Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Dai Harus Bisa Menulis!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Januari 2022 14:42 2:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Januari 2022 15:00
Bagikan
Buku "Santri Menulis" karya Penulis Muda Indonesia (PENA) diluncurkan saat Silatnas Hidayatullah 2018 di Balikpapan, Kaltim (25/11/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com | PADA September 2021, berkumpul para dai pedalaman Hidayatullah di suatu tempat dan saya diminta memberikan kiat menulis kepada mereka. Ternyata, ketika saya tanya, tak ada satu pun di antara mereka yang terbiasa menulis.

Lalu, ketimbang mengajar mereka kiat menulis, saya lebih tertarik mengajak mereka ngobrol. Saya pikir, ini akan lebih mengena. Saya awali obrolan tersebut dengan sebuah pertanyaan, “Apa sih yang sulit diajarkan kepada para dai muda di pesantren atau madrasah?”

Di negeri ini sebenarnya ada banyak sekali pesantren atau madrasah yang tentu saja mengajarkan al-Qur’an, Hadits, sejarah, atau kitab-kitab para ulama. Setiap tahun, ribuan santri lulus dari pesantren tersebut. Mereka telah paham al-Qur’an, telah mengerti Hadits, telah memahami sejarah, dan telah membaca pendapat para ulama.

Tapi, mengapa ketika mengunjungi daerah pedalaman, wilayah terpencil, atau kawasan terluar, kita sulit menemukan dai? Ke mana ribuan dai muda yang telah lulus tersebut? Apakah mereka merasa khawatir dengan kehidupan, keselamatan, dan masa depan, ketika tinggal dan berdakwah di pedalaman? Padahal, masyarakat di sana sangat butuh dai untuk sekadar mengajar baca al-Qur’an, atau menjadi imam untuk mereka.

Inilah yang sulit diajarkan kepada para santri atau dai-dai muda di pesantren. Yakni, keyakinan bahwa pertolongan Allah Ta’ala akan datang manakala kita membantu agama Allah. Ini tertuang dalam al-Qur’an surat Muhammad [47] ayat 7 “Wahai orang-orang yang beriman, siapa saja yang membantu agama Allah maka Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Percayakah mereka dengan ayat ini? Kalau benar-benar percaya, ayo ajak mereka berdakwah ke pulau-pulau kecil dan terluar, ke dusun-dusun terpencil, tinggal di sana dan bantu agama Allah Ta’ala, lalu lihat bagaimana Allah Ta’ala akan membantu mereka yang menghabiskan waktunya untuk dakwah ini.

Inilah yang sulit. Meyakinkan para dai muda untuk bersedia pergi berdakwah ke daerah pedalaman, menetap di sana, itu tidak mudah.

Tapi, alhamdulillah, Hidayatullah bisa melakukannya. Banyak dai Hidayatullah yang bersedia dikirim ke daerah-daerah terpencil. Bahkan sejak berdirinya Hidayatullah, pengiriman dai ke daerah pedalaman dan terpencil sudah dilakukan. Mereka betah tinggal berlama-lama di sana.

Itu berarti, dai-dai Hidayatullah telah membuktikan kebenaran surat Muhammad [47] ayat 7 tersebut. Mereka telah merasakan bahwa pertolongan Allah itu dekat. Mereka punya segudang cerita soal ini.

Cuma, para dai tersebut tak banyak bercerita tentang kebenaran ayat tersebut. Mereka hanya merasakan sendiri, belum mau berbagi cerita kepada kepada orang lain. Padahal, siapa lagi yang bisa meyakinkan kebenaran ayat itu kalau bukan mereka yang merasakannya sendiri?

Lalu bagaimana para dai tersebut harus bercerita? Jawabnya, lewat tulisan! Itu salah satu cara paling mudah. Ceritakanlah kepada dunia tentang harapan yang ingin mereka bangun, atau tentang keinginan sederhana masyarakat yang tinggal di tempat-tempat terpelosok untuk belajar Islam. Kisahkan tentang tantangan yang harus dihadapi, juga tentang kesabaran yang harus diperbanyak.

Boleh jadi lewat tulisan-tulisan tersebut, Allah Ta’ala gerakkan hati para dai muda yang tengah menimba ilmu di pesantren-pesantren untuk ikut berjuang di daerah-daerah terpencil. Bisa jadi pula lewat tulisan-tulisan tersebut Allah Ta’ala tumbuhkan niat para dermawan untuk membantu dakwah para dai pedalaman.

Katakanlah kepada dunia lewat tulisan bahwa kami akan terus berdakwah di sini, tanpa kalian atau dengan kalian. Kami hanya mengabarkan kepada kalian tentang daerah yang rindu akan sentuhan dakwah. Jika kalian bersedia bergabung bersama kami, marilah kemari! Jika kalian mau membantu dakwah kami, bantulah semampu kalian.

Nah, agar bisa mengabarkan tentang itu semua, dai harus bisa menulis! *

Penulis seorang wartawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daiDai Hidayatullahdakwahmenulis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kazakhstan Demonstrasi Besar-Besaran Akibat Naiknya Harga BBM Paksa Kazakhstan Berlakukan Kondisi Darurat
Tulisan selanjutnya Malaysia: Kasus Omicron Banyak Dibawa Jamaah Umrah dari Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?