Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Bangsa Indonesia Peduli Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Desember 2017 14:13 2:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Desember 2017 14:13
Bagikan
[Ilustrasi] Hubungan erat: M Natsir bersama Syeikh Muhammad Amin Al-Husaini (Mufti Palestina) dan Hassan Al-Hudaibi adalah Mursyid Am Ikhwanul Muslimin
Bagikan

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

 

KEPEDULIAN Bangsa Indonesia terhadap Palestina dalam perjalanan sejarah tidak perlu diragukan. Pasalnya, baik sebelum atau sesudah kemerdekaan Negara Indonesia, kepedulian ini senantiasa tercermin bahkan hingga detik ini. Para tokoh dan pahlawan bangsa Indonesia dalam sepak terjangnya selalu menyempatkan diri untuk memberikan solidaritas agar negara yang terjajah ini bisa terbebas dari kolonialisme.

Sebelum kemerdekaan misalnya, ada beberapa contoh menarik yang bisa diangkat dalam tulisan ringkas ini. Adalah KH. Saifuddun Zuhri, salah satu tokoh kenaman NU yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI, dalam buku “Guruku Orang-Orang Pesantren (2001: 390-392) menceritakan bahwa pengurus Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 12 November 12 November 1938 meminta seluruh partai dan organisasi umat Islam serta Pimpinan WARMUSI (Wartawan Muslim Indonesia) agar memberi dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sebagai kepedulian terhadap Palestina, pernah PBNU menganjurkan ‘qunut nazilah’. Seruan ini sampai membuat KH. Machfud Shiddiq yang menjadi Ketua NU saat itu dipanggil oleh Pemerintahan Belanda pada 27 Januari 1929. Bahkan, Kiai besar seperti Hasyim Asy’ari pun juga menyerukan hal demikian. Bagi beliau, ‘qunut nazilah’ sebagai suatu bentuk kewajiban solidaritas Umat Islam. Apa yang dilakukan oleh Kiai NU ini, memang benar-benar menggambarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa umat Islam itu bagaikan satu tubuh. Bila ada satu anggota tubuh sakit, maka anggota lain turut merasakannya.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Lebih dari itu, menurut catatan M. Riza Sihbudi dalam buku “Palestina: Solidaritas Islam dan tata Politik Dunia” (1992: 113) bahwa pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia juga begitu peduli terhadap Palestina. Katanya, “Sosok seperti Tjokroaminoto, H.A. Salim, Bung Karno, Bung Hatta dan banyak lagi, secara vokal menyuarakan, secara lisan dan melalui tulisan, jiwa solidaritas Indonesia terhadap nasib rakyat Palestina.”

Baca: NU, Indonesia dan Palestina

Haji Agus Salim dalam Majalah Pandji Islam tahun 1939 –sebagaimana yang dikutip Rizki Lesus dalam buku “Perjuangan yang Dilupakan” (2017: 171)- memandang urusan Palestina sebagai masalah yang begitu besar bagi dunia dan umat Islam seluruhnya. Bahkan dalam buku “100 Tahun Haji Agus Salim” (1996: 434) disebutkan bahwa, “Bangsa Arab di Palestina mempertahankan hak bangsanya dan keyakinan Islam tentang Palestina dan Bait-al-Maqdis (Baitul Maqdis). Sudah bertahun-tahun bangsa yang “segenggam” saja orangnya dan sangat berkekurangan kelengkapannya, tetapi kuat karena keyakinannya dan kesucian cita-citanya menentang kekuasaan Inggris.” Hal ini adalah sebagai salah satu bukti kepedulian Agus Salim terhadap masalah Palestina.

Sikap tegar pembelaan NU terhadap Palestina tahun 1938 (sumber: IG@ala_nu)

Pasca kemerdekaan pun, kepedulian bangsa Indonesia tidak bisa dianggap kecil. Sebagai contoh. Dalam buku “Berangkat dari Pesantren” (1987: 538) KH. Saifuddin Zuhri ketika menjadi Menteri Agama pernah menyerahkan bantuan atas nama bangsa Indonesia di masa Presiden Soekarno. Beliau menuturkan, “Setelah melihat-lihat bagian yang sedang mengalami perbaikan, kepada rekanku Menteri Urusan Waqaf itu, aku menyerahkan sumbangan sebesar US $ 18.000,00. Rekanku itu memanggil beberapa wartawan dari beberapa harian di Jerusalem untuk memberitakan peristiwa yang sangat penting, penuh keakraban dan persaudaraan sesama Muslim, antara Indonesia dan Yordania.”

Selanjutnya, keberadaan Masyumi dalam kancah sejarah Indonesia dalam membela Palestina juga bisa diangkat di sini. Parta umat Islam yang begitu berpengaruh ini turut berkontribusi dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah seperti konflik antara Israel dan Palestina (Artawijaya, 2008: 51) Bahkan, di antara tokoh menonjol dalam partai Islam ini, seperti: M. Natsir, begitu peduli dengan urusan Palestina.

Pada tahun 1952, Natsir sendiri pernah berkunjung langsung ke Palestina menyaksikan kondisi pasca perang. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari sebenarnya apa yang terjadi dan untuk menentukan sikap  yang tepat setelahnya. Pada kesempatan berikutnya, Natsir ikut dalam Muktamar Alam Islami.  Pada saat itu ada sekitar tujuh puluh anggota datang dari dua puluh satu negara. Uniknya, negara yang baru dalam perjuangan kemerdekaan seperti Eriteria turut hadir. Kongres selama lima hari ini memutuskan  dukungan kemerdekaan untuk Palestina. (Hepi Andi Bastoni, 2008)

Yang tidak bisa dilupakan juga adalah ketegasan Bung Karno. Pada tahun 1953-1955, dalam persiapan Konferinsi Asia Afrika (KAA), beliau menentang keras jika Israel dilibatkan dalam konferensi yang bertemakan antikolonialisme (Rizki, 2017: 172). Bahkan, sampai tahun 1962, Soekarno menolak keterlibatan Israel dalam Asian Seagames. Sampai-sampau beliau berkata, “Untuk Israel, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”

Baca: Ribuan Muslimin Hadiri Orasi GNPF “Indonesia Bersatu Bela Palestina”

Hal menarik yang perlu disajikan di sini adalah bagaimana kepedulian Bung Hatta kepada Palestina. Menurut catatan Adian Husaini dalam buku “Gusdur Kau Mau Kemana” (2000) bahwa politik bebas aktif yang dicanangkan Bung Hatta dalam pidatonya yang berjudul “Mendayung antara Dua Karang” (2/9/1948), tidak mengurangi ketegasan Indonesia penjajahan Israel atas Palestina. Menariknya, dalam buku Hatta “Mendayung antara Dua Karang” disebutkan ada pengiriman 300 ton beras ke Palestina (1976: 89)

Beberapa kisah di atas menunjukkan bahwa, baik sebelum dan sesudah kemerdekaan, kepedulian bangsa Indonesia terhadap Palestina tidak pernah berhenti sedetik pun. Bantuan mereka bukan hanya dengan doa, tapi juga melalui perundingan, diplomasi, bahkan bantuan materil dan moril. Meski jarak antara kedua bangsa ini jauh, namun batin keduanya begitu tertaut. Bukankah dulu yang mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Palestina. Mufti Besar Palestina  Syaikh Muhammad Amin Al Husaini adalah tokoh yang paling menonjol dalam masalah ini.

Sebagai penutup, Indonesia memang sudah 72 tahun merasakan kemerdekaan. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk Palestina yang masih terjajah? Ditambah lagi kondisi diperparah dengan pengakuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (6/12/2017) terhadap Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Zionis-Israel.

Dunia sedang menunggu peran besar dari bangsa yang memiliki jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia ini. Mari melanjutkan kontribusi para pendiri bangsa untuk Palestina. Wallahu a’lam.*

Penulis alumnus Al Azhar, Kairo dan  Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Darus Salam Gontor 204-2015

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bait-al-MaqdisBaitul MaqdisBangsa IndonesiaBung HattaBung KarnoHaji Agus SalimHasyim Asy’ariindonesiakemerdekaanMajalah Pandji IslamMohammad NatsirNUpalestinaPeduli PalestinapenjajahanSaifuddun ZuhriSaveBaitulMaqdis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Desak Anggota OKI Mempertimbangkan Kembali Hubungan dengan Zionis
Tulisan selanjutnya Ustadz Somad: Di Bawah Kekuasaan Islam, Palestina Lindungi Agama Lain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?