Hidayatullah.com– Perusahaan raksasa periklanan Jepang Dentsu Group dan lima perusahaan lainnya didakwa atas dugaan persekongkolan tender kontrak untuk Olimpiade Tokyo 2020.
Mereka menjadi terdakwa setelah pihak regulator melayangkan laporan kriminal terhadap keenam perusahaan tersebut dan tujuh individu yang tidak diungkapkan namanya, lansir BBC Selasa (28/2/2023).
Penetapan terdakwa dilakukan setelah selama berbulan-bulan pihak berwenang menelusuri dugaan korupsi dalam perencanaan dan sponsorship dalam acara-acara terkait Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.
Dentsu yang berbasis di Tokyo merupakan perusahaan periklanan terbesar di Jepang.
Hari Selasa, Dentsu merilis sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa pihaknya menanggapi situasi itu secara serius dan menyampaikan permintaan maaf kepada mitra-mitra bisnis, pemegang saham, serta pihak-pihak lain yang relevan atas ketidaknyamanan yang muncul akibat masalah ini.
Dentsu juga mengatakan bahwa seorang bekas karyawannya, yang sekarang bekerja untuk salah satu anak perusahaannya, telah ditetapkan sebagai terdakwa karena diduga melanggar UU Antimonopoli dalam kaitannya dengan tender untuk acara-acara uji coba Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.
Sebuah perusahaan lain yang juga menjadi terdakwa, Hakuhodo DY Holdings, mengatakan seorang pegawai anak perusahaannya Hakuhodo DY Media Partners sudah ditetapkan sebagai terdakwa oleh pihak Kejaksaan Distrik Tokyo berdasarkan laporan yang dibuat oleh Japan Fair Trade Commission (FTC). FTC juga melaporkan empat perusahaan periklanan lain.
Hakuhodo DY Holdings mengatakan pihaknya menanggapi serius situasi tersebut.
Tahun lalu, Haruyuki Takahashi, mantan anggota panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 dan sebelumnya pernah menjabat eksekutif di Dentsu, ditangkap karena dicurigai menerima suap dari para sponsor Olimpiade.
Takahashi dituduh mengambil $380.000 dari perusahaan peritel setelan jas Aoki Holdings, salah satu mitra resmi Olimpiade Tokyo 2022. Takahashi membantah tuduhan itu.
Pihak berwenang mengatakan seorang bekas chairman dan dua eksekutif Aoki Holdings lain telah ditangkap dalam kaitannya dengan kasus tersebut.
Tokyo ditetapkan sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 pada tahun 2013, mengalahkan Madrid dan Istanbul.*