Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Sebutan Apa yang Pantas untuk Para Pembela LGBT?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2016 07:12 7:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2016 07:40
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhammad Hanif Alatas

 

AL -Imam ibnu Maajah ra dalam Sunannya meriwayatkan, Bahwa Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda :

إن أخوف ما أخاف على أمتي عمل قوم لوط

“Sesungguhnya termasuk yang paling aku khawatirkan atas ummatku adalah amal kaum Luth (Homoseks, dsb).”

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Dalam hadits lain, al-Imam at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir, begitu pula al-Bazzaar meriwayatkan, Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda :

أخوف ما أخاف على أمتي , كل منافق عليم اللسان

” Termasuk yang paling aku Khawatirkan atas ummatku adalah setiap MUNAFIQ yang pandai bersilat lidah ”

Shodaqollah wa Shodaqo Rosulullah Shallallah Alaihi wa ‘Ala Alihi wa Shohbihi w Sallam. Miris dan tragis, apa yang dikhawatirkan oleh Rosul saw semenjak 14 abad silam, saat ini terlihat jelas di depan mata kita. LGBT (Lesbian, Gay/Homoseksual, Biseksual & Transgender) yang sudah jelas-jelas merupakan   sebuah kelainan bahkan penyakit yang menggerogoti Mental,  moral dan Fisik, didukung dan  dikampanyekan secara besar-besaran.

Tidak tanggung-tanggung, dalam situs resminya, UNDP (United Nations Development Programme) yaitu Badan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Program Pembangunan, merilis bahwa Khusus untuk program LGBT Indonesia, UNDP di tahun ini menggelontorkan dana sebesar US $ 8 juta (kurang lebih Rp. 108 Milyar). Tidak sampai disitu, The Huffington Post memberitakan bahwasanya tidak kurang dari 379 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Sembilan) perusahaan AS menjadi sponsor LGBT. (Lihat : http://m.huffpost.com/us/entry/marriage-equality-amicus_n_6808260.html).

Selain mendapat dukungan secara politik dan materil, LGBT juga didukung habis-habisan oleh kelompok kalangan liberal yang berlisan seolah baik, mengatasnamakan agama dengan jargon-jargon menarik, namun hatinya munafik. Tidak heran jika LGBT dan Liberal begitu sinergi, ternyata keduanya memiliki titik temu, yaitu sama-sama hal yang paling dikhawatirkan Rasulullah saw atas ummatnya. Naudzubillah Min Dzalik.

Liberal dan LGBT

Jauh sebelum isu LGBT mencuat seperti saat ini, pentolan JIL, Ulil Abshar Abdalla,  menghadiri Konferensi Pers yang digelar PELANGI (Perhimpunan Lesbian dan Gay)  di Kantor YLBHI Yogyakarta 2004, untuk menuntut pembuatan UU Perlindungan Lesbi dan Gay (homo).

Prof. Dr. Musdah Mulia, yang  merupakan anggota Dewan Pakar Kementerian Agama RI dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Ciputat dalam wawancara dengan Jurnal Perempuan, menghalalkan PERKAWINAN SEJENIS, sehingga pada tanggal 7 Maret 2007 mendapat anugerah “Internastional Women of Courage Award” dari Amerika Serikat.

Upaya pengembangbiakkan LGBT terus berlanjut, tahun 2010 Komnas HAM dan LSM-LSM  LIBERAL mencoba menggelar Konferensi Gay Internasional (ILGA) di Surabaya – Jatim, dan Kontes Waria di Depok – Jabar, tapi semuanya gagal karena dibubarkan oleh umat Islam setempat.

Hingga kini, di permulaan 2016, mereka tidak mundur satu langkahpun untuk membela LGBT. Tanpa ragu, secara terang-terangan Kaum liberal membela dan mengkampanyekan LGBT diberbagai media, terlebih media sosial.

Saat para tokoh dan pejabat berbicara tentang bahaya LGBT (Lihat : http://www.habibrizieq.com/2016/02/apa-kata-mereka-tentang-lgbt.html?m=1) seorang liberal Goenawan Muhammad, mengatakan dalam tweetnya ” orang pemerintah yang merasa tau bahwa LGBT tak sesuai dengan moralitas dan pandangan hidup bangsa Indonesia pasti tak baca serat chentini.”

Jangankan pejabat, saat al-Qur’an menceritakan adzab Allah  bagi kaum Sodom akibat LGBT, Ulil sebagai dedengkot JIl, berani mempertanyakan Validitas dan Akurasi Kisah Kaum Sodom yang ada dalam Al-Qur’an;

“Kisah Sodom diadopsi oleh Quran dari kisah serupa dalam agama Yahudi. Kita juga tak tahu, kisah itu benar historis atau tidak,” tulisnya dalam laman twitter @ulil, 8/2/16.

Lebih dari itu, pembelaannya terhadap LGBT membuatnya nekat menantang Allah Subhanahu Wata’ala:

“Lihat saja apakah ada adzab untuk negeri2 yg menolerir LGBT? Mereka malah pada makmur semua. :),”  tidak cukup dengan itu, Ulil “MENANTANG” Azab Allah dengan bahasa yang lebih frontal “Sekali lagi saya ulang: Jika benar Tuhan mengazab Sodom karena LGBT, kenapa Dia tak mengazab negeri2 yg menolerir LGBT sekarang? Kenapa” Demikian kicau Ulil di twitter, 8 Februari 2016.

Nastaghfirullaah…

Wa Natuubu Ilallaah…

La Haula wa la Quwwata Illa Billaah..

Kaum Liberal memiliki hati, namun  sayang seribu sayang, hati yang Allah anugrahkan kepada mereka tidak dimanfaatkan untuk memahami, bahwa Informasi  al-Qur’an tentang adzab bagi kaum Sodom adalah pelajaran bagi umat-umat setelahnya, bahwa LGBT merupakan maksiat besar yang mengundang Murka Allah. Justru sebaliknya, mereka menganggap kisah tersebut sebagai mitos, fiktif, dan tidak realistis, hanya karena membela LGBT!

Kaum liberal memiliki mata, namun sayang seribu sayang, mata yang mereka miliki tidak digunakan untuk melihat berbagai penyakit menjijikan yang timbul dari LGBT sebagai peringatan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Justru sebaliknya, dengan penuh kesombongan, mereka seolah “menantang” adzab Allah, hanya karena membela kaum LGBT!

Kaum liberal memiliki telinga, namun sayang seribu sayang, telinga yang mereka miliki tidak dimanfaatkan untuk mendengar, bahwa LGBT adalah virus yang menggerogoti moral, mental dan fisik anak cucu Adam. Justru sebaliknya, mereka menganggap LGBT sebagai hak asasi yang harus dihormati, kebebasan berekspresi yang patut diapresiasi, bahkan solusi efektif bagi pertumbuhan penduduk yang sulit diatasi. Semua ini disuarakan kaum liberal.

Keadaan seperti ini, membuat sikap, reaksi dan kondisi kaum liberal layaknya –maaf seperti binatang, bahkan lebih “binatang” dari binatang.

Allah berfirman;

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ ( الأعراف : 179)

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” [QS : al-A’Rof 179 ]

Karena itu, sudah saatnya pemerintah harus bersikap tegas dan segera. Pemerintah harus bicara, tak bisa diam. Pemerintah harus merehabilitasi dan membina kaum LGBT,  agar dikembalikan ke jalan yang benar, sesuai fitrahnya. Begitupula, sudah saatnya kaum liberal bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.*

Penulis adalah Waketum DPP FMI (Front Mahasiswa Islam)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:homoseksualkelainan seksuallgbtsesama jenis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Penjarakan Warga Kristen Koptik karena Ejek Islam
Tulisan selanjutnya Palsukan Label Halal ke Indonesia, Pebisnis Amerika Dihukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?