Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Serang Pejuang dan Bantu ‘Israel’ Kepung Kamp Pengungsi, Dimana Otoritas Palestina Berpihak?

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Januari 2025 13:33 1:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Januari 2025 13:29
Bagikan
Petugas keamanan Otoritas Palestina (PA) menangkapi warga Palestina di Tepi Barat
Bagikan

Otoritas Palestina (PA)  dibentuk oleh Kesepakatan Oslo tahun 1993 oleh AS dan penjajah ‘Israel’, sekarang menjadi tangan kanan penjajah melawan rakyat dan pejuang Palestina

Hidayatullah.com | SUMBER media ‘Israel’ telah mengungkapkan bahwa Tel Aviv memberi tahu pejabat Otoritas Palestina (PA) tentang keputusannya untuk melakukan operasi militer di Jenin dan kamp pengungsiannya di Tepi Barat yang dijajah sebelum melancarkan serangan.

Menurut Channel 12, pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA) mundur dari Jenin, yang telah mereka kepung, untuk memungkinkan operasi militer penjajah ‘Israel’ bisa maju. Akibatnya, enam warga Palestina tewas dalam serangan ‘Israel’ di Jenin, sekitar 35 lainnya terluka.

Sejak Senin, tentara ‘Israel’ telah memasang gerbang besi di pintu masuk kota-kota dan desa-desa di seluruh Tepi Barat yang dijajah. Tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas untuk memperketat blokade di wilayah tersebut dan memecahnya menjadi zona-zona terisolasi, membatasi pergerakan penduduk, dan menerapkan hukuman kolektif.

Otoritas Palestina (PA) telah mengepung kamp pengungsi Jenin selama sekitar 43 hari sebagai bagian dari kampanye untuk menumpas perlawanan.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Hal ini telah mengakibatkan gugurnya sembilan orang, termasuk jurnalis Shatha Al-Sabbagh, Yazeed Ja’ayseh, tiga anak, seorang ayah dan putranya, selain penangkapan puluhan warga Palestina, termasuk perawat yang memberikan perawatan medis kepada penghuni kamp.

Tak Ikut Perang, Otoritas Palestina Berambisi Memerintah Gaza setelah Perang

Menurut Quds News Network (QNN),  pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA) telah menembak dan membunuh seorang pemuda Palestina di Jenin, saat serangan militer ‘Israel’ di kota Tepi Barat yang dijajah dan kamp pengungsi di hari kedua.

“Pasukan PA saat ini beroperasi secara rahasia di beberapa bagian kota dengan koordinasi dengan tentara ‘Israel’ pada hari Rabu,” kutip akun X, QNN.

Akun berita berbasis di Gaza juga melaporkan, pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA) telah mengeksekusi seorangn pejuang perlawanan muda di Jenin. Sementara pasukan penjajah ‘Israel’ melanjutkan invasi mereka ke kota tersebut.

“Breakingnews: Bertepatan dengan agresi ‘Israel’ yang sedang berlangsung di Jenin, pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA) mengejar tersangka pejuang perlawanan di luar Rumah Sakit Al-Razi di kota tersebut, berkoordinasi dengan tentara penjajah ‘Israel’,” kutip akun Quds News Network (QNN).

BREAKING: Coinciding with the ongoing Israeli aggression on Jenin, Palestinian Authority (PA) security forces are chasing suspected resistance fighters outside the Al-Razi Hospital in the city, in coordination with the Israeli army. pic.twitter.com/S7FIPh8uzy

— Quds News Network (@QudsNen) January 22, 2025

Sebanyak empat warga Palestina terluka, termasuk satu orang dalam kondisi kritis, akibat peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan penjajah ‘Israel’ di Jenin, menurut WAFA.

 “Sejak kemarin, tim kami memberikan layanan pertolongan pertama kepada sekitar 19 orang yang terluka dan mengangkut 7 jenazah dari mereka yang tewas,” kata  Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), dikutip kantor berita WAFA.

Hamas mengecam keterlibatan PA bersama ‘Israel’  

Sementara itu, Hamas mengecam keras pertumpahan darah warga Palestina yang terus berlanjut di tangan dinas keamanan Otoritas Palestina (PA), dengan mengatakan bahwa praktiknya di Tepi Barat “melewati semua garis merah dan norma nasional.”

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Hamas menuduh pasukan keamanan PA terus menyerang warga di Jenin, dengan mengatakan bahwa mereka melepaskan tembakan dan melukai seorang pemuda di kamp pengungsi Jenin dan menangkap warga yang terluka hari ini.

Otoritas Palestina Minta Imbalan Amerika Rp 680 Juta AS Dolar atas Aksinya Melemahkan Pejuang di Jenin

Hamas juga menuduh pasukan PA mengejar dan menargetkan pejuang perlawanan atas perintah pendudukan ‘Israel’ dan mengepung serta menyerbu Rumah Sakit al-Razi di Jenin sambil melepaskan tembakan di dalamnya.

Hamas juga menyebut praktik tersebut oleh pasukan keamanan PA sebagai “penyimpangan dari norma nasional” dan “kejahatan terhadap rakyat Palestina.”

Pernyataan itu menegaskan bahwa semua faksi perlawanan dan rakyat Palestina dari semua spektrum menolak ulah kerja sama keamanan PA dengan negara pendudukan ‘Israel’.

Ia menyerukan kepada faksi-faksi perlawanan dan tokoh-tokoh nasional di Tepi Barat untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran serius yang dilakukan Otoritas Palestina.

Hubungan Otoritas Palestina dengan penjajah ‘Israel’

Otoritas Palestina (PA) –yang sebagian masyarakat memahaminya sebagai “Pemerintah Palestina” didirikan tiga dekade lalu di bawah Kesepakatan Oslo 1993-1995. PA adalah “pemerintahan terbatas” tugasnya mengawasi Tepi Barat dan Gaza.

Pembentukan Otoritas Palestina (PA) dimaksudkan untuk membuka jalan menuju “negara Palestina yang merdeka”  tetapi saat ini tidak lebih hanya kekuatan nyata dan beroperasi di bawah kendali militer penjajah ‘Israel’.

Di bawah Kepakatan Oslo, AS dan penjajah ‘Israel’ menunjuk pemimpin PLO, Yasser Arafat sebagai pemimpin “pemerintahan otoritas Palestina” mengabaikan Hamas, yang lebih dipercaya rakyat.

Meski demikian PA diakui sebagai wakil resmi Palestina, salah satunya di Indonesia. Sementara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), PLO yang sudah menjadi perwakilan Palestina di PBB sejak 1974.

Otoritas Palestina juga mendapatkan pengakuan dan bantuan dari Uni Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara Barat lainnya. Sejak mendapatkan pengakuan-pengakuan itu, maka Palestina secara resmi diperbolehkan untuk memiliki kepolisian sendiri, namun tugasnya tidak lebih dari menjaga keamanan ‘Israel’yang ujungnya banyak menangkapi para pejuang Palestina sendiri.

Sesuai Kesapakan Oslo –yang dirancang AS dan ‘Israel’—Palestina mengadakan Pemilu, yang akhirya dimenangkan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas). Hasil Komisi Pemilihan Palestina menunjukkan, Hamas meraih 76 % dari Kelompok Fatah (yang sekuler, organisasi paying PLO) di semua  wilayah, termasuk Tepi Barat dan Gaza. Menandai kemenangannya Hamas tetap bertekad melanjutkan perjuangan melawan penjajah ‘Israel’, satu hal yang tak diinginkan AS dan penjajah.

Karena kedua pihak gagal mencapai kesepakatan berbagi kekuasaan pemerintah, menyebabkan Hamas mengambil alih Gaza tahun 2007. Pemimpin Hamas Ismail Haniyah membentuk pemerintahan baru pada 29 Maret 2006 yang sebagian besar terdiri dari anggota Hamas namun Fatah menolak untuk bergabung.

Kemenangan milisi pejuang Hamas berdampak perlakuan berbeda AS dan Barat. PA pimpinan Fatah diberi pengakuan dan dukungan internasional, sementara Gaza di bawah Hamas, ditetapkan sebagai “teroris” oleh Barat, bahkan diblokade dari darat, laut, dan udara di Gaza selama 18 tahun terakhir oleh ‘Israel’ dibantu Mesir, hingga hari ini.

Jumat lalu, Mahmoud Abbas mengatakan Otoritas (PA), yang tidak memiliki sejarah berperang dengan penjajah ‘Israel’ mengklaim siap memimpin penuh atas Jalus Gaza.* 

Otoritas Palestina Bukanlah Perwakilan Negara? Ini 10 Hal yang Perlu Anda Tahu

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineisraelkam pengungsi jeninKesepakatan OsloOtoritas PalestinaPApejuang palestinapenjajah IsraelPilihan RedaksiTepi BaratZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 8 Kota di Negara Arab Ini Masuk Peringkat Kota Teraman di Dunia
Tulisan selanjutnya ICMI Minta Dalang Pemasangan Pagar Laut di Berbagai Wilayah Diungkap dan Diadili

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?