Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Menjaga Sensitifitas Ibadah dengan Beri’tikaf

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juni 2016 13:28 1:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juni 2016 13:28
Bagikan
Ramadhan di Istiqlal
Bagikan

DALAM Islam, seseorang bisa beri’tikaf di masjid kapan saja, namun dalam konteks bulan Ramadhan, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam senantiasa beri’tikaf di 10 hari terakhir. Aisyah ra. meriwayatkan, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

I’tikaf dilaksanakan dengan niat beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Kesepakatan (ijma’) menyebutkan, ia adalah ibadah yang disyariatkan dan disunnahkan.

Imam Ahmad berkata, “Sepengetahuanku, tidak ada seorang pun dari ulama yang mengatakan i’tikaf bukan sunnah.”

Sementara Ibnu Qayyim berkata, “i’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh dihadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wata’ala

Hal inilah yang kemudian dilakoni oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, istri-istri, para sahabat dan para ulama dalam menghidupkan dan semakin meningkatkan ibadah di penghujung Ramadhan.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Ironisnya, perlakuan tersebut sangat jauh berbeda dengan perlakuan mayoritas umat Islam dalam menghidupkan ibadah di penghujung Ramadhan saat ini. Kualitas ibadah terpelihara hanya di 10 hari pertamasaja. Mesjid-mesjid ramai dipenuhi oleh Jama’ah. Tilawah Al-Qur’an masih terjaga. Infak-infak mudah terderma. Namun, ketika memasuki 10 hari kedua, amalan-amalan tersebut mulai mengendur, hingga kemudian makin menyusut ketika memasuki 10 terakhir bulan Ramadhan.

Hal tersebut mengindikasikan bahwasanya ibadah-ibadah di penghujung Ramadhan kehilangan sensitifitasnya. perhatian tidak terfokus kepada peningkatan ibadah melainkan teralihkan kepada persiapan menyambut hari raya Iedul Fitri, berbelanja,membuat kue, mudik, dan lain sebagainya.

Tentunya hal ini patut kita prihatinkan, sebab begitu jauhnya kita dari tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam Oleh karena itu, untuk menghindarinya maka hendaklah kita beri’tikaf sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Sebagi sarana untuk menjaga sensitifitas ibadah yang sudah terbentuk sejak awal Ramadhan.

Terlebih lagi dengan turunnya lailatul qadardi 10 malam terakhir, yaitu malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Hal ini jugalah yang kemudian menjadi penyebab Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, para sahabatnya, dan orang-orang shalih yang mengikutinya justru semakin meningkatkan ibadahnya di 10 hari terakhir Ramadhan yang dijalaninya dengan beri’tikaf.

Sebab mereka meyakini begitu banyak kemuliaan-kemuliaan yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala di penghujung Ramadhan termasuk kemuliaan mendapatkan lailatu qadar. Mereka memusatkan perhatian dan menghidupkan malam dalam rangka bertaqarrub kepada Allah Swt dengan melaksanakan shalat wajib dan shalat-shalat sunnah, berdzikir, mambaca dan tadabbur Al-Qur’an, serta berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwasanya para salafusshalih tidak tidur di malam hari sebab menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an. Kebanyakan dari mereka mengkhatamkan Al-Qur’an di malam hari.

Utsman bin ‘Affan, misalnya, mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an setiap hari di bulan Ramadhan. Imam Syafi’i bahkan mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali selama bulan Ramadhan, di luar yang ia baca dalam shalat Tarawih. Sementara Aisyah, istri Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, biasa membacaAl-Qur’an pada waktu subuh, dan apabila matahari telah terbit ia pun tidur.

Sebenarnya, tradisi tersebut juga telah diteladani oleh kaum muslimin saat ini. Akan tetapi belum merata di berbagai daerah. Hanya daerah tertentu saja. Di Yaman misalnya. Dari seorang syaikhoh yang pernah menjalani i’tikah di Yaman, menuturkan bahwasanya peserta i’tikah di Yaman tidak tidur sejak habis tarawih. Mereka menghidupkan malam dengan berdzikir, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an serta mendirikan shalat malam. Nanti ketika masuk waktu syuruq, barulah mereka tidur sejenak. Masya Allah . . .

Ketahuilah, bagi seorang Muslim pada bulan Ramadhan berkumpul dua jihad atas dirinya; jihad di waktu siang dalam rangka berpuasa, serta jihad di waktu malam dalam rangka shalat dan membaca Al-Qur’an. Barangsiapa yang mengumpulkan jihad ini, serta menunaikan keduanya seraya bersabar, maka pahalanya akan dipenuhi tanpa batas.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan orang-orang shalih tersebut sebagi teladan, dalam upaya menjaga sensitifitas ibadah di penghujung Ramadhan dengan ganjaran pahala tanpa batas. Semoga kita bisa belajar dari semangat orang-orang shalih dalam menjadikan Ramadhan puncak penghambaan dan pengokohan takwa. Wallahu a’lam bishawwab.*/Mustabsyirah, pegiat komunitas menulis PENA Malika

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Qurani'tikafPuasaRamadhanRamadhan 1437 H
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki dan Israel Segera Saling Mengirim Duta Besar
Tulisan selanjutnya Zona Bebas Pajak Sedang Dibangun, Normalisasi Hubungan Turki-Israel akan Mendongkrak Perekonomian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?