Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Nasib Keturunan Arab di Iran [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Februari 2016 14:23 2:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Februari 2016 14:23
Bagikan
Minoritas Ahwazi di Iran
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Polusi dan pengangguran

Pada saat yang sama, ketika wilayah lain mendapat keuntungan dari sumber daya Ahwaz, orang Arab setempat yang paling menderita karena polusi yang dihasilkan, namun mereka tidak mempunyai uang untuk membayar tagihan medis.

“Hanya 5 persen dari posisi pemerintahan di wilayah ini yang diduduki oleh orang Arab. Wilayah yang mayoritas ini tidak pernah dipimpin oleh gubernur beretnis Arab sejak 1925.  Di satu pabrik pengeboran minyak yang mempunya 4000 karyawan, setelah ditelusuri hanya 7 orang diantaranya yang beretnis Arab,” kata Azizi.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Anda akan menemukan lowongan pekerjaan di Ahwaz diiklankan di luar provinsi ini, dimana etnis Arab bahkan tidak menyadari lowongan pekerjaan yang tersedia di halaman belakang rumah mereka sendiri. Dan mereka yang mendengar tentang itu dan mendaftar, jarang mendapat pekerjaan itu,” dia menambahkan.

Puncak ketegangan antara pemerintah dan Ahwazis terjadi pada 2005, dimana milisi melakukan beberapa pengeboman dan tentara membalasa dengan serangan mematikan. Dua orang terbukti bertanggung jawab melakukan pengeboman dan telah digantung pada tahun 2006. Hari ini, demo damai yang menolak diskriminasi, marjinalisasi dan “penahanan dari pembangkang non-kekerasan” berlanjut.

Para etnis Ahwazis di pengasingan juga ikut serta dalam sebuah kampanye panjang untuk mengubah demografis wilayah itu, dimana banyak keringanan diberikan kepada orang-orang dari luar wilayah untuk dapat bekerja di provinsi itu, walaupun angka pengangguran di wilayah itu kadang mencapai angka 37 persen.

Wacana Anti-Arab

Mereka juga berbicara sekaligus tentang rasisme pada level nasional, kendati diklaim oleh banyak dari kelompok ulama bahwa mereka ada keturunan dari Nabi Muhammad, yang merupakan orang Arab.

“Minoritas lain, seperti Kurdi, Turk, Azeris, Baluchi dan Lor mungkin menghadapi ‘penindasan nasiona’. Tetapi Ahwazi Iran menemukan bentuk-bentuk tambahan dari wacana anti-Arab di media dan di buku-buku,” kata Azizi.

“Orang Arab diluar Iran tidak mengetahuinya karena bentuk rasisme itu tidak ditampilkan dalam publikasi rezim yang berbahasa Arab dan siaran, yang sasarannya adalah penonton Arab diluar Iran. Tetapi kamu (Orang Arab di Iran) merasakan itu setiap saat,” dia menambahkan.

“Rezim membutuhkan bahasa Arab untuk tujuan propaganda dan juga karena terdapat banyak warisan reliji yang berbahasa Arab. Tetapi mereka tidak ingin Ahwazis berkomunikasi dengan bahasa asli mereka sendiri. Mereka bahkan mengubah nama-nama wilayah yang awalnya berbahasa Arab menjadi bahasa Persia,” kata Azizi.

Berubah menjadi Sunni

Sikap keras terhadap identitas Arab di wilayah itu membawa pada bertambahnya jumlah dari pemuda Ahwazi yang berpindah menjadi Sunni, yang beberapa dari mereka anggap lebih mendekati akar keturunan Arab mereka. Iran sendiri dulunya didominasi Sunni hingga Shah Ismail dari dinasti Safavid mengeluarkan kebijakan yang memaksa mereka berganti keyakinan di abad 16.

Bagaimanapun, para Ahwazi yang berpindah menjadi Islam Sunni akan menghadapi masalah karena otoritas mengancam mereka dengan hukuman penjara, meskipun tidak ada undang-undang resmi yang melarang berpindah sekte atau agama.

Alsaedi, Azizi, dan Saedi berpendapat bahwa identitas atau kepercayaan apapun yang berada di luar apa yang penguasa telah inginkan akan mendapat penindasan yang amat berat, dengan dakwaan-dakwaan elastis yang dirancang khusus agar dapat cocok dengan segala bentuk perbedaan pendapat yang dirasakan.

“Jika kamu tidak mengikuti ideologi rezim, kamu bahkan tidak akan dapat mengikuti Pemilu, rezim akan menang sendiri,” kata Saedi, “itulah kenapa orang Arab tidak mempunyai wakil di pemerintahan. Lagipula hasilnya telah ditentukan.”.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahwazibahasa Arabdiskriminasiiranminoritas Arabsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selamat Datang Makhluk Terlampau Batas! [1]
Tulisan selanjutnya Mesir Ubah Hukuman Pendukung Ikhwanul Muslimin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?