Hidayatullah.com– Tabung Wakaf Infaq mengadakan acara Seminar Wakaf dan launching buku Bahagiamu Lengkap dengan Wakaf di hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Seminar yang bertema “Peran Ulama dalam Membangkitkan Potensi Umat Melalui Wakaf” ini menghadirkan narasumber Dr. KH. Amin Suma (Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa), Banu Muhammad H. SE. M. SE. (Dosen & Kepala PEBS FE UI), Jurist E. Robbyantono (Ketua Divisi Pengelolaan Wakaf BWI), serta Ahmad Sonhaji S. Ag (GM Social Development Dompet Dhuafa).
Ahmad Sonhaji mengungkapkan bahwa pengelolaan aset wakaf di Indonesia ini belum produktif. “Maka dari itu marilah pegiat wakaf kita produktifkan wakaf di Indonesia,” jelas penulis buku Bahagiamu Lengkap dengan Wakaf ini.
Setidaknya, ada tiga alasan yang melatarbelakangi Sonhaji menulis buku tersebut. Pertama, untuk menyadarkan masyarakat bahwa potensi wakaf itu harus dimaksimalkan.
Kedua, tambah dia, menjadi media sosialisasi wakaf terhadap masyarakat. [Baca: Wakaf di Indonesia Dinilai Belum Berdampak Besar]
“Yang ketiga, memberikan penyadaran yang semakin kuat bahwa ada potensi umat Islam dengan contoh-contoh real yang kita berikan agar ketertarikan masyarakat untuk berwakaf, pada akhirnya ini akan menjadi pilar penguat umat Islam dalam kesejahteraan,” ungkapnya saat ditemui usai acara, Kamis (12/05/2016).
Bahagia dengan Wakaf
Saat ditanya terkait judul bukunya, Sonhaji menjelaskan makna bahagia yang dimaksud dalam bukunya.
“Bahagiamu lengkap dengan wakaf, pasti bahagia. Karena orang yang berwakaf, satu, dia pasti bahagia di dunia, dia bisa melihat aset wakafnya dimanfaatkan kemaslahatan umat. Ketika dia meninggal dunia, dia juga bahagia, karena pahalanya terus mengalir. Maka di situ Bahagiaku Lengkap dengan Wakaf,” pungkasnya.
Sonhaji juga mengungkapkan, ada beberapa hal dalam pembentukan karakter masyarakat terkait pentingnya aset wakaf.
“Yang pertama, karakter masyarakat secara umum untuk dapat mereka berwakaf dengan segala keikhlasannya mereka perlu contoh. Perlu portofolio model aset wakaf bagaimana, sehingga apa yang dia wakafkan tidak sia-sia.
Yang kedua, kita perlu sinergi untuk memaksimalkan aset wakaf agar memiliki nilai manfaat yang banyak, dan masyarakat perlu melihat sinergitas para pegiat wakaf itu,” tukasnya.
Acara yang dilaksanakan di lantai 12 ini dihadiri oleh puluhan tamu undangan dari berbagai lembaga wakaf dan lembaga lain di Indonesia, bahkan Filipina. [Baca juga: Potensi Wakaf Sangat Besar, Urusan Sertifikasinya Perlu Satu Atap]* Kiriman Ali Muhtadin




