Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Cerdas Membaca Berita di Zaman Fitnah [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 September 2015 09:24 9:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 September 2015 09:24
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abu Ilmiah

Belakangan ini satu berita bisa menimbulkan beragam cerita. Musibah Crane (alat berat) di Makkah dan Tragedi di Mina misalnya, bisa membuat banyak pemahaman. Satu media mewartakan fakta itu sebagai keteledoran pemerintah Arab Saudi. Satu media memberitakan sebagai kesalahan jamaah dari negara tertentu.

Menghadapi situasi demikian, sudah saatnya publik cerdas dalam membaca, terutama dalam membaca berita yang kemunculannya kadang tanpa harus kita cari, tiba-tiba datang lewat Whatsapp, email, twitter, dan sebagainya.

Cerdas membaca adalah bagaimana ketika seseorang memiliki kemampuan untuk menilai apakah berita itu murni (sebagaimana kaidah jurnalistik) atau justru tampak objektif namun sejatinya mengandung maksud-maksud terselubung dengan nuansa penuh propaganda bahkan agitatif.

Terutama ketika sebuah bacaan, dalam hal ini berita mengandung unsur propaganda (negatif).

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

“Anda harus menempatkan diri anda sebagai seorang hakim, bukan seseorang yang mudah percaya saja. Anda harus setuju atau tidak setuju. Anda harus punya kebebasan untuk menerima atau menolak kesimpulan-kesimpulan dalam bacaan itu,” ujar Kurt Kauffmann dalam bukunya The Brain Workers’ Handbook yang menegaskan bahwa seseorang mesti membaca secara kritis.

Hal ini diperkuat oleh analisis Dr Adian Husaini dalam buku terbarunya “LGBT di Indonesia Perkembangan dan Solusinya”, bahwa Amerika Serikat menjadi negara yang melegalkan LGBT yang ke-21 dalam proses yang sangat cepat dan itu tentu didukung oleh pemberitaan di media yang mempropagandakan bahwa LGBT itu wujud dari kebebasan.

Sebagaimana diuraikan oleh Taufiq Yusuf Al-Wa’iy dalam bukunya “Ad-Da’wah Ilallah” bahwa pakar informasi telah mempelajari pengaruh sarana ini (berita) dari sudut pandang yang berbeda-beda dan dari sudut pemikiran yang bermacam-macam yang hasilnya menyebutkan bahwa rakyat suatu negara bisa memiliki perilaku yang sama atau mereka itu perasa, cepat terpengaruh, entah itu oleh warna-warna iklan dan tentu saja berita di media.

Yusuf Al-Wa’iy memberikan tiga saran kepada umat Islam untuk waspada terhadap berita, terutama yang mendiskreditikan umat Islam.

Pertama, yang berusaha membesar-besarkan

Membesar-besarkan atau mendramatisasi berita. Apakah media ingin menampilkan berita tentang dakwah, maka ia menampilkan dan menulisnya dengan judul besar untuk membungkam dan mengkerdilkan para aktivis, media sengaja menampilkan dan memblow up kesalahan aktivis yang kecil, sehingga tampak sebagai kesalahan besar dan sangat memalukan.

Bahkan terkadang media menyelenggarakan berbagai seminar, ceramah-ceramah, dan kegiatan-kegiatan untuk menyibukkan para aktivis dan menarik perhatian publik agar mengetahui keslaahan para aktivis (dakwah).

Kedua, menipu dengan menggunakan atau meminjam pernyataan orang lain.

Tradisi seperti ini sudah lazim dipakai kalangan media massa. Cara ini dipakai sesuai permintaan, di mana ketika suatu pemerintahan mendapat pujian atas kerja-kerjanya dan ingin kebusukannya tampak baik, maka bisa saja ia akan meminta media di negara asing yang pro dirinya (atau sengaja memanfaatkan media agar memuat berita baik tentang dirinya), kemudian media memberi penghargaan, pujian, dan sanjungan kepada kerja-kerja pemerintah.

Selanjutnya, pemerintah mengutip pujian itu dan menyebarkannya kepada masyarakat sebagai kesaksian yang tulus dan pengakuan dari pihak independen tentang kemuliaan kerjanya. Hal tersebut juga digunakan untuk merendahkan sebagian urusan atau untuk menakut-nakuti pihak lain.

Cara ini merupakan pengantar untuk agenda tertenu dan tipuan dengna sengaja. Karena itu (umat Islam) harus cermat terhadap strategi dan permainan tersebut.

Ketiga, pengalihan opini

Hal tersebut dilakukan dengan merekayasa sesuatu, menarik perhatian, membuat kekacauan atau fitnah dan menyibukkan orang dengan fitnah tersebut, serta melakukan sesuatu untuk menutupi pandangan masyarakat.

“Dan, sering kali yang menjadi korbannya adalah para aktivis atau dakwah (umat Islam). Karena itu para aktivis (umat Islam) harus cerdas dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya,” lanjut, Yusuf Al-Wa’iy.

Iapun berpesan agar umat Islam mengerti dan melakukan hal tersebut. Jika tidak, maka medan kehidupan ini akan dipenuhi oleh kejadian-kejadian mengerikan, pemikiran-pemikiran rancu, dan berbagai kepentingnan yang saling berbenturan yang pada akhirnya menjadikan umat Islam tak berdaya dan selalu menjadi objek empuk untuk dikelabuhi.* (bersambung)

Penulis adalah pelanggan media-media Islam

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:barathajiHaji 2015Media massaopini
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Sukitman, Gagal Khutbah di Tengah Hutan
Tulisan selanjutnya Korban Selamat Tragedi Mina Menceritakan Kisah Pilunya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?