Hidayatullah.com– Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah Suriah serta sejumlah aktor lain sama-sama memiliki andil membuat korban gempa merana dengan menunda penyaluran bantuan kemanusiaan untuk mereka. Demikian dikatakan sebuah komisi yang ditunjuk oleh PBB untuk menilik pelaksanaan tanggap bencana menyusul gempa yang mengguncang wilayah Turki dan Suriah pada awal Februari yang menewaskan lebih dari 5.600 orang.
“Meskipun ada banyak tindakan kepahlawanan di tengah penderitaan, kami juga menyaksikan kegagalan besar-besaran dari pemerintah dan masyarakat internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk dengan cepat menyalurkan bantuan penyelamatan jiwa kepada warga Suriah yang paling membutuhkan,” kata Paulo Pinheiro, ketua komisi itu, dalam sebuah pernyataan hari Senin (13/3/2023) seperti dikutip Reuters.
Lebih lanjut pernyataan itu mengatakan bahwa aktor-aktor tersebut di atas gagal untuk membuat kesepakatan penghentian bentrokan dan memperbolehkan bantuan kemanusiaan untuk melintasi rute yang harus dilaluinya untuk menyampaikan bantuan kepada korban yang membutuhkan. Akibatnya, warga Suriah merana, mereka merasa diabaikan dan ditelantarkan oleh pihak-pihak yang seharusnya melindungi mereka di masa-masa paling sulit.”
Kementerian Informasi Suriah tidak memberikan tanggapan ketika ditanya perihal laporan komisi tersebut.
Seorang jubir untuk kantor PBB urusan kemanusiaan OCHA mengatakan 720 truk bermuatan bantuan kemanusiaan sejauh ini sudah tiba di bagian barat laut Suriah dengan menggunakan 3 pintu perbatasan berbeda. Dia membenarkan bahwa tidak ada alat berat yang dikirim, dengan mengatakan bahwa ini adalah jenis bantuan yang hanya dapat diberikan oleh otoritas nasional setempat.*