Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Barat dan Isu Terorisme [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 November 2015 14:06 2:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 November 2015 14:06
Bagikan
Bias media Barat melihat teror yang dilakukan Zionis-Israel [Ilustrasi]
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Imam Nawawi

Imbas Terorisme

Pasa penembakan di Paris, Prancis Jumat (13/11/2015) yang menewaskan 153 jiwa, masjid-masjid di Amerika Serikat (AS) dan Kanada mengalami peningkatan vandalisme dan ancaman.

Pusat kegiatan Islam menerima pesan telepon bernada kebencian dan sejumlah masjid dikotori grafiti, dibakar dan pesan balas dendam. Demikian dilaporkan BBC, Kamis (19/11/2015).

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Di Kanada, seorang pria ditahan polisi setelah mengeluarkan video mengancam warga Muslim di Quebec.

Dengan mencoreng wajahnya, dia mengatakan dirinya akan membunuh “satu warga Arab per minggu”.

Peningkatan perasaan anti-Muslim terjadi setelah 129 orang tewas dan lebih 350 terluka karena serangan senjata dan bom terkait milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

“Keadaannya semakin suram,” kata Ibrahim Hooper dari Council on American-Islamic relations (CAIR) yang bermarkas di Amerika.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, dirinya “sangat terganggu” setelah terjadinya pembakaran masjid Kawartha Muslim Religious Association di Peterborough, Ontario.

Apabila hal demikian telah menjadi data dan hampir bisa dipastikan bahwa setiap muncul apa yang disebut media Barat sebagai terorisme kemudian Islam akan menjadi kambing hitam.

Maka, kita paut curiga sejatinya terorisme tidak lebih dari sebuah ‘permainan’ yang sengaja diciptakan untuk melegalkan segala macam intimidasi atau bahkan teror itu sendiri terhadap umat Islam.

Sebagaimana kata terorisme dimulai sejak terjadinya tragedi Black September di Pentagon AS, pada 20 septermber 2001 presiden Amerika Serikat George Bush menyampaikan pidato di depan kongres Amerika Serikat. Inti pidato tersebut terangkum dalam kalimat “setiap bangsa, di belahan bumi mana pun, kini harus membuat keputusan. apakah mereka bersama kita atau bersama teroris (either you are with us or you are with the terrorists).”

Uumat Islam jelas menjadi kambing hitam oleh Barat,

Teror Ekonomi

Tetapi apakah terorisme itu bersifat mutlak? Tidak, tergantung apakah simetris dengan kepentingan Barat atau tidak. Dalam kasus Israel – Palestina, aksi-aksi perlawanan Palestina kerap disebut sebagai aksi terorisme. Sementara pembunuhan yang dilakukan tentara Israel terhadap warga sipil bahkan anak-anak tidak terkategori terorisme.

Bagaimana tidak adilnya Barat (termasuk medianya) ketika memandang tindakan orang Palestina mempertahankan diri dari penjajahan Zionis-Israel disebut terorisme sedangkan tindakan Israel disebut kotra terorisme. Artinya sudah ada keberpihakan yang tidak adil dalam hal ini.

Yang tidak kala penting, selain menghadapi permainan terorisme politik Barat, umat Islam  sedang menghadapi teror ekonomi. Termasuk yang terjadi di negeri ini.

Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan hingga saat ini aset negara sekitar 70-80 persen telah dikuasi bangsa asing.

“Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,” katanya saat membawakan arahan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) menyambut pra Munas XII 2014 di Kendari, Sabtu,” seperti dilansir laman suarapembaruan.com pada 13 November 2013.

Perusahaan-perusahaan multinasional tidak saja menjarah kekayaan alam negeri ini, tetapi lebih jauh bahkan bisa mengendalikan arah kebijakan negara. Ramainya kasus kontrak Freeport hingga detik ini mungkin bisa dibingkai dalam istilah tersebut, yakni teror ekonomi.

Lihat saja sejauh ini, rakyat Papua sebagai penduduk yang menempati wilayah kaya emas, apakah mereka yang diuntungkan dengan adanya Freeport atau malah Amerika?

Faktanya, hingga kini Freeport ingin bebas melenggang menambang emas di bumi Cenderawasih itu tanpa aturan yang mengatur mereka.

Dengan kata lain, ketika dunia terkecoh dengan terorisme yang boleh jadi di desain untuk kepentingan besar Barat (Israel) sebagai peradaban, di saat yang sama teror ekonomi yang jauh lebih mengerikan dibiarkan berlangsung secara membabi buta.

Hendaknya pemerintah RI cerdas dalam menyikapi ini. Mungkin perlu mengingatkan warganya untuk tidak terjerumus pada tindakan terorisme, tetapi menyelamatkan rakyat dari teror ekonomi perusahaan asing jauh lebih penting untuk dilakukan, kalau memang ingin mewujudkan amanah UUD 1945 secara tulus, berani, jantan dan visioner.

Karena masalah inti dunia internasional hari ini sejatinya adalah kesenjangan ekonomi bukan bom-bom dan stigma yang direkayasa orang asing. Sadarlah!

Penulis sekretaris INISIASI-Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:negara asingpenjajahan ekonomiterorterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Israel Ajukan RUU Penutupan Masjid, Intifada Tetap Beranjut
Tulisan selanjutnya Rusia Putuskan Hadirkan S-400 di Pangkalan Udara Latakia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?