Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Nasib Keturunan Arab di Iran [1]

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Februari 2016 14:13 2:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2016 14:13
Bagikan
Minoritas Ahwazi di Iran
Bagikan

KEADAAN buruk dari minoritas Arab Ahwazi Iran dan protes yang baru-baru ini mereka lakukan di negara yang kaya akan minyaknya ini, sengaja tidak dilaporkan meskipun ini serius dan secara sistematis ini adalah diskriminasi yang dilakukan Teheran pada mereka, kata salah satu anggota komunitas itu kepada Middle East Eye (MEE).

Orang Arab melengkapi mayoritas bagian dari apa yang secara resmi disebut provinsi Khuzestan, tetapi Ahwazis menyebutnya dengan “Arabistan”, mereka menggunakan nama historis wilayah itu untuk menekannya asal etnis mereka.

Sensus resmi iran tidak  menampilkan statistik dari latar belakang etnis, tetapi anggota dari komunitas ini mengatakan bahwa jumlah mereka sekitar 5 juta, dari 75 juta populasi warga Iran.

Mereka dibedakan dari komunitas etnis Arab lainnya di Iran, yang dikenal sebagai Hula, yang hidup di wilayah timur pesisir Iran dan berjumlah sekitar 1,5 juta. Tidak seperti kebanyakan etnis Ahwazi yang berfaham Syiah, Arab Huwla kebanyakan berfaham Sunni.

Terdapat juga banyak etnis Arab yang dilaporkan berada di provinsi Khurasan, dan kelompok etnis lain dalam jumlah kecil di banyak provinsi. Meskipun komunitas Arab yang berbeda – maupun minoritas dan kelompok lain – mengeluhkan tentang diskriminasi, etnis Ahwazis menyatakan mereka yang terkena diskriminasi terparah.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Bahasa dan Identitas

Etnis Ahwazis mengatakan mereka sedang menghadapi dua bentuk diskriminasi: yang pertama mengenai identitas dan bahasa mereka, sedangkan yang kedua terkait dengan kedudukan ekonomis mereka – termasuk pengangguran, masalah kesehatan dan lingkungan.

“Bayangkan, kamu mempunyai anak yang bahasa utamanya di rumah adalah bahasa Arab, kemudian mereka memulai sekolah dasar di mana mereka belajar segala sesuatunya dengan bahasa Persia,” Ramadan Alsaedi, seorang jurnalis Ahwazi di London, mengatakan pada MEE,  tahun 2015 lalu.

“Mereka pertama akan menghadapi masalah dengan pembelajaran mereka di sekolah, karena mereka belajar membaca dan menulis dengan bahasa Persia, lidah mereka yang terbiasa berbahasa Arab di rumah menderita karena mereka tidak diajarkan satupun pelajaran yang berbahasa Arab hingga mereka mencapai sekolah menengah pertama (sekitar umur 13 tahun),” ujar Alsaedi menjelaskan.

“Dari sekolah menengah pertama hingga seterusnya, orang Arab hanya akan diperbolehkan mengambil satu mata pelajaran pendidikan formal per minggu, dari sebuah kurikulum yang memaksa dunia melihat rezim yang menolak identitas [pelajar Arab],” dia menambahkan.

Banyak etnis Ahwazis terpaksa menyewa guru privat untuk mengajari anak-anak mereka budaya Arab serta bahasa mereka. Bagaimanapun, jika tertangkap, keluarga-keluarga ini dilaporkan akan diancam hukuman berat.

“Oleh hukum, tidak ada pelarangan tentang pembelajaran bahasa Arab di luar jam sekolah atau kepemilikan buku berbahasa Arab yang tidak disetujui oleh rezim. Tetapi pada kenyataannya, mereka yang menerapkan hal itu seringkali diadili karena dakwaan yang tidak jelas, yang hukumannya bisa mencapai hukuman mati,” Yousef Azizi, seorang penulis etnis Ahwazi yang sekarang tinggal di Britania setelah mengungsi dari Iran, berkata pada MEE.

Aktivisi HAM, aktivis budaya, dan penggiat bahasa serta penyair berpengaruh juga dapat terkena hukuman yang sama jika tidak sepakat dengan peraturan dari pemerintah pusat, kata Azizi, dia menambahkan bahwa “tindakan rezim mendorong semakin banyak orang mendesak kemerdekaan dari Teheran, meskipun sekarang kebanyakan menjadi orang yang menginginkan otonomi.”

Kaya minyak, gas dan sumber air

Etnis Ahwazis menikmati pemerintahannya sendiri hingga 1925, ketika Shah Reza Pahlavi menggulingkan penguasa Arab, Sheikh Khazaal al-Hajj Jabber, dan menguasai seluruh provinsi, yang hari ini dilaporkan sebagai sumber dari 80 persen minyak negara itu dan 50 persen gas, belum lagi pasokan air yang kaya.

“Pengeringan secara sengaja rawa-rawa di wilayah itu serta pengalihan air sungai kepada wilayah lain [Persia] telah menyebabkan etnis Ahwazis menderita di segala aspek, paling tidak akses pada air minum,” Amir Saedi, seorang penggiat hak asasi dan lulusan medis di London, mengatakan pada MEE.

“Wilayah Iran yang pasokan airnya berlimpah itu tidak dapat mengaliri pertanian mereka sendiri karena bendungan milik rezim menyalurkan air sungai menjauh dari yang bisa digunakan penduduk setempat. Badai pasir yang terjadi baru-baru ini adalah hasil langsung dari kebijakan diskriminasi rezim, yang telah merugikan lingkungan di provinsi itu, menuntun pada memburuknya kesehatan penduduk, termasuk meningkatnya kasus kanker,” Saedi menambahkan.

Ahwaz menduduki peringkat kedua sebagai kota paling berpolusi pada 2014 leh World Health Organisation (WHO)

Etnis Ahwazi seringkali mengeluhkan bahwa para penduduk asli wilayah itu tidak mendapatkan keuntungan dari wilayah mereka, kendati menjadi wilayah yang paling kaya akan minyak, gas, dan air di seluruh Iran.* */Nashirul Haq AR (BERSAMBUNG)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahwazibahasa Arabdiskriminasiiranminoritas Arabsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bersama 55 Anggota Komisi Fatwa, MUI Putuskan Gafatar Sesat
Tulisan selanjutnya Selamat Datang Makhluk Terlampau Batas! [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?