Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gelombang Pertama Deportasi Migran dari Yunani ke Turki Lancar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 April 2016 08:00 8:00 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2016 07:38
Bagikan
Sejumlah migran/pengungsi yang menyeberang ke Yunani dikembalikan ke Turki berdasarkan kesepakatan Turki-Uni Eropa Maret 2016.
Bagikan

Hidayatullah.com—Deportasi gelombang pertama para migran/pengungsi dari Yunani ke Turki, yang sudah disepakati oleh Ankara dan Uni Eropa, tampak berjalan lancar, meskipun terdapat unjuk rasa yang menentangnya.

Dilansir Euronews Senin (4/4/2016), dua perahu penumpang berbendera Turki berisi para migran/pengungsi menjadi yang pertama berlayar dari pelabuhan Yunani di Mytilene menuju Dikili, Turki.

Perahu ketiga yang berisi kebanyakan orang-orang Afghanistan menyusul kemudian dari pelabuhan di Chios.

Sebelum dideportasi, orang-orang tersebut lebih dulu ditempatkan dalam detensi. Pasukan penjaga perbatasan Uni Eropa, Frontex, ikut membantu polisi Yunani dalam mengawal operasi tersebut.

“Operasi hari ini berjalan sangat lancar. Sangat tenang. Para migran berangkat menggunakan bus-bus bersama petugas pengawal. Mereka datang ke sini, mengambil barang bawaannya, dan bersama dengan petugas pendamping menaiki feri. Tidak ada insiden,” kata juru bicara Frontex Ewa Moncure seperti dilansir Euronews.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Puluhan demonstran di pelabuhan Yunani itu tampak berunjuk rasa menentang deportasi tersebut dan menentang kesepakatan yang dibuat oleh Uni Eropa bersama Turki guna menanggulangi krisis migran/pengungsi yang membanjiri wilayah Eropa belakangan ini.

Baca berita sebelumnya: Deal! Turki Tampung Migran yang Dikembalikan Eropa, Uni Eropa Percepat Proses Keanggotaan Turki

“Turki bukan negara aman untuk pengungsi,” bunyi salah satu plakat yang dibawa kelompok protes itu. “Hentikan kesepakatan,” dan “Tidak ada umat manusia yang legal,” protes mereka yang menanggap kesepakatan tersebut tidak manusiawi.

Menurut laporan wartawan Deutsche Welle dari Dikili, para jurnalis berlomba-lomba mengambil gambar kedatangan pertama gelombang migran/pegungsi yang dideportasi dari Yunani. Namun, aparat setempat berusaha sedapat mungkin menghalangi pemandangan mereka.

Setelah feri pertama datang, para penumpangnya –yang kebanyakan laki-laki asal Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan– dengan pengawalan dari Frontex atau polisi Turki bergegas menaiki sebuah bus. Mereka meninggalkan pelabuhan dengan kawalan polisi.

Tidak ada awak media lokal maupun internasional yang diperbolehkan berbicara dengan para migran itu.

Menjelang kedatangan para migran/pengungsi yang dideportasi dari Yunani ke Turki, penduduk di Dikili menggelar aksi protes guna menentang kesepakatan Uni Eropa dan pemerintah Ankara, yang potensial membanjiri daerah mereka dengan pengungsi. Kota berpenduduk sekitar 35.000 jiwa itu terbiasa menerima kedatangan wisatawan, bukan pengungsi atau migran dalam jumlah besar.

“Kami tidak bisa menerima mereka datang ke Dikili, kami tidak sanggup menanganinya,” kata Ozlem, seorang manajer di sebuah hotel dekat pelabuhan.

“Jika kota ini dipenuhi dengan orang-orang itu, pariwisata akan lenyap,” kata pria itu sambil melotot dan menjentikkan jarinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pentagon: Serangan Udara Amerika yang Menewaskan Tokoh Jabhat Al-Nusra Abu Firas Al-Suri
Tulisan selanjutnya Pemuda Muhammadiyah Bantah Siyono Pernah Diautopsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?