Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

CSIS, Soeharto dan Kelompok Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2014 05:23 5:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Januari 2014 13:51
Bagikan
Dr Amien Rasi yang sempat dijululuki "Bapak Reformasi" karena perannya melengserkan Soeharto pada tahun 1998
Bagikan

Oleh: Nuim Hidayat

KETIKA masa reformasi memang Amien Rais dielu-elukan. Amien yang fasih dalam bicara social dan politik, menjadi magnet bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengakhiri pemerintahan Soeharto.

Bagaimana pandangan tokoh-tokoh Islam, terutama Masyumi dalam hal ini? Kebetulan penulis saat itu menjadi wartawan Media Dakwah, sedikit banyak memahami pandangan tokoh-tokoh itu tentang reformasi.

Setelah reformasi bergulir, Mansur Suryanegara pernah berceramah di ruang bawah masjid Istiqlal. Ia dengan tegas menyatakan bahwa reformasi ini adalah istilah Katolik.   Penulis sendiri yang sempat mengamati gerakan awal reformasi ini bergulir,

khususnya di UI, memang yang terlibat dalam demo-demo menyerukan reformasi bukanlah mahasiswa aktivis Lembaga Dakwah Kampus. Di UI Salemba, saat itu terlihat mahasiswa-mahasiswa tidak berjilbab dan ‘mahasiswa non Islam’ yang meneriakkan ‘reformasi-reformasi’.

Baca Juga

Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

Tokoh-tokoh yang bergerak di kampus-kampus juga bukan tokoh mahasiswa Islam. Tapi jaringan Famred dan ‘kelompok-kelompok kiri’ lainnya.  Di sisi lain kelompok non Islam juga mengkhawatirkan adanya kelompok Islam yang mulai mayoritas menguasai negeri ini. Munculnya Bank Muamalat, Republika, ICMI dan naiknya jenderal-jenderal Muslim sangat mengkhawatirkan mereka. Mereka yang sebelumnya menguasai negeri Islam ini, merasa terganggu dengan naiknya Muslim ke panggung militer dan politik. Kelompok-kelompok LB Moerdani tidak rela kelompok Prabowo-Wiranto-Feisal Tanjung dan lain-lain mewarnai militer yang selama ini mereka kendalikan.

Kelompok The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang banyak tokoh Katolik, mereka tersingkirkan setelah Seoharto dan Habibie merestui pembentukan ICMI.

CSIS menggandeng Gus Dur untuk melawan ICMI dengan membentuk diantaranya ‘Fordem’ (Forum Demokrasi). Ketika kelompok politik Islam semakin kuat, maka mereka mulai membentuk strategi yang serius untuk menumbangkan Soeharto.

Kebetulan Amien juga getol sejak 2003 telah mengkritisi Soeharto karena  Korupsi Kolusi dan Nepotismenya.  Bertemulah dua kepentingan itu. Kelompok non Islam yang ingin menggulingkan Soeharto karena terlalu dekat dengan Islam, dan kelompok pak Amien yang ingin menjatuhkan Soeharto karena KKN-nya.

Soeharto meski mulai mengambil kebijakan yang menguntungkan Islam, tapi ia tidak mencegah anak-anaknya terus bergelimangan dengan harta. Hal itulah yang menyebabkan banyak masyarakat marah terhadapnya.

Agendanya tentu lain. Kelompok non Islam (kelompok kiri, abangan dll), ingin menjatuhkan paket Soeharto-Habibie. Kelompok Amien ingin menjatuhkan Soeharto saja. Tentu bagi kelompok non Islam ini sudah sangat menguntungkan. Karena mereka melihat yang kuat kekuasaannya adalah Soeharto bukan Habibie. Mereka mempunyai strategi selanjutnya menggulingkan Habibie. Dan itu terbukti setelah Habibie memimpin negeri ini, mereka berteriak lantang menolak laporan pertanggunganjawabnya dalam Sidang MPR.

Penulis yang sempat menyaksikan demo-demo di Universitas Gunadarma dan UI, melihat betul bahwa yang menyerukan dan menggalang demo-demo itu bukan dari kelompok Islam. Bahkan ketika penulis melihat langsung mereka menduduki DPR/MPR penulis mendengar adanya bis rombongan GMKI (Gerakan Mahasiswa Katolik Indonesia) datang. Penulis kala itu ikut melihat dan mengamati langsung aksi-aksi demo yang marah kepada Soeharto berhari-hari.

Penulis juga sempat ke  Center for Policy and Development Studies (CPDS) saat itu yang diketuai Fadli Zon. Fadli saat itu memang dikenal dekat dengan jenderal-jenderal Islam, termasuk anak Soeharto, Mbak Tutut (Siti Hardijanti Rukmana).

Fadhli Zon dikenal tokoh muda yang hebat. Dalam usia muda itu ia sudah membawahi para professor dan doktor. Ia dipercaya Prabowo ketika Prabowo menjadi Danjen Kompasus. Dan hubungan Prabowo dan kalangan Islam saat itu sangat dekat.

Prabowo juga dekat dengan Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) dan Dewan Dakwah. Ditengarai kedekatannya dengan Islam itulah maka tidak heran ketika reformasi berlangsung Prabowo menjadi kambing hitam, baik di internet maupun media-media cetak.

Waktu itu KISDI dikomandani oleh tokoh-tokoh Islam: Ahmad Sumargono, Hussein Umar, KH Cholil Ridwan (sekarang di MUI) dan KH Rasyid Abdullah Syafii.

Penulis ingat ketika reformasi mengalami puncaknya, diadakan rapat untuk menggalang demo dari kelompok Islam yang dipimpin KH Cholil Badawi (alm). Saat itu kumpul tokoh-tokoh (alm) Ahmad Sumargono dan lain-lain. Mereka membuat agenda bahwa bila Soeharto turun, maka BJ Habibie harus naik. Saat itu dibagi beberapa kelompok dari masing-masing Ormas untuk menggalang kekuatan dan demo besar-besaran untuk menyerbu Gedung DPR/MPR dan mengosongkan massa di sana.

Ketika awal reformasi itu digulirkan, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, (alm) Anwar Haryono telah mewanti-wanti ‘jangan menari di atas gendang orang lain’, tapi nampaknya sebagian tokoh Islam tidak mendengarkan. Wallaahu aliimun hakiim.*/(bersambung)

Penulis Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonsia (DDII) Depok, Jawa Barat

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amien Rais
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nur Mahmudi Isma’il: Bangun Peradaban dengan Tidak Nyontek
Tulisan selanjutnya Munarman: Saya Memilih Murtad dari “Kesekuleran”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?