Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Berpacu dengan Misionaris di Papua

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 April 2016 12:06 12:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 April 2016 12:06
Bagikan
murid-murid binaan Yusuf Qardhawi
Bagikan

TIBA-TIBA ketentraman pesantren terusik dengan kedatangan satu truk laki-laki. Mereka mencari pimpinan pesantren sambil marah-marah. Mendengar kegaduhan, Yusuf Qardhawi dengan ditemani oleh seorang pengurus yang lain mendatangi mereka.

Ternyata mereka adalah kerabat dari seorang wanita Nasrani yang pernah bersyahadat di masjid Pesantren Hidayatullah. Mereka tidak terima dan menganggap Hidayatullah telah memaksanya masuk Islam. Karena itu, mereka datang untuk menuntut.

Yusuf tidak terima dengan tuduhan itu. Untuk mengklarifikasi kebenaran, alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIL) Surabaya ini meminta kepada mereka datang lagi ke pesantren seminggu lagi. Pada hari yang telah disepakati, di pesantren telah berkumpul beberapa tokoh desa dan agama beserta wanita yang telah bersyahadat itu. Di hadapan para hadirin, si Muslimah menjelaskan bahwa keislamannya atas dasar kesadaran sendiri, karena akhlak agung umat Islam yang dilihatnya.

“Hidayatullah hanya menuntun saya bersyahadat. Sebelumnya saya telah pergi ke berbagai masjid bahkan ke kantor KUA untuk disyahadatkan, tapi mereka mengarahkan saya ke Hidayatullah,” ucap Yusuf menirukan keterangan muallaf itu.

Ada rasa penasaran pada diri pengurus dan si-muslimah di balik kejadian yang sempat menghebohkan itu. Apalagi, sebelumnya si muslimah mengaku kalau dari pihak keluarga besarnya yang berdomisili di Manado telah menerima keislamannya sejak awal.   Setelah diselidiki, terungkaplah bahwa dalang provokasi itu adalah oknum misionaris.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

“Padahal, kalau masyarakat asli Papua sendiri (sekalipun non Muslim) sangat ramah dengan keberadaan kaum muslimin,” terangnya.

Karakter baik lain yang dimiliki orang orang Papua, kata Yusuf, mereka sangat  hormat kepada guru. Putra pasangan Sahid dan Nur Bania ini mengisahkan kejadian unik yang pernah dialaminya. Suatu malam ia  dalam perjalanan pulang dakwah.

Saat asyik memacu kuda besi, tiba-tiba ada empat pemuda mabuk menghadang laju motornya. Mereka berempat meminta uang. Namun ketika Yusuf membuka helmnya, mereka kaget karena tidak menyangka yang mereka hadang adalah Yusuf yang sudah dikenal sebagai salah satu ustadz di daerah tersebut. Sejurus kemudian mereka meminta maaf dan mencium tangan suami Nur Hidayati ini.

“Itu karakter dasar orang Papua asli. Mereka baik-baik sama kita (umat Islam),” tandasnya.

Terpikat dengan Papua

Yusuf sejatinya bukanlah orang  asli Papua. Ia berasal dari Sulawesi. Tapi untuk dakwah, ia lebih tertantang berkiprah di pulau yang masyhur dengan burung cinderawasihnya itu. Sudah hampir sepuluh tahun ia menebarkan cahaya Islam di sana. Adapun alasannya memilih Papua, karena di daerah yang terletak di ujung timur Indonesia ini, masyarakatnya masih sangat butuh pembinaan, sedangkan stok dai yang ada sangat minim.

“Terutama daerah-daerah trans ataupun perbatasan. Masih banyak yang belum tersentuh dakwah, sedangkan misinionaris telah masuk ke sana,” jelasnya.

Yusuf Qardhawi
Yusuf Qardhawi

Dai kelahiran 1982 ini mengungkapkan, bersama dai yang lain, ia rutin melakukan pembinaan ke daerah-daerah tersebut. Bahkan tak jarang, karena jauhnya jarak yang ditempuh dan beratnya medan, ia kerap bermalam di lokasi pembinaan.

“Ada tempat binaan, bila kita tidak datang, jamaah shalat Jum’at akan mengganti dengan shalat Dzuhur karena tak ada yang menggantikan. Ada juga daerah binaan yang jauhnya 200 kilometer.

“Tidak ada pilihan, kita harus menembus tempat itu, karena tidak ada dai lain yang berhasrat berdakwah di sana,” terangnya.

Hal itu pula yang membuatnya merasa lebih bermanfaat untuk tinggal di Papua, “Kalau di Papua seminim apapun ilmu yang kita miliki, bisa langsung kita bagi di masyarakat. Berbeda dengan daerah lain, khususnya Jawa, sudah banyak orang pintar,” kata Yusuf.*/Robinsyah, dikutip dari Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwahmisionarisPapua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingin Jadikan Pusat Pendidikan Masyarakat, Masjid Ini Gelar Kajian Keluarga Islam
Tulisan selanjutnya Al-Mutakabbir, Yang Memiliki Kebesaran (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?