Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Ahok dan Penggembosan ‘Socio-Cultural Capital’ Umat Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Februari 2017 10:18 10:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2017 10:18
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady C. Effendy

 

SELASA (31/01/2017) lalu ruang publik nasional kembali digemparkan oleh berita dari persidangan kasus penodaan agama oleh Basuki ‘Ahok’ Purnama yang bertempat di Kantor Kementerian Pertanian.

Di dalam persidangan yang menghadirkan saksi Ketua MUI K.H. Ma’ruf Amin, Ahok mengkonfrontir kesaksian Kiai Ma’ruf dengan menyatakan bahwa sang Kiai tidak layak menjadi saksi karena dipandangnya memiliki konflik kepentingan (conflict of interest) hanya karena pernah menjadi Wantimpres Presiden ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono dan juga pernah bertemu dengan pasangan Cagub-Cawagub nomor urut satu.

Di dalam persidangan itu terungkap pula adanya bukti penyadapan terhadap percakapan Kiai Ma’ruf dan SBY pada tanggal 6 Oktober 2017 atau sehari sebelum Kiai Ma’ruf menerima pasangan cagub-cawagub di kantor PBNU pada tanggal 7 Oktober.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Sidang Kesembilan, Pihak Ahok Kembali Mempermasalahkan Saksi Ahli dari MUI

Rangkaian kasus yang membelit Ahok yang dimulai dengan ungkapan subjektifnya terhadap Al-Quran dan juga sikap merendahkan pemimpin tertinggi PBNU sekaligus Ketua MUI dapat dibaca sebagai peremehan bahkan penggembosan terhadap social and cultural capital (modal sosial-kultural) umat Islam Indonesia yang merupakan sumber daya moral dan nilai dalam memperjuangkan keberadaan tanah air hingga saat ini.

Dari sudut pandang ini, Al Quran sebagai kitab suci umat Islam dan KH. Ma’ruf Amin sebagai pemimpin ulama Indonesia merupakan dua simbol yang sakral dalam tatanan masyarakat Indonesia yang relijius. Penistaan terhadap keduanya tentulah berimplikasi negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dikarenakan umat Islam adalah ‘batu bata terbesar’ (baca: mayoritas mutlak) yang membentuk sebuah ‘bangunan megah’ bernama bangsa Indonesia.

Oleh karenanya, ketidakhormatan bahkan pelecehan terhadap keduanya dapat memicu ketidakharmonisan sosial pada level akar rumput masyarakat.

Konsep tentang cultural capital ini merupakan bagian dari studi yang dilakukan Pierre Bourdieu (1984) dimana menurutnya terdapat tiga kapital yakni ekonomi, sosial dan kultural. Modal ekonomi telah sama dimaklumi terkait dengan uang dan aset, sementara modal sosial berbentuk sumber daya sosial, koneksi dan dukungan dan modal kultural berupa sumber daya pengalaman dan pengetahuan yang keduanya menjadi prasyarat bagi keseimbangan dan keharmonisan dalam masyarakat yang harus dijaga. Modal ekonomi tidak serta merta menjamin seseorang dapat dengan ‘selaras dan klop’ masuk dalam masyarakat di tanah air seperti halnya ahok yang didukung modal ekonomi dan finansial yang tidak kecil tentunya.

Konsep kapital dalam hal ini, sebagaimana dikemukakan oleh Blunden (2004) dalam komentarnya terhadap Bourdieu: “Kapital adalah sumber daya, yang dengan penguasaannya, memungkinkan seseorang untuk menerapkan atau menolak dominasi dalam relasi sosial, atau dengan kata lain, (merupakan sumber daya) untuk menjaga sebuah posisi dalam hirarki status masyarakat, atau secara objektif, merupakan sebuah ‘prinsip yang berlaku’.” (para. 8)

Bola Salju Kasus Ahok, Haedar Nashir Sindir “Pendatang Baru Pembuat Gaduh”

Kasus Ahok yang berulang kali terjerembab dalam blunder dapat dilihat dalam kacamata analisa sosial ini. Tampak bahwa ia selalu gagal memahami, apalagi menjunjung dan menghormati, ‘norma’ atau ‘prinsip yang berlaku’ dalam masyarakat Indonesia yang agamis dan menjunjung nilai-nilai kesantunan yang berangkat dari agama Islam ini.

Tidak wise (bijak) nya seorang Ahok tampak dari rentetan ‘kebijakan’nya yang melarang kegiatan sosial keagamaan umat Islam ibukota, komentar negatif tentang ayat Al-Maidah 51, dan terakhir ancamannya terhadap KH Ma’ruf Amin, seorang ulama yang sangat sepuh, dalam ruang persidangan untuk memprosesnya secara hukum.

Selain sorotan masyarakat terhadap proses pengadilan yang tampak intimidatif ini sebagaimana diketahui dari media-media yang ada, nada ancaman dan intimidasi dalam pengadilan terhadap seorang Kiai dari organisasi sosial keagamaan terbesar di tanah air juga menggugah rasa keadilan masyarakat sampai sejauh manakah Ahok dapat dibiarkan tidak bertanggung jawab untuk sikapnya mengesampingkan norma kesopanan dan tatanan social-cultural masyarakat muslim Indonesia di tanah air.

Sikap sebagian pihak dari kalangan umat Islam yang malah membela Ahok dengan mengatasnamakan umat Islam justru semakin memperlihatkan ketidaklogisan tindakan mereka dengan sikap mayoritas umat Islam yang jelas terlukai dengan tindakan Ahok menciderai ‘norma’ atau prinsip yang seharusnya dijunjung dalam masyarakat relijius di tanah air yaitu penghormatan pada kesucian Al Quran dan ulama.*

Penulis To Be Successful Muslim Youth

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokBasuki Tjahaja Purnamaconflict of interestkasus penodaan agamaKH ma'ruf Aminkonflik kepentinganmodal sosial-kulturalSocio-Cultural Capitalumat IslamUmat Islam Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semoga Lekas Sembuh, Media
Tulisan selanjutnya Pria Inggris Tendang Muslimah Hamil Hingga Keguguran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?