Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Mohammad Natsir: Menteri Tidak Punya Uang, Tidak Punya Rumah, Beras Dikirimi Buya Hamka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Maret 2023 14:05 2:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2023 14:04
Bagikan
Mohammad Natsir Menteri Penerangan RI, petinggi Partai Masyumi yang hanya memakai jas bertambal dan dikenal sebagai menteri miskin
Bagikan

Mohammad Natsir adalah pemimpin yang sebenarnya, rela berkorban dan mencurahkan hidup pada sesama, walaupun ia miskin, menteri tak punya rumah, hidup di balik jeruji besi

Oleh: Pizaro Gozali Idrus

Hidayatullah.com | JIKA para pejabat tinggi di negeri ini kini terus disoroti karena pamer kemewahan (flexing) dari harta yang dimiliki. Para petinggi RI zaman dahulu justru banyak dikenang lewat kesederhanaannya.

Meski memiliki posisi tinggi sebagai elite negeri, para pendiri bangsa hidup sangat sederhana jika tak mau dibilang miskin. Bahkan banyak di antara mereka tidak punya uang.

Untuk makan pun, harus dipasok beras oleh koleganya. Tidak ada pemandangan para bapak bangsa itu memakan uang haram. Hidup bergelimang harta lewat deretan jabatan komisaris.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Para bapak bangsa itu bahkan rela hidup miskin ketimbang memakan uang yang bukan haknya. Mereka menghindari gaya hidup perlente karena sadar jabatan adalah amanah.

Salah satu sosok pendiri bangsa yang patut diteladani adalah Mantan Perdana Menteri RI Mohammad Natsir. Mantan Ketua PP Muhammadiyah Dr Amien Rais punya pengalaman sendiri soal ini.

Lewat tulisannya Natsir, Menteri Tak Punya Uang, Tak Punya Rumah (1993), Amien Rais bercerita suatu ketika seorang tokoh umat di Banjarmasin bernama Muis, yang juga sahabat Natsir kehabisan bekal di Jakarta ketika akan pulang ke Banjarmasin.

Merasa sebagai sahabat, ia mencoba meminjam uang dari Natsir yang waktu itu menjabat sebagai Perdana Menteri. Apa jawaban Natsir?

“Kalau mau pinjam uang pribadi kebetulan saya tak punya. Tetapi saudara bisa pinjam uang dari majalah yang saya pimpin. Nanti pinjaman itu diperhitungkan..,” tulis Amien Rais seperti diucapkan Natsir.

Waktu mendengar cerita itu, Amien tidak percaya. Bagaimana mungkin seorang pemimpin negara, seorang Perdana Menteri, suatu jabatan negara yang demikian tinggi, sampai tidak mempunyai uang.

“Barangkali, hal seperti itu merupakan sesuatu yang aneh menurut sementara orang. Tetapi itulah tokoh Natsir yang agaknya merupakan manusia langka,” ucap dia.

Natsir yang lahir di Alahan Panjang, Sumatra Barat tahun 1908 ini tidak pernah berubah, baik sifat maupun penampilan. Bahkan saat menjadi Menteri Penerangan RI, petinggi Partai Masyumi itu memakai jas bertambal.

“Pakaiannya sungguh tidak menunjukkan dia seorang menteri dalam pemerintahan,” tulis Guru Besar Universitas Cornell, George McTurnan Kahin dalam buku Natsir, 70 Kenang-kenangan Kehidupan dan Perjuangan (1978).

Informasi mengenai kesederhanaan Natsir juga diutarakan oleh cucu Buya Hamka, Minong Arifin.  Ia mengenang pengalaman ibundanya, Azizah Hamka, menemui Natsir pada tahun 1970-an atas perintah Buya Hamka.

Azizah Hamka datang ke rumah Natsir untuk membawa beras karena pemimpin Masyumi itu hidup miskin dan tidak punya uang.  “Saat itu Pak Natsir tidak memiliki beras di rumahnya. Bu Azizah datang untuk memberikannya,” ucap Minong kepada penulis pada Kamis 23 Maret 2023.

Menurut Minong, Buya Hamka selalu teringat Natsir jika memiliki beras berlebih di rumahnya.  “Nambo kalau dapet beras, dia selalu ingat ke Pak Natsir karena suka berlebih dirumah. Dia ambil secukupnya, sisanya dibagi-bagi ke saudara-saudara, padahal anaknya banyak,” tambah Minong.

Namun meski hidup kekurangan, Natsir tidak pernah melupakan orang lain. Meski raganya di penjara, Natsir adalah orang yang sibuk memikirkan nasib umat, bangsa, dan kawan-kawannya.

Hal itu sebagaimana diutarakan oleh Buchori Tamam yang merupakan salah satu pendiri DDII dan pembantu Natsir. Buchari bercerita saat Natsir di penjara, dirinya selalu diperintahkan itu untuk mengantarkan bantuan kepada para keluarga yang tengah kesulitan.

“Dari karantina politik di Malang, datang tugas dari Pak Natsir. ‘Cari dana untuk si Anu, untuk Pak Anu. Antarkan bantuan untuk keluarga Pak Anu. Untuk keluarga pak Fulan. Alhamdulillah semuanya dapat saya laksanakan dengan baik,” ucapnya dalam buku 70 Tahun H Buchari Tamam Menjawab Panggilan Risalah (Media Dakwah, Jakarta: 1992).

Di situlah Buchori sangat kagum melihat kebesaran Pak Natsir. Natsir adalah pemimpin yang sebenarnya-benarnya.

Ia rela berkorban dan mencurahkan hidup untuk membantu sesamanya, walaupun ia juga hidup miskin dan hidup di balik jeruji besi.“Walaupun sedang dipenjara. Pak Natsir tetap memikirkan nasib orang lain. Dan tak pernah berhenti,” kenang Buchari Tamam.*

Peneliti Politik Luar Negeri Mohammad Natsir, Mahasiswa Ph.D Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinementeri miskinMohammad NatsirPartai Masyumipejabat flexingPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Partai pelita Din Syamsuddin: Larangan Buka Bersama Tidak Adil, Bukankah Presiden juga Adakan Acara Pernikahan Anaknya yang Mewah?
Tulisan selanjutnya Selama Ramadhan, Hiburan Malam di Surabaya Dilarang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?