Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Homoseksual dan Kebebasan Seksual: Melawan Pancasila! 

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juni 2022 13:02 1:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juni 2022 07:09
Bagikan
Ilustrasi: Mahasiswa menolak rencana konferensi Lesbian, Homoseksual, Biseksual dan Transgender (LGBT) Maret 2010 di Surabaya
Bagikan

Tidak ada gen homo, homoseksual, LGBT dan penganut kebebasan seksual tentu saja bertentangan dengan nilai-nilai agama dan Pancasila

Oleh: Muhammad Iqbal, Ph.D

Hidayatullah.com | HARI ini  ini Hari ini bangsa kita memperingati hari lahirnya Pancasila yang menjadi pedoman dan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.  Fenomena sosial saat ini yang terjadi justru sangat memprihatinkan, yaitu berkembangnya kelompok homoseksual yang menamakan dirinya sebagai kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual,Transgender)  dan penganut kebebasan seksual yang tentu saja bertentangan dengan nilai-nilai agama dan Pancasila.

Isu  LGBT, dan kebebasan seksual yang kampanyekan secara global secara langsung sudah mendatangkan musibah penyakit bagi dunia, dalam beberapa minggu ini di Eropa ditemukan penyakit cacar monyet, bahkan di Spanyol sebuah spa tempat berkumpulnya kau homoseksual (gay) di tutup karena ternyata virus cacar monyet menyebar dan disebarkan dari komunitas homoseksual (LGBT), demikian juga dengan kasus HIV/AIDS bahkan diprediksi penyebaran HIV/AIDS pertama kali didapati pada kelompok homoseksual.

HIV/AIDS saat ini sudah merenggut 33 juta nyawa didunia, di tahun 2019 saja didapati 1,7 juta orang terinveksi HIV. Menurut data Ditjen P2P Kemenkes pada tahun 2019 didapati 50.282 terinveksi HIV dan 7.036 terkena AIDS. 71,6% berusia 25-49 tahun dan 14,1% berusia 20-24 tahun.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Dari ini juga menunjukkan bahwa Lelaki Seks Lelaki (LSL) angkanya 21,4% terus meningkat tahun 2010-2020 lebih tinggi dari heteroseksual (17,9%). Bahkan data tahun 2021 Kemenkes RI periode Januari-Juni faktor resiko penularan HIV-Aids terbanyak adalah kelompok Homoseksual (LSL & Waria) 26,2%.

Menurut dr.Dewi Inong Irna, Spkk (2022) yang aktif memberikan bantuan kepada penderita IMS akibat perilaku homoseksual mengatakan, perilaku homoseksual dan kebebasan  seksual adalah fenomena gunung es, karena diprediksi angka kejadian infeksi menular seksual (termasuk HIV/AIDS) sebenarnya banyak yang belum terdata/terdeteksi karena tanpa gejala. Menurut Dewi, resiko tertinggi perilaku seks anus laki-perempuan bukan suami istri juga beresiko tinggi tertular IMS yang ini merupakan bagian dari penyimpangan seksual.

Dalam pengalamanya menangani pasien yang melakukan kebebasan seksual dan  homoseksual, didapati mereka terkena Inveksi Menular Seksual (IMS) seperti sifilis, kutil kelamin, gonore, herpes kelamin, kanker mulut rahim, kanker dubur, limfogranuloma venereum, bahkan sarkoma kaposi generasi baru-virus HHV 8, muncul pertama pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) pelaku seks anal di Amerika tahun 2016.

Homoseksual bukan genetik!

Menurut penelitian yang dilakukan oleh ahli genetik Andrea Ganna dari MIT Harvard di Cambridge Massachusetts (2019,) yang melakukan penelitian kepada 500 ribu orang mengatakan bahwa LGBT bukan gen bawaan lahir tidak ada gen gay. Namun perilaku homoseksual terjadi karena pergaulan, lingkungan, budaya, keluarga yang bercerai, korban kejahatan seksual.

Demikian juga penelitian yang di publikasi di International Journal of Scientific and Technology Research “LGBT Among Students: A Case Study at Several Universities in Indonesia”  yang dilakukan Fatgehipon dkk, yang menemukan bahwa seseorang menjadi homoseksual adalah sebagai pilihan hidup karena beberapa faktor. Faktor pertama,  psikodimanik dari konflik yang tidak disadari dan perkembangan psikososial yang bermasalah, kedua. adalah pengalaman seksual yang buruk di masa lalu, ketiga, adalah trauma cinta seperti karena disakiti, dikecewakan, korban kekerasan oleh lawan jenis, dan keempat, kebutuhan seksual individu yang berbeda-beda.

Perilaku kebebasan seksual dan penyimpangan seksual di Indonesia sudah sangat memprihatikan, dalam survei terpadu Biologis dan Perilaku 2018-2019 yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI perilaku homoseksual 17% dilakukan oleh remaja usia 15-19 tahun. Median usia pertama kali melakukan seks vaginal dan anal adalah usia 18 tahun (termuda 14 tahun dan tertua 20 tahun) artinya kelompok remaja 19 tahun paling banyak.

Dalam Rencana Aksi Nasional 2015-2019 untuk menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia memerlukan dana  184,71 juta USD, pemerintah pusat sejak 2019 sudah mengalokasikan Rp.2,5 Triliun.

Menurut penelitian Human Right Watch (HRW) (2018) dalam 10 tahun terakhir prevalansi Lelaki Seks Lelaki (LSL) meningkat sampai 500%. Artinya semakin banyak laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki yang terkena HIV, bahkan dalam temuan HRWG di Jakarta sepertiga dari laki-laki yang melakukan hubungan seksual sejenis terkena HIV.

Mengidentikan dirinya dengan kelompok LGBT sangat erat kaitannya dengan perilaku seks bebas yang beresiko. Karena kadang kala mereka merasa aman melakukan dengan sejenis karena tidak menyebabkan kehamilan, padahal perbuatan “zina ” sejenis lebih berbahaya karena bisa menyebabkan kematian dan terinveksi penyakit menular seksual.

Perilaku seksual yang menyebabkan terjadinya penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual pada kelompok LGBT salah satunya adalah melakukan hubungan seksual melalui anus/anal yang itu dapat dikategorikan adalah penyimpangan seksual.

Menurut penelitian CDC (Kementerian Kesehatan Amerika), orang yang disodomi resikonya lebih besar terkena HIV, hubungan seksual melalui anus cenderung membuat pelaku kecanduan seperti kecanduan narkoba, karena kelenjar prostat tergeser dari anus, ini menyebabkan yang menyodomi dan yang disodomi akan kecanduan.

Kesimpulan

Pertama, perilaku kebebasan seksual dan penyimpangan seksual adalah bertentangan dengan negara Pancasila, yaitu Sila Pertama: Ketuhanan yang Maha Esa, dimana tak satu agamapun di Indonesia ini yang membenarkan perilaku kebebasan dan penyimpangan seksual, dalam sila kedua juga jelas meyatakan: Kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku seks bebas dan menyimpang adalah perbuatan yang tak beradab serta melanggar norma-norma agama, sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Kedua, kebebasan dan perilaku seksual menyimpang bisa dikategorikan sebagai ancaman negara, karena dapat menimbulkan wabah penyakit,  konflik sosial, anak diluar nikah yang menurunkan kualitas dan  kesehatan anak, penyebaran Infeksi Menular Seksual  termasuk HIV/AIDS yang dapat menyebabkan kematian.

Ketiga, gerakan komunitas yang mempropagandakan kebebasan seksual, penyimpangan seksual termasuk homoseksual harus bisa dipidana, karena merusak sendi-sendi moral masyarakat Indonesia. Ada banyak kasus remaja yang menjadi seorang homoseksual karena dibujuk rayu oleh individu untuk mendapatkan kepuasan seksual dan merekrut mereka menjadi komunikasi homoseksual yang tentu saja melanggar HAM.

Keempat, komunitas homoseksual adalah kelompok yang harus mendapat perhatian, bimbingan, pendampingan  karena mereka oleh dikategorikan sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa  Indonesia (PDSKJI), karena mereka ingin berubah,kembali fitrah, sehingga membutuhkan akses layanan psikologi dan kesehatan.

Kelima,  perilaku homoseksual dan kebebasan seksual adalah ancaman negara karena bisa mengancam keselamatan bangsa dengan penyakit dan kepunahan. LGBT adalah transnasional ideologi yang berbahaya bisa merusak asa depan bangsa, untuk itu perlu upaya membentengi generasi muda dari paham  ideologi LGBT.*

Penulis adalah psikolog dan dosen Universitas Paramadina, alumni PPRA-54 Lemhannas RI. IG @muhammadiqbalpsy

Baca juga: Asosiasi Dokter Jiwa-PDSKJI Sebut Homoseksual-Biseksual Masuk Kategori Masalah Kejiwaan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:homoseksuallgbtpancasila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya prostitusi pekerjaan India Akui Prostitusi Sebagai Sebuah Pekerjaan
Tulisan selanjutnya Cegah Radikalisme, 75 Khatib di Kabupaten Sumenep Mendapat Pembinaan dari Densus 88  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?