Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Apakah Anda Peduli pada Sesama Ramadhan Ini?

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Juni 2016 16:48 4:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 Juni 2016 16:20
Bagikan
Bagikan

BAGI kawula muda, bahagia merupakan kata yang amat didamba plus sering diumbar, entah via coretan, atau via status di media sosial, sampai pada ungkapan-ungkapan keseharian. Dan, yang menarik untuk diperhatikan adalah apakah dalam bulan Ramadhan ini kita berbahagia?

Sebuah studi dari University of Southern California menyimpulkan bahwa orang yang mengabadikan seluruh kegiatan harian untuk dipamerkan di media sosial, merupakan kelompok orang yang lebih bahagia.

Artinya, semakin seseorang sering memotret, kemudian diunggah ke media sosial, berarti orang itu telah bahagia. Sebaliknya, yang tidak memotret dan tidak mengunggahnya ke media sosial bisa kurang bahagia.

Mungkin sebagian kawula muda yang kurang teliti bisa langsung menelan hasil riset tersebut. Tetapi, apakah iya orang tua kita, yang religius, yang tidak main media sosial dan tidak suka memotret makanan yang akan dimakan di rumah makan tidak bahagia?

Atau mungkin, mereka yang sebaya dengan kawula muda, yang berada di pesantren dan atau yang sedang kuliah, namun secara sengaja menghindarkan diri bermain gadget secara tidak proporsional tidak bahagia? Sementara mereka sedang berjibaku dengan pelajaran, kitab demi merengkuh ilmu untuk masa depan mereka, membanggakan kedua orang tuanya dan ingin sekali hidup bermanfaat, juga tidak bahagia?

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Jika yang dimaksud riset di atas adalah senang, mungkin bisa diterima akal sehat. Tetapi, kalau bahagia belum tentu. Apalagi, seperti jamak dipahami, umumnya orang memasang status atau mengunggah foto dan video di media sosial yang paling ditunggu adalah like dari banyak akun. Semakin banyak yang like, semakin senanglah hati kita. Tapi, andai like itu datang tidak sesuai harapan, atau malah muncul comment diluar dugaan, semakin tidak tenanglah diri kita.

Oleh karena itu, tidak ada bahasan tentang kebahagiaan yang betul-betul valid selain merujuk pada apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam dan para sahabat setianya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia mengatakan, “Datang seorang laki-laki dan berkata kepada Nabi, Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama (terbaik)?”

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Engkau bersedekah dan engkau dalam keadaan sehat dan sangat menginginkan, engkau takut kefakiran dan menginginkan kekayaan, dan janganlah engkau lalai. Hingga apabila (napas) telah sampai di kerongkongan, engkau berkata: Untuk fulan sekian dan untuk Fulan sekian, dan telah menjadi milik Fulan!” (HR Bukhari).

Care itu Membahagiakan

Hadits ini nampaknya sangat memotivasi seorang sahabat yang bernama Abu Thalhah dan istrinya Ummu Sulaim. Keduanya benar-benar ingin mendapatkan apa yang kita damba dengan nama kebahagiaan itu. Yang menariknya, upaya mereka berdua juga merupakan hadits Rasulullah.

Imam Muslim meriwayatkan, Dikisahkan pada suatu hari seorang musafir menemui Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dan berkata, “Ya Rasulullah saya sangat kelaparan dan Engkaulah orang terbaik yang pernah kudengar”

Selanjutnya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam mendatangi seorang Istrinya dan berharap ada makanan yang dapat di berikan oleh musafir tersebut. “Tidak ada apa-apa kecuali hanya air minum”, jawab Istrinya. Jawaban serupa beliau peroleh tatkala memasuki rumah istri-istrinya yang lain. Karena tidak ada makanan sedikitpun. Maka Rasulullah menemui para sahabatnya.

Kemudian Rasulullah berkata kepada para sahabatnya “Siapa yang bersedia menjamu tamuku ini, InsyaAllah, akan mendapat Rahmat-Nya”.

Kemudian Abu Thalhah maju dan berkata “Ikutlah bersama ku wahai saudaraku, InsyaAllah aku bisa membantumu”. Lelaki tersebut akhirnya dibawa oleh Abu Thalhah kerumahnya, setelah sampai dirumahnya dipersilahkan tamunya untuk masuk. Selanjutnya Abu Thalhah menemui Istrinya dan berkata : “Adakah makanan buat tamu Rasulullah ini?”.

“Secuil makanan pun tidak ada, kecuali untuk sekali makan untuk anak kita”, jawab Rumaisha binti Milhan atau Ummu Sulaim istri Abu Thalhah.

Abu Thalhah berkata : “Baik lah tidurkan saja anak kita, dan hidangkan makanan itu buat tamu kita”.

Kemudian dengan senyum istrinya menemuinya & menghidangkan sepiring makanan untuk tamunya tersebut. Kemudian Tamunya tersebut berkata : “Aku hanya mau makan, apabila anda ikut makan bersama saya disini”.

Abu Thalhah berkata :”Silahkan Anda makan disini sedangkan saya akan makan bersama dengan Istri saya didapur”. “Baiklah”, jawab tamunya tersebut.

Selanjutnya Tamu itu makan dengan lahapnya. Dari tempat duduknya tamu tersebut melihat bayangan Abu Thalhah dan istrinya seperti seolah-oleh sedang makan, dia pun mendengar suara piring dan sendok beradu. Sang Tamu tidak menyadari bahwa Abu Thalhah dan istrinya sedang berpura-pura makan.

Setelah kenyang tamu tersebut hendak pamit, dan setelah mengucapkan terimakasih, tamu tersebut pergi. Tinggallah Abu Thalhah dan Istrinya serta anaknya menahan lapar diperutnya.

Keesokan harinya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menyambut Abu Thalhah dengan senyum lebar. “Ketahuilah sahabatku, Allah Ta’ala terpesona dengan pengorbanan kalian sekeluarga, kemudian Rasulullah membaca wahyu yang baru saja turun:

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

 “…..dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9).

Jadi, mumpung masih Ramadhan, apakah kamu benar-benar care sama sesama, peduli terhadap saudara yang membutuhkan?

Jika kamu peduli, turun tangan membantu, baik dengan langsung berdonasi ke sasaran, atau yang lebih tepat melalui lembaga penyaluran yang terpercaya, jarak kamu dengan kebahagiaan pasti tinggal sedikit sekali. Dan, untuk itu, kamu tidak mesti potrat-potret pamer aktivitas diri, sementara lupa menjadi pribadi bermanfaat bagi sesama. Untuk itu, siapkan sedekah dan zakatmu untuk membersihkan diri, mensucikan harta sekaligus memberdayakan sesama.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ABGanak mudakawula mudaRamadhanzakat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cegah Pemurtadan, Arimatea Perkenalkan Simbol-simbol ‘Kristenisasi’
Tulisan selanjutnya Zionis Mencegah Masuknya Makanan Sahur ke Masjid Al Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?