Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Musibah Haji dan Propaganda Anti-Arab [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 September 2015 18:38 6:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 September 2015 19:00
Bagikan
Koran Saudi mengecam propaganda Anti Arab oleh Iran dalam kasus haji
Bagikan

Lanjutan artikel PERTAMA

Oleh: Ahmad Kholili Hasib

JAMAAH haji asal Iran yang beraliran syiah memang harus diwaspadai. Pada musim haji tahun 1986, pihak keamanan Arab Saudi berhasil mengamankan bahan peledak yang dibawa jamaah haji Iran memasuki Makkah. Lalu, setahun berikutnya jamaah Iran mengotori kesucian ibadah haji dengan mengadakan demo yang berakhir dengan kerusuhan dan korban berdarah.

Kira-kira apa yang mereka inginkan ketika pergi ke tanah yang disucikan umat Islam? Di saat semua jamaah haji seluruh dunia khusyu’, menangis syahdu saat menginjakkan kaki di tanah suci, mereka malah mengadakan kerusuhan. Banyak kaum Muslimin yang sebelum berangkat ke tanah suci banyak maksiat dan bukan orang alim, tapi begitu menyaksikan Ka’bah dan Masjid Nabawi, hati mereka langsung terpaut dengan Allah. Tanpa sadar manangis. Seperti sangat dekat dengan kehadirat Allah. Namun jamaah haji Iran tersebut membuat kerusuhan. Bukan menangis syahdu, tapi berteriak-teriak mengumpat Arab.

Pada zaman dahulu, jamaah haji Syiah lebih jahat lagi. Ibnu Katsir, imam ahli tafsir kenamaan, mencatat kejahatan itu. Jamaah Syiah menyerang kafilah yang baru menunaikan Ibadah haji dari Makkah. Mereka membunuhi kaum lelaki dan menawan kaum wanita. Meramapas harta mereka yang lebih dari 1 juta dinar. Bahkan mencopot Hajar Aswad dibawa ke kerajaan mereka (Ibn Katsir al-Syafi’i, Al-Bidayah wa al-Nihayah, juz XI, h. 149).

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Dari sini lah makin terungkap ketidak wajaran protes Iran terhadap pelaksanaan haji. Protesnya tidak terbaca sebagai ungkapan rasa cinta kepada tanah Haramain, tapi terlihat kebencian kepada Arab.

Sentimen Syiah terhadap Arab sudah berlangsung lama. Ada dugaan mereka hasud terhadap Ka’bah yang menjadi pusat kaum Muslimin dunia dikelola oleh Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Saya tidak yakin jika pelaksanaan haji diatur multi negara yang menjadi lebih baik. Bahkan saya yakin jauh menjadi lebih kacau.

Apakah Iran juga bisa dipercaya mampu ikut menjaga kesucian tanah Haramain. Jamaah haji mereka saja sudah beberapa kali membuat kekacauan.

Ada dua masalah besar dalam hal ini. Pertama, Syiah meyakini tanah Karbala lebih suci dari Haramain. Dalam kitab rujukan mereka, tercantum sebuah riwayat tentang keutamaan ziarah ke tanah Karbala di Iraq lebih dari ibadah haji ke Makkah. “Sesungguhnya ziarah (berkunjung) ke kubur Husein sebanding dengan (pahala) haji sebanyak 20 kali. Dan lebih utama dari 20 kali umrah dan 1 kali haji.” (Ya’kub al-Kulaini, Furu’ al-Kafi jilid 1, hal. 324).

Jadi, saya menjadi paham kenapa tahun 80-an jamaah haji Iran berani mengadakan demo, karena Makkah tidak lebih suci daripada tanah Karbala.

Kedua, Iran juga tidak mampu mengurus asset-aset Ahlus Sunnah di negaranya sendiri. Membangun masjid dan madrasah Ahlus Sunnah di Teheran (ibu kota Iran) sangat sulit. Faktanya, Iran pada tahun 1982 pernah menyegel Masjid Ham Tareeth di negara bagian Khurasan. Masjid yang berjasa untuk mensyiarkan dakwah Islam itu dinilai berbahaya dan secara arogan dirubah negara menjadi pusat Garda Revolusi.

Tidak berhenti disitu, Masjid Lakour sekaligus Sekolah dekat kota Jabahar juga rata oleh kekejian Syiah pada tahun 1987.

Sentimen terhadap Arab bukan mengada-ada. Pada abad ke-10 H, terjadi pergolakan politik Sunni-Syi’ah, yang diwakili oleh perseteruan antara Daulah Utsmaniyah yang Sunni dengan Dinasti Shafwiyah yang Syiah. Kebencian terhadap hal yang berbau Arab pun disebarkan. Sehingga hal ini menggerakkan seorang ulama besar di Makkah pada waktu itu, yaitu al-Imam Syihabuddin Ibnu Hajar al-Haitama untuk menulis kitabnya yang berjudul Mablaghul Arab fi Fakhril ‘Arab.

Pada abad ke-14 seorang ulama Iraq bernama Syaikh Mahmud Syukri al-Alusi juga menulis kitab Bulughul Arab fi Ahwali al-‘Arab. Karena orientalis dan Syiah menyebarluaskan kebencian dan sentiment terhadap bangsa Arab, maka sebagian ulama kontemporer yang menulis kitab-kitab Sirah Nabi memaparkan keutamaan bangsa Arab seperti yang dilakukan oleh Syeikh Abul Hasan Ali al-Hasani al-Nadwi dan Syeikh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi.

Berabad-abad lamanya, Iran ini merupakan daerah Ahlus Sunnah lalu kini menjadi negara berpaham Syiah. Apakah asset-aset Ahlus Sunnah tetap terjaga?

Banyak ulama, pemikiran dan sufi yang lahir di Persia. Lantas, bagaimana kabar makam-makam, masjid dan peninggalan-peninggalan lainnya para ulama Ahlus Sunnah di sana sekarang?*

Penulis adalah anggota MIUMI Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti ArabhajiHaji 2015iranmediamusibah Minaopinisyiahtragedi Mina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Haji Iran Sampaikan Terima Kasih Pelayanan Saudi
Tulisan selanjutnya Penganut Kristiani Medan Bangun Gedung Katolik Center Terbesar di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?