Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Kebangkitan Umat; Antara Ibu Hamil dan Pria Renta [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Maret 2016 17:35 5:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2016 17:35
Bagikan
ilustrasi: Umat Islam Rusia memenuhi jalanan untuk shalat
Bagikan

TSAUBAN radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah yang merupakan mantan budak beliau, pernah meriwayatkan satu hadits mengenai kondisi umat Islam di akhir zaman. Waktu itu Tsauban, sebagaimana para sahabat yang lainnya, sedang hadir di majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Majelis tempat Rasulullah mendidik dan membina mereka menjadi generasi emas. Generasi yang nantinya dengan suka rela kita kagumi dan kita cintai. Generasi yang seandainya bukan karena shahih-nya mata rantai jalur periwayatan, kita akan menyangka mereka itu hanya  dongeng belaka.

“Nyaris..”, kata Rasulullah di tengah para sahabat, dengan wajah bak purnama dan sorot mata penuh cinta kepada umatnya, “.. umat-umat selain kalian, menyerang kalian dari segala penjuru, bagaikan orang-orang yang sedang mengerubuti hidangan yang tersaji di atas nampan…”

Saat itu, para sahabat pun tercengang  menyimpan seribu tanya, ada apa? Kenapa? Dan berbagai pertanyaan lainnya. Tak tahan dengan ganjalan di hati, salah seorang di antara mereka pun memberanikan diri bertanya, “Yaa Rasulallah…a-min qillatin binaa yaumaidzin…? Wahai Rasulullah, apakah jumlah kami sedikit pada hari itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang tidak pernah bicara berdasarkan hawa nafsunya, menjawab dengan bimbingan wahyu, “Bal antum yaumaidzin katsiir…(Tidak! Justru jumlah kalian pada hari itu banyak). Seolah Rasulullah menegaskan, jumlah kalian banyak! Kalian bukan minoritas!

Akan tetapi, Rasulullah melanjutkan penjelasan tentang  rambu-rambu akhir zaman. “..kalian seperti buih air bah..”

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Para sahabat masih terdiam khusyuk. Kata Abu Sa’id Al Khudhri, ketika bermajelis bersama Rasulullah, kala itu seperti ada burung di atas kepala mereka. Khidmat, konsentrasi penuh.

Rasululullah melanjutkan lagi, “..dan sungguh, Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian, dan sebaliknya Allah campakkan ‘al wahn’ ke dalam hati kalian”.

Para sahabat masih terdiam. Tak terbayang di benak mereka, bagaimana hal itu bisa terjadi? Padahal mereka sama-sama faham bahwa Rasulullah memiliki beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh nabi-nabi yang lain. Dan di antara keistimewaan itu adalah, kata beliau, “nushirtu bir ru’bi mashiirata syahrin” (Pertolongan dari Allah berupa rasa takut yang ditanamkan ke dalam dada musuh sejauh satu bulan perjalanan). Apakah pertolongan itu dicabut dari umat ini?

Seperti ibu hamil

Para sahabat bertanya pada Rasulullah maksud “al wahn”. Bukan karena mereka baru pertama kali dengar. Dan bukan karena istilah ini asing. Tidak. Bahkan kata “al wahn” juga telah digunakan Allah dalam Al Qur’an. Al wahn artinya adalah kelemahan. Para sahabat tahu akan hal ini. Allah Subhanahu Wata’ala menggambarkan kondisi ibu hamil dalam Al Qur’an menggunakan kata, “wahnan ‘alaa wahnin” (Lemah yang bertambah lemah, semakin hari semakin lemah). Itulah al wahn yang dirasakan setiap ibu hamil.

Di ayat yang lain, Allah juga sebutkan kata “al wahn”  ini dalam bentuk kata kerja. Allah Subhanahu Wata’ala mengisahkan tentang keluhan Nabi  Zakariya; “…Rabbi innii wahanal ‘azhmu minnii” (Ya Rabb, sesungguhnya tulang-tulangku sudah melemah). Al wahn di sini digunakan Allah Subhanahu Wata’ala untuk membahasakan kelemahan yang dirasakan setiap orang yang menjalani usia senja. Kelemahan pada kerangka penyangga kekuatan.

Tapi mengapa “Al Wahn “? Apa maksud Al  Wahn sebagaimana diucapkan Nabi pada para Sahabat?

Kalau yang dimaksud adalah kelemahan, kelemahan seperti apa? Apa sebabnya? Apakah yang dimaksud Nabi umat ini akan mengalami kelemahan sebagaimana ibu hamil yang semakin hari semakin lemah? Atau umat ini lemah seperti lemahnya orang yang sudah tua-renta (sepuh)? Separah itukah kondisi umat?

“Wamal wahn yaa Rasulallah? Wahai Rasulullah…”, salah seorang sahabat memberanikan diri bertanya.

“Hubbud dunya, wa karahiyatul maut” (Wahn itu, cinta dunia dan takut pada kematian), jawab Rasulullah.*/Murtadha Ibawi, anggota “PENA” Yogyakarta  (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al wahnibu hamillemahtakut mati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peradaban Islam Terus Bergerak Meski Sebagai Entitas Masih Berserak
Tulisan selanjutnya Istiqlal Gelar Musabaqah Al Quran dan Hadits

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?