termasuk dalam berkomunikasi) dilakukan layaknya seperti transaksi ekonomi, yaitu memaksimalkan manfaat dan memperkecil biaya (Littlejohn & Foss, 2009).* (BERSAMBUNG)

Penulis dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ichsan Gorontalo, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bisnismaenstreammediapilprespolitikSilvio Berlusconi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rais Aam PBNU Nilai Laporan Manager Terkait Tolikara Sudah Sesuai Fakta
Tulisan selanjutnya Islam Liberal: Berkontribusi atau Sekedar Distraksi?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?