Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Pentingnya Islamisasi Ilmu dengan Memisahkan Unsur Asing dan Barat yang Sekular

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 November 2015 06:53 6:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 November 2015 06:53
Bagikan
Dr Syamsuddin Arif menyampaikan materi dalam seminar bertajuk “Islamic Thought and Movements in the Contemporary Indonesia”
Bagikan

Hidayatullah.com–Ilmu pengetahuan modern tidak memberikan kedamaian dan kebahagiaan, tetapi justru membawa kekacauan dan ketidakadilan dalam kehidupan umat manusia.

Demikian salah satu yang disampaikan  Dr Syamsuddin Arif  menyampaikan materi dalam seminar bertajuk “Islamic Thought and Movements in the Contemporary Indonesia” yang dihelat di Ratu Convention Centre (RCC) Kota Jambi Jumat, 20 November 2015.

Dalam acara yang diselenggarakan Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi ini, Syamsuddin  menyampaikan tema: “Islamisasi Ilmu di Perguruan Tinggi; Konsep dan Agenda” satu materi yang sangat penting dan  masih sangat relevan dengan problem Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Indonesia saat ini.

Meski tema ini jarang terdengar sebelumnya dan terkesan cukup berat bagi sebagian peserta seminar, Syamsuddin yang juga merupakan salah satu tenaga pendidik di Centre for Advanced Studies on Islām, Sciens, and Civilization (CASIS)  UTM Kuala Lumpur itu menyampaikan materi dengan sangat jelas dan sistematis sehingga mudah difahami oleh peserta seminar. Materi mampu disajikannya secara renyah dan bernas.

Dr. Syamsuddin Arif menguraikan lima alasan kenapa islamisasi ilmu itu perlu dan penting dilakukan.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Pertama, ilmu yang di pelajari dan diajarkan hari ini di seluruh dunia- termasuk di negara-negara Islam- adalah ilmu yang dihasilkan dari peradaban Barat, yaitu ilmu yang telah menyimpangdari tujuan hakikinya.

Sebab ilmu pengetahuan modern tidak memberikan kedamaian dan kebahagiaan, tetapi justru membawa kekacauan dan ketidakadilan dalam kehidupan umat manusia.

Kedua, ilmu pengetahuan modern justru membuahkan keragu-raguan dan kekeliruan, skeptisisme dan confusion.

Ketiga, ilmu pengetahuan modern kini telah menjadikan dugaan dan perkiraan sebagai ilmu dan kebenaran.

Keempat, ilmu pengetahuan itu sebenarnya tidak bebas nilai alias tidak netral, karena hakikatnya mencerminkan suatu pandangan hidup, ideologi, atau akidah penggiatnya.

Kelima, ilmu yang disajikan oleh peradaban Barat  sekarang ini telah mencampuradukkan yang haq dengan yang bathil, dilebur secara halus sehingga sulit untuk mengenali lagi mana yang benar dan mana yang palsu.

Pentingnya islamisasi ilmu pengetahuan yang disampaikan Syamsuddin Arif di hadapan 250 peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa program magister (S2) dan doktor (S3) pascasarjana IAIN STS Jambi itu juga menyinggung tentang posisi umat Islam yang saat ini sedang dilema.

Mengutip pendapat Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas ia menjelaskan posisi umat Islam yang serba salah. Jika mau ikut Barat hancur, tidak ikut Barat mundur babak-belur.

Dilema yang dirasakan hari ini disebabkan oleh tiga hal. Pertama, karena kekeliruan dan kesalahfahaman mengenai ilmu, yang akibatnya melahirkan gejala kurang ajar alias. Kedua, lenyapnya sikap menghargai dan tahu menempatkan diri (Lost of Adab) di masyarakat. Dan berakibat aspek ketiga,  munculnya pemimpin-pemimpin palsu, pemimpin yang tidak memiliki visi dan misi islami, tidak berakhlak mulia, dan tidak mempunyai daya intelektual dan rohaniah yang diperlukan.

Tidak lupa pula, ilmuan muda yang juga sebagai Direktur INSISTS  itu juga menjelaskan bahwa islamisasi ilmu merupakan proses dua arah: (1) pembebasan diri dan sekaligus (2) pengembalian diri kepada kejadian asalnya (fitrah).

Dengan menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam dan para sahabat sebagai model teladan, maka langkah pertama islamisasi adalah mengislamkan akal dan pemikiran melalui islamisasi bahasa.

Dua jenis ilmu yang dibagi oleh al-Attas (ilmu dari didapat langsung dari Allah melalui wahyu dan ilmu yang dihasilan lewat pengalaman, perenungan dan penelitian).

Jenis yang pertama dari ilmu ini mesti menjadi asas kepada jenis ilmu yang kedua.

Kemudian langkah islamisasi lainnya adalah dengan memisahkan unsur-unsur asing -dalam hal ini adalah Barat sekular- termasuklah konsep-konsep penting dalam ilmu kemanusiaan.

Setelah melakukan penyaringan itu, ilmu-ilmu yang telah dibersihkan itu diolah kembali  dengan unsur-unsur dan konsep-konsep penting Islam.

Selanjutnya dilakukan perumusan dan penyatuan atau integrasi unsur-unsur tersebut supaya terhasil ilmu islami yang dapat dipakai dalam sistem pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Selain Dr. Syamsuddin Arif, pihak pascasarjana IAIN STS Jambi juga menghadirkan narasumber lain di seminar rutin tahunan pascasarjana kampus biru itu.

Narasumber lain yang dihadirkan adalah Dr. Muhammad Ali (yang kebetulan juga putra Indonesia) dari University of California, Amerika Serikat.

Sedangkan narasumber yang mewakili perguruan tinggi dalam negeri adalah Dr. Jajang Syahroni dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Dalam kesempatan itu juga, Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd selaku Direktur Pascasarjana IAIN STS Jambi berharap seminar yang merupakan terobosan penting beliau ini akan menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk memberikan pencerahan, pemahaman, dan membangun wawasan keagamaan akademis yang inklusif bagi mahasiwa dan dosen pascasarjana IAIN STS Jambi.*/kiriman Saidina Usman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratbathilhaqilmuislamisasi ilmuperadaban barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 30 Tahun Perjuangan Melawan Larangan Jilbab [2]
Tulisan selanjutnya Ujub Mengantarkan Mengikuti Hawa Nafsu (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?