Hidayatullah.com– Para penggemar (fans) sepakbola pendukung kesebelasan Turki Besiktas melemparkan ribuan boneka mainan ke tengah lapangan untuk didonasikan kepada anak-anak korban gempa, sementara Bank Dunia mengatakan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal akibat gempa yang mengguncang Turki dan Suriah awal Februari.
Saat laga Süper Lig hari Ahad (26/2/2023) antara Besiktas dan Antalyaspor yang berakhir 0-0, permainan dihentikan sementara setelah 4 menit 17 detik guna memberikan kesempatan kepada para penonton melempar hadiah mainan mereka ke tengah lapangan.
Gempa yang mengguncang Turki pada 6 Februari terjadi pada pukul 4:17 pagi waktu setempat. Pemain sayap asal Ghana, Christian Atsu, yang bermain untuk klub Turki Hatayspor, ikut menjadi korban tewas. Mayatnya ditemukan pada 18 Februari di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggalnya di Turki bagian selatan.
“Penggemar kami melemparkan syal, baret, dan mainan boneka ke lapangan Vodafone Park untuk diberikan sebagai hadiah kepada anak-anak di wilayah gempa guna menghibur mereka,” kata Besiktas dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.
Sementara itu pada hari Senin (27/2/2023) gempa kembali mengguncang wilayah selatan Turki, tiga pekan setelah gempa kembar meluluhlantakkan kawasan itu. Bangunan yang sudah rusak sebagian langsung ambruk digoyang lindu dengan magnitudo 5,6.
Akibat gempa terbaru yang berpusat di Yesilyurt di Provinsi Malatya itu lebih dari 100 orang dikabarkan terluka, kata Yunus Sezer, kepala badan penanggulangan bencana negara Turki AFAD, kepada para reporter seperti dikutip Associated Press.
Korban tewas akibat gempa-gempa tersebut sudah melebihi 50.000.
Bank Dunia memperkirakan 1,25 juta orang kehilangan tempat tinggal akibat gempa tersebut.
Hari Senin, Bank Dunia mengatakan pihaknya memperkirakan kerugian langsung yang ditimbulkan oleh gempa besar itu $34,2 miliar atau setara 4% GDP Turki pada tahun 2021.
Biaya pemulihan kemungkinan besar akan dua kali lipat dari angka itu, kata Bank Dunia, seraya menambahkan bahwa penurunan GDP akibat gempa juga ditambah ke dalam hitungan kerugian pascagempa.*