Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Dunia, Islam Bukan Barang Baru di Eropa! [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 November 2015 09:44 9:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 November 2015 11:00
Bagikan
Muslim di Eropa
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

DI ABAD ke-21 ini, Islam bukan agama yang asing bagi Eropa. Jerman dan Prancis memiliki jumlah Muslim terbesar di Eropa, masing-masing 4,8 juta serta 4,7 juta jiwa. Negara-negara seperti Bosnia-Herzegovina dan Kosovo bahkan didominasi oleh para Muslim. Di Polandia, agama Islam telah muncul di sensus negara tersebut sejak abad ke-17 sejak kedatangan etnis Tatar.

Terlepas dari agama apa yang dipeluk para imigran, masalah yang dihadapi Eropa adalah peningkatan jumlah manusia yang masuk ke teritori mereka. Tahun 2015 menandai peningkatan 51% jumlah imigran yang datang ke Eropa, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menandakan lonjakan pendatang lebih besar dari daerah manapun di dunia.

Alasan yang paling sering digunakan oleh anti-imigran Muslim adalah para orang asing, terutama Muslim, gagal melakukan asimilasi dengan cara hidup orang Eropa yang didominasi pemeluk Kristiani. Kerusuhan di daerah yang didominasi imigran di Paris digunakan sebagai bukti. Ketakutan Eropa akan anak-anak muda Muslim yang akan mengambil posisi-posisi strategis di lapangan pekerjaan akan membawa pandangan ekstrim agamanya juga muncul, meski sebenarnya alasan anak-anak muda ini pindah ke Eropa demi menghindari pandangan ekstrim tersebut. Serangan teroris di Prancis, Belgia, Denmark, dan tempat-tempat lain juga tidak menolong reputasi Islam.

Namun bagi Sezen Coskun, seorang imigran Turki generasi kedua yang lahir dan dibesarkan di Berlin, Jerman, masalah bukan terletak di imigran. Masalah terletak di penduduk asli Eropa. “Di negaraku, aku tidak dianggap sebagai orang Jerman, meski aku lahir dan tumbuh besar di sini. Aku bukan orang Turki-Jerman. Aku orang Jerman saja,” ujar Coskun. Wanita ini menabahkan, bahwa dirinya bangga akan pemerintahnya yang memutuskan untuk membantu ratusan ribu pengungsi dan migrant dari Timur Tengah, tetapi dirinya juga khawatir akan masa depan para pengungsi.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

“Kita harus bertindak cepat dengan memilki program khusus. Kita harus mengajari mereka Bahasa Jerman, membantu mereka mendapatkan pekerjaan, serta memasukkan anak-anak mereka ke sekolah. Ini penting karena jika seseorang merasa tidak diterima atau tidak dibutuhkan oleh masyarakat, mereka akan merasa terasing, dan dari sini banyak masalah timbul,” ujar Coskun, yang turut mendirikan kelompok bernama Typisch Deutsch (Tipikal Jerman) yang memiliki tujuan untuk menunjukkan bahwa tidak penting latar belakang seseorang, asosiasi tipikal Jerman harus berubah.

Seperti telah dibeberkan, persepsi Eropa harus digeser. Karena sejarah telah mebuktikan bahwa Islam dapat tinggal di Eropa dan Eropa tetap menjadi benua yang damai. Jika ada seseorang seperti politisi Belanda Geert Wilders, misalnya, yang mengatakan bahwa dirinya menginginkan ‘lebih sedikit Islam’ di Eropa, maka dia menyangkal sejarahnya sendiri. Karena menuliskan sejarah Eropa tanpa menyertakan Islam adalah hal yang amat sulit dilakukan.* (berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamislam di eropakristenMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dilema SE Kapolri ‘Hate Speech’
Tulisan selanjutnya Pemimpin Dunia Berbeda Pendapat Soal Penyebab Jatuhnya Pesawat Rusia di Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?