Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

LGBT dalam Pandangan Sains (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2021 07:19 7:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Oktober 2021 13:30
Bagikan
lgbt
Bagikan

Hidayatullah.com — Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) makin marak. Topik ini sering menghiasi media (cetak, elektronik, hingga medsos), diperbincangan dalam berbagai seminar dan workshop, hingga diperdebatkan di gedung parlemen.

Salah satu yang kerap jadi topik pembicaraan adalah apakah LGBT ini bawaan genetis atau bukan? Muncullah pro dan kontra.

Prof. DR. Mohamad Amin, MSi (almarhum), pakar Biologi Molekuler di Universitas Negeri Malang, pernah membedahnya secara ilmiah. Pendekatan secara ilmiah diharapkan bisa objektif sehingga mampu memposisikan LGBT sebagaimana semestinya.

Bagaimana LGBT dalam pandangan sains ilmiah?

Segala Sesuatu Diciptakan Berpasangan

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Al-Qur`an berulang-ulang menyebut adanya penciptaan pasangan. Misalnya dalam tumbuh-tumbuhan atau pasangan yang sifatnya lebih umum.

Misalnya: “Mahasuci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” (Yaa Siin [36]: 36).

“Pasangan” dalam hal ini umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina. Sedangkan ungkapan “maupun dari apa-apa yang tidak mereka ketahui” memiliki cakupan yang lebih luas.

Kini, sains telah mampu mengungkap cakupan makna lain dari ayat tersebut. Materi berpasangan dengan lawan jenisnya, yaitu anti-materi, yang sifat-sifatnya berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif.

Fakta tersebut dinyatakan dalam sumber ilmiah misalnya:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat,” kata Paul Dirac, ilmuwan Inggris peraih penghargaan Nobel bidang Fisika pada tahun 1933.

Mengapa diciptakan berpasangan? Dalam contoh kasus di atas, prinsip berpasangan adalah untuk keseimbangan dalam proses fisik alamiah. Dalam kajian Biologi, adanya pasangan berperan dalam pelestarian.

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah melestarikan jenisnya agar tidak punah. Kelestarian ini menjadi penting agar keseimbangan alam tetap terjaga. Punahnya satu komponen dalam ekosistem akan menjadikan alam pasti terganggu.

Kita bisa mencermati suatu rantai makanan. Bila ada satu komponen yang punah, maka suatu rantai makanan itu akan berakhir sehingga membentuk rantai makanan baru yang memerlukan waktu tidak singkat dengan energi yang tidak sedikit.

Prinsip di dalam Biologi adalah keseimbangan (ekuilibrium). Bila suatu komponen mengalami gangguan, maka komponen lain akan terpengaruh sampai tercapai suatu keseimbangan.

Agar dapat lestari, maka organisme dalam berketurunan harus dalam keadaan normal. Fitness (keloloshidupan) suatu spesies ditentukan oleh komposisi genetiknya.

Bila komposisi genetik berbeda dari keadaan yang seharusnya, maka dalam perjalanan hidupnya individu atau kelompok individu dalam spesies ini akan terseleksi sebab memiliki fitness yang rendah. Dalam istilah Biologi disebut abnormalitas, yaitu suatu keadaan yang berbeda dari keadaan pada umumnya.

Dengan demikian, penciptaan berpasang-pasangan ini adalah untuk menjaga agar spesies memiliki fitness yang tinggi agar bisa lestari. Juga mampu menjalankan fungsi sebagai komponen biologi di alam untuk menjaga agar keseimbangan alam terus terjaga.* (bersambung). Sumber: Majalah Suara Hidayatullah edisi Maret 2018.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biologilgbtsains
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demi Kualitas Demokrasi, Capres Independen Layak Diperjuangkan
Tulisan selanjutnya Masuk Musim Hujan, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Berbagai Persiapan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?