Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Menjawab Penyimpangan “7 Dalil Umat Islam DKI dalam Pemilih Gubernur” (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 April 2017 12:09 12:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 April 2017 12:09
Bagikan
Buku "7 Dalil Umat Islam DKI.. " yang dinilai terlalu memaksakan diri untuk mendukung calon gubernur yang terlibat kasus penista agama
Bagikan

Oleh: Masdar Helmi

 

MESKIPUN PILKADA DKI tinggal menunggu waktu. Saya rasa masih ada manfaat untuk mejawab buku saku “7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur” ini. Saya akan jawab dengan bahasa yang sesederhana mungkin.

Antara Saya dan Buku Ini

Buku ini jelas mengkampanyekan Ahok sebagai calon Gubernur petahana DKI. Anehnya lagi buku tersebut diberi pengantar oleh KH. Dr. Ahmad Ishomuddin, MA (Rois Syuriah PBNU sekaligus saksi persidangan yang membela Ahok ) dan memuat logo RelaNU (Relawan Nusantara).

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Sejak kapan NU berubah menjadi juru kampanye politik? Yang dikampanyekan calon gubernur kafir berstatus penista agama lagi?  Apa gak salah tuh? Mikir!

Saya sendiri warga NU. Asli pake banget. Lahir dan besar di lingkungan NU. Nyantri di pesantren NU. Secara turun temurun keluarga saya adalah NU. Jadi, saya tidak asing dengan tradisi NU. Hanya saja, buku saku yang ditulis oleh KH. Muhammad Taufiq Damas, Lc., ini menggelitik saya ketika saya membacanya.

Baca:  Bolehkah Kita Memilih Pemimpin Kafir?

Saya pikir tidak perlu harus bergelar doktor untuk menjawab buku tersebut. Cukuplah saya. Mumpung lagi masanya. Maka tulisan dibalas tulisan. Warga NU melempar syubhat, warga NU pula yang menjawab.

Membantah 7 Dalil Memilih Gubernur

Ada tujuh dalil yang dimuat oleh penulis dalam buku saku tersebut:

Pertama. Boleh bagi Muslim DKI Jakarta memilih calon gubernur non Muslim?

Dalilnya, kaidah fiqih:

تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة

Tasharruful imam ‘ala ar-ra’iyyah manuthun bil mashlahah

Artinya: Kebijakan pemimpin berdasarkan kemaslahatan rakyat.

Bantahan:

Kaidah itu memang benar. Tapi, menggunakannya pada tempat yang salah. Kata Khalifah Ali bin Abi Talib:

كلمة حق يراد بها باطل

Kalimatu haqqin yurâdu bihâ bâthil.

Artinya: “Ungkapan yang benar tapi digunakan untuk kepentingan yang batil.”

Sebab, pemimpin yang dimaksud adalah pemimpin Muslim. Karenanya dalam penentuan kebijakannya, perlu memperhatikan kaidah fiqih yang berdasarkan Islam. Lah, kalau yang sudah jelas bukan Muslim mana mungkin menerima fiqih sebagai landasan kebijakannya.

Baca: Pemimpin Kafir dan Bukti Kadar Keimanan

Dan lagi penggusuran paksa yang terjadi di Jakarta adalah bukti bawah si petahana ini tidak berpihak pada rakyat. Jadi kaidah tersebut bukan dalil yang menganjurkan, tapi sebaliknya, justru mengajak untuk memilih yang Muslim.

Kedua, Umat Islam DKI yang memilih gubernur non Muslim imannya tidak akan hilang

Dalilnya: iman bisa hilang kalau musyrik, mengingkari salah satu rukun iman dan murtad.

Jawaban saya:

Saudaraku, belum kering tinta tulisan saudara, tapi terjawab sudah syubhat (racun) yang anda suntikkan kepada orang awam.

Apa pasalnya? Begini, ketika kita berikrar bahwa kita percaya kepada Allah. Berarti kita harus meyakini dan menaati perintah Allah dan menjauhi larangannya. Termasuk dalam memilih pemimpin.

Baca: Sekali Lagi, Larangan Memilih Pemimpin Kafir

Kalau Allah katakan jangan jadikan orang Nasrani pemimpin, iya jangan lakukan.

Karena, kalau kita dengan sengaja tidak meyakini ayat itu sama saja kita mengingkari salah satu rukun iman? Atau bahkan hampir semua rukun iman sudah kita ingkari? Karena seolah kita tidak yakin bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai utusan-Nya telah menyampaikan hal itu.

Ketiga, Tentang tafsir Al-Maidah ayat 51.

Saudara mengutip salah satu pendapat tokoh bahwa, kata أَوْلِيَاءَ dalam surat Al-Maidah ayat 51 tersebut bukan berarti pemimpin, tapi teman dekat.

Jawaban:

Logikanya kalau menjadikannya teman dekat saja tidak boleh, apalagi menjadikannya pemimpin. Menjadikannya teman dekat hanya berdampak pada Anda pribadi. Tapi, menjadikannya pemimpin akan berdampak kepada seluruh rakyat.

Saudara menyamakan memilih pemimpin dengan memilih pilot. Sama sekali tidak tepat. Karena profesi pilot, murni duniawi. Tapi pemimpin menyangkut semua kebijakan sosial, ekonomi, politik, budaya dan persoalan keagamaan.

Lagi pula, kepemimpinan pilot hanya sebatas penerbangan beberapa jam saja. Berbeda dengan kepemimpinan dalam pemerintahan yang menyangkut hajat orang banyak selama lima tahun kedepan.* (bersambung)

Penulis adalah Wasekjen BAKORPA. Chairman of “Indonesian Political Analysis and Democration (IPAD) Forum”

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:7 Dalil Umat Islam DKIahokBasuki Tjahaja PurnamaGubernur DKIkepemimpinanpemimpin adilpemimpin kafirpenyimpanganpilkada
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat untuk Jokowi, Darurat Korupsi
Tulisan selanjutnya Ratusan Orang jadi Korban Serangan Bom Bus Pengungsi Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?