Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Roma dan Kekaisaran Romawi Kuno: Saksi Pergulatan Kekristenan dan Paganisme [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Mei 2016 16:57 4:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Mei 2016 18:00
Bagikan
Roma
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Sebaliknya Kristen telah banyak mengalah dan mengadopsi aspek-aspek ajaran pagan didalam pokok ajaran Kristen. Trinitas sendiri adalah contoh paling nyata dari akomodasi Kristen terhadap ajaran pagan.

Trinitas dewa-dewi sangat mudah dijumpai di kepercayaan Mesir kuno, India, Jepang, Babilonia, dan lainnya. Ditambah pula dengan berbagai perayaan pagan yang diadopsi Kristen seperti Natal pada 25 Desember (yang diyakini sebagai hari lahir Dewa Mithra yang disembah militer Romawi), Hari Paskah (Easter), Hari Helloween dan lainnya.

Akomodasi yang luar biasa terhadap ajaran paganisme ini mungkin dapat dipahami sebagai faktor yang mendorong kesuksesan Kristen memikat kekaisaran Romawi dimulai dari Ratu Helena dan Kaisar Konstantin. Meski kaum pagan Romawi membenci Kristen, namun aksi persekusi terhadap kaum Kristen tidaklah sebesar dan sistematis sebagaimana sejarah upaya Romawi Kristen untuk melenyapkan paganisme dan melakukan pembantaian terhadap kaum pagan.

Kembali ke Kota Roma dengan berbagai peninggalan monumen sejarahnya, saksi pergulatan paganisme dan christiniaty (kekristenan) dalam kurun sejarah panjang Kota ini mungkin terilustrasikan dengan sangat sempurna oleh monumen Trevi Fountain (atau Air Mancur Trevi).

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Dahulunya air mancur ini bukan dimaksudkan sebagai air mancur melainkan diawali untuk membuat sebuah saluran air yang dapat menghantarkan air ke Pantheon dan pemandian air panasnya. Rencana pembangunan saluran air (aquaduct) yang terletak di tengah Kota Roma ini awal mulanya diperintahkan oleh Jendral Agrippa (64SM-12M) yang merupakan menantu Kaisar Romawi Augustus.

Menurut legenda, saluran air ini awal mulanya dinamai dengan ‘Aqua Virgo’ karena seorang gadis memabntu pasukan Romawi untuk mencari sumber air bagi saluran air ini. Lokasi saluran air yang terletak diantara tiga jalan (Trivia) membuat saluran ini sekarang disebut dengan Trevi Fountain (Fontana di Trevi).

Saluran air ini sendiri telah dirombak berulan kali pada Abad Pertengahan untuk perbaikan sebagai akibat serangan dari musuh-musuh Romawi.

Uniknya, perbaikan-perbaikan yang dilaksanakan terhadap Trevi Fountain selalu dipimpin oleh Paus-Paus dengan menugaskan kepada para arsitek-arsitek Itali.

Paus Nicholas V sekitar 1400M menugaskan Diovan Battista Alberti untuk memperbaikinya agar dapat mengalirkan air lagi dari Sungai Tiber sebagaimana telah bermanfaat bagi Kota Roma selama tiga abad.

Di tahun 1625 Paus Urban VIII menugaskan Gian Lorenzo Bernini untuk merekonstruksi ulang dengan desain baru. Namun karena kekurangan dana, proyek ini akhirnya terhenti.

Baru setelah 90 tahun kemudian akhirnya, Paus Clement XII memulai sayembara untuk menentukan seniman (artist) yang ditugaskan membangun kali ini sebagai sebuah fountain atau air mancur.

Adalah Niccolo Salvi yang mendesain ulang air mancur itu. Meski kredit terbesar diberikan kepada Niccolo namun beberapa seniman yang datang kemudian-lah yang menyempurnakan hingga seperti saat ini termasuk dengan konstruksi patung dewa Neptunus, yang merupakan dewa laut dalam agama mitos Romawi. Dalam mitologi Yunani, ia dikenal sebagai Dewa Poseidon.

Ornamen Trevi Fountain juga dilengkapi oleh patung dua kuda yang melambangkan air laut yang bergolak dan air tawar yang tenang. Disisi kiri dan kanan patung Neptunus terdapat dua wanita yang melambangkan kesuburan dan kesehatan untuk melambangkan manfaat meminum air segar dari tugu ini. Juga dua ukiran diatas patung neptunus yang melambangkan penugasan Agrippa untuk membuat air mancur tersebut dan bantuan gadis muda untuk mencari sumber mata airnya. Dilegendakan pula menurut takhayul (mitos) bahwa siapapun yang melemparkan koin kedalam air mancur itu akan ditakdirkan kembali berkunjung ke Roma.

Sejarah pergulatan Kristen dan paganisme dalam kekaisaran Romawi, dan sejarah konstruksi Trevi Fountain dengan simbol patung pagan, Dewa Neptunus, yang dilaksanakan oleh para paus/uskup agung sedikit banyak mengisahkan kepada kita bagaimana pergulatan antara dua musuh bebuyutan (Kristen dan paganisme) dan juga ‘melunaknya’ Kristen terhadap simbol-simbol paganisme.

Tidaklah mengherankan bahwa beberapa penulis Barat dengan yakin menyatakan bahwa selama 1500 tahun belakangan agama Kristen telah berubah dari monotheistik menjadi politheistik.*/Ady C. Effendy, kandidat doktor, pemerhati peradaban dan agama. Bahan diambil dari berbagai sumber

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ItaliaLaziopaganismRomaRomawi kunovatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Biarkan Pawai Bendera Israel dan Penyebaran Simbol Palu-Arit
Tulisan selanjutnya Perang di Yaman Sebabkan Pasien Kanker Telantar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?