Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemerintah Taliban akan Ubah Bekas Pangkalan Militer Jadi Zona Ekonomi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 Februari 2023 15:47 3:47 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 Februari 2023 17:30
Bagikan
erdogan afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com — Pemerintah Imarah Islam Afghanistan yang dipimpin Taliban akan mengubah beberapa bekas pangkalan militer menjadi zona ekonomi untuk bisnis.

Sejak berhasil mengusir AS dan NATO pada Agustus 2021, Afghanistan telah menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan yang semakin dalam.

Memanfaatkan banyaknya pangkalan militer yang dibangun oleh pasukan asing selama dua dekade, Afghanistan berencana mengubahnya menjadi zona ekonomi khusus, lansir Saudi Gazette, Senin (20/02/2023).

“Diputuskan bahwa Kementerian Perindustrian dan Perdagangan harus secara progresif mengambil kendali atas pangkalan militer yang tersisa dari pasukan asing dengan maksud mengubahnya menjadi zona ekonomi khusus,” kata Mullah Baradar, pelaksana Wakil Perdana Menteri Bidang Perekonomian, dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (19/02).

Proyek tersebut, tambahnya, akan dimulai dengan bekas pangkalan militer di ibukota dan di provinsi utara.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

“Taliban sangat membutuhkan untuk meningkatkan pundi-pundinya jika ingin memerintah dengan lebih baik dan mendapatkan legitimasi domestik,” kata Muhammad Faizal Bin Abdul Rahman dari S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura kepada BBC.

“Lebih penting lagi, Taliban perlu membuktikan komitmennya terhadap perencanaan ekonomi. Ini termasuk membangun zona aman di dekat ibu kota dan perbatasan untuk calon investor asing seperti China… dan untuk menghidupkan kembali perdagangan regional dengan negara tetangga,” tambahnya.

Afghanistan diperkirakan memiliki sumber daya alam – termasuk gas alam, tembaga dan batu mulia – bernilai lebih dari $1 triliun.

Namun, banyak dari cadangan itu tetap belum dimanfaatkan karena kekacauan selama beberapa dekade di negara ini.

Pada Agustus 2021, pasukan militer AS terakhir meninggalkan bandara Kabul, menandai berakhirnya 20 tahun pendudukan di Afghanistan dan perang terpanjang Amerika. Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan menelantarkan jutaan lainnya.

Sejak penarikan pasukan militer asing, keuangan Afghanistan telah dilanda sejumlah masalah besar lainnya.

Lantaran sanksi yang dijatuhkan Barat terhadap negara itu dan pembekuan aset luar negeri bank sentral Afghanistan. Selain itu, pemberhentian bantuan asing juga banyak yang ditangguhkan.

Awal tahun ini, Taliban mengatakan pihaknya berencana untuk menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan China untuk mengebor minyak di Afghanistan utara. Kesepakatan 25 tahun menggarisbawahi keterlibatan ekonomi China di wilayah tersebut.

Beijing belum secara resmi mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan tetapi memiliki kepentingan signifikan di negara itu, yang merupakan pusat wilayah penting bagi Inisiatif Sabuk dan Jalan China.

Diluncurkan oleh Xi Jinping pada tahun 2013, inisiatif ini menyediakan pembiayaan bagi negara-negara berkembang untuk membangun infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, dan jembatan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinaImarah Islam AfghanistanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembakar Muslim India yang Sedang Dicari Aparat Ini Berfoto dengan Polisi
Tulisan selanjutnya UGM Jajaki Kerjasama dengan Arab Saudi dalam Bidang Cybersecurity

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?