Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Tembak Pemuda Palestina Pengidap Gangguan Jiwa, Mesir Dinilai Bukan Tetangga yang Baik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Desember 2015 22:32 10:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Desember 2015 14:00
Bagikan
Komandan Keamanan Nasional di Jalur Gaza, Brigadir Jenderal Naim Ghoul menegaskan pembunuhan dilakukan militer Mesir “dengan darah dingin” bukanlah yang pertama
Bagikan

Hidayatullah.com–Tentara Mesir hari Kamis (24/12/2015) membunuh seorang pemuda Palestina Ishak Khalil Hassan (28) asal kampung Zaitun di kota Gaza, yang sedang mengalami gangguan mental akibat keterlambatan pembobatan sakitnya karena gerbang Rafah terus ditutup oleh pihak Otoritas Mesir.

Televisi Al Jazeera, Jum’at (25/12/2015) sebagaimana dikutip PIC, menampilkan pemandangan yang menunjukkan pembunuhan terhadap Ishak Hassa oleh tembakan militer Mesir, pada saat dia melintas di daerah pantai perbatasan hanya beberapa meter saja, sebelum akhirnya diberondong peluru hingga gugur pada saat itu juga.

Korban melintas perbatasan dengan telanjang bulat. Nampak dalam video anggota keamanan Palestina berteriak meminta tentara Mesir agar berhenti menembak karena pemuda tersebut menunjukkan perilaku bahwa dia sedang mengalami gangguan mental.

Ayah korban, Haji Khalil Hassan mengatakan, Ishak Hassan menderita luka di kedua kakinya pada tahun 2007 akibat serangan pasukan penjajah Zionis terhadap mobil umum dekat rumahnya yang pada saat itu dia sedang lewat dekat mobil tersebut.

Dia sudah menjalani operasi untuk menyembuhkan lukanya di Mesir beberapa tahun lalu dengan ditemani ibunya. Namun kepergian dia yang terakhir ke Mesir tidak terlaksanakan karena pihak Mesir terus menutup gerbang perbatasan Rafah.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Dengan sangat sedih ibunya menceritakan bahwa dia telah berangkat bersama anaknya setelah terluka di pergelangan kaki (lutut) kananya dengan adanya beberapa sisa benda di kaki kirinya sehingga sangat mengganggu geraknya.

“Anak saya tidak bisa tidur malam karena nyeri di pergelangan kakinya, dia sangat menderita akibat tidak bisa pergi untuk berobat ke Mesir, karena gerbang perbatasan Rafah terus ditutup.”

Menurut ibunya, Ishak Khalil Hassan dinilai mengalami tekanan psikis karena lamanya dia tidak bisa berobat. Dia hanya diobati dengan obat anti nyeri saja.

Keluarga Hassan menunjukkan dokumen resmi yang membuktikan bahwa anaknya terluka dan sudah berusaha untuk melintas perbatasan dengan tujuan berobat setelah putus asa pergi lewat gerbang Rafah tidak kunjung bisa.

Dia menjelaskan bahwa anaknya sudah berusaha 3 kali untuk berobat dan pergi ke Mesir, namun selalu dicegah. Dia menjelaskan, sakit yang teramat sakit yang dialaminya telah mendorong dia untuk melintas perbatasan secara damai, dengan tujuan untuk berobat dan meringankan jiwanya dari rasa sakit yang dideritanya.

Keluarga meminta militer Mesir agar menyerahkan jasad anaknya, menghormati adat dan tradisi Islam serta hukum internasional, dan menghormati pemakaman sang putera.

Merespon kejahatan tentara Mesir terhadap Ishak Hassan, aktivis Palestina melucurkan hashtag #untuk apa mereka membunuhnya, di situs jejaring sosial twitter. Secara interaktif mereka mengomentari potongan video yang menunjukkan penembakan seorang pemuda Palestina oleh tentara Mesir.

Berdarah Dingin

Sementara itu, Komandan Keamanan Nasional di Jalur Gaza, Brigadir Jenderal Naim Ghoul dikutip PIC menegaskan pembunuhan yang dilakukan militer Mesir “dengan darah dingin” bukanlah yang pertama.

Dia mengingatkan tentara Keamanan Nasional sudah berusaha mencegah Ishak Hassan namun tidak berhasil, sementara itu pihak Mesir tidak menghiraukan teriakan dan seruan para tentara Keamanan Nasional agar tidak menembak.

“Peristiwa ini bukan peristiwa pertama yang dilakukan militer Mesir membunuh warga Palestina dengan darah dingin. Sebelum ini mereka membunuh Iyad al-Haubi, nelayan Miqdad, dan sejumlah pekerja terowongan di selatan Jalur Gaza,” ujar Brigadir Jenderal Naim Ghoul dikutip PIC Sabtu (26/12/2015) malam. [Baca: Mesir Banjiri Terowongan Gaza Air Laut, Puluhan Pekerja Selamat dari Kematian ]

Ibu korban heran dengan tindakan tentara Mesir yang menembak anaknya dengan sengaja. Meski anaknya berusaha melintas perbatasan dengan telanjang, yang menunjukkan bahwa dia tidak membawa apa-apa dan tidak membahayakan.

Haji Khalil Hassan menyerukan kepada tentara Mesir agar memperlakukan tetangganya dengan prinsip-prinsip bertetangga yang baik sebagaimana diajarkan oleh agama Islam.

“Untuk apa mereka membunuh dia, untuk apa?” ujar Haji Khalik mempertanyakan sikap Mesir.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaMesirpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Gendong” Buah Hati Saat Maghrib, Agar tak Digendong Setan
Tulisan selanjutnya Mufti Perlis Dukung Menteri Larang Atlet Selancar Angin Israel Masuk Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?