Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendeta Nikaragua Penentang Perintah Vatikan Meninggal Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Februari 2016 22:02 10:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Februari 2016 22:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Fernando Cardenal, seorang pendeta di Nikaragua, yang menentang perintah Vatikan untuk meninggalkan rezim revolusioner Sandinista tahun 1980-an, telah meninggal dunia di usia 82 tahun, lapor BBC Ahad (21/2/2016).

Romo Cardenal merupakan salah satu dari beberapa pendeta Katolik di Nikaragua yang dijatuhi sanksi oleh Vatikan karena keterlibatannya dalam pemerintahan pimpinan Daniel Ortega.

Cardenal diberhentikan dari tugas kependetaan oleh Tahta Suci setelah menolak turun dari jabatannya sebagai menteri pendidikan.

Dia dikenal dengan keberhasilannya memerangi buta aksara di Nikaragua.

Ketika menjabat menteri pendidikan Cardenal mengatakan dia “melakukan dosa besar” jika meninggalkan posisinya dalam pemerintahan Sandinista, yang dikenal sebagai kelompok pemberontak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya tidak sanggup menghadap Tuhan yang akan menanyai saya karena menelantarkan komitmen terhadap rakyat,” kata Cardenal dalam surat terbukanya tahun 1984, setelah didepak Vatikan dari jajaran pendeta Jesuit.

Cardenal akhirnya ditempatkan kembali pada posisinya sebagai pendeta Jesuit tahun 1996.

Pendeta Jesuit itu terkesan dengan Liberation Theology, sebuah gerakan keagamaan berpusat di Amerika Latin yang melihat ajaran Kristen dari kacamata orang miskin dan tertindas secara sosial.

Para pengkritiknya menilai gerakan itu sebagai campuran dari ajaran Kristen dan prinsip-prinsip Marxisme.

Cardenal merupakan satu dari banyak pendeta di negara Amerika Tengah itu yang mendukung kelompok Sandinista melawan pemerintah diktator Anastasio Somoza di tahun 1970-an.

Ketika Sandinista berhasil mendongkel Somoza pada tahun 1979, Cardinal mendapatkan pos dalam kabinet.

Dia memimpin kampanye literasi di Nikaragua dan dalam beberapa tahun saja berhasil mengurangi buta aksara di kalangan penduduk dewasa hingga 13 persen. Cardenal menjabat sebagai menteri pendidikan antara tahun 1984 dan 1990.

Kakak lelakinya, Ernesto, adalah seorang penyair terkenal yang diberi jabatan sebagai menteri kebudayaan dalam kabinet Sandinista.

Ernesto, 91, mencuat namanya karena ditangkap di depan publik saat Paus Paulus II berkunjung ke Nikaragua di tahun 1980-an.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Santri Hidayatullah Juara I Lomba Pungut Sampah di Makassar
Tulisan selanjutnya Jeb Bush Mundur dari Pemilihan Calon Presiden Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?