Hidayatullah.com—Inilah yang terjadi ketika rombongan dai Hidayatullah dari Papua, Maluku Utara (Malut), dan Sulawesi Utara (Sulut) yang akan mengikuti Silaturahim (Silatnas) Dai Hidayatullah 2023 di Gunung Tembak, Balikpapan, bertemu di dalam satu kapal. Dalam perjalanan menggunakan Kapal Pelni Labobar, mereka menggelar shalat malam berjamaah mulai pukul 02.00 hingga Subuh.
Meski seebagian besar para dai ini sholat malam sendirian, tak sedikit pula ada yang ikut shalat malam berjamaah. Akibatnya, mengundang kekagetan masyarakat umum yang sedang tidur, mereka mengira sudah masuk shalat Subuh.
“Setelah dua rakaat shalat selesai, pada heran, kok berdiri shalat lagi. Ini sholat apa?” kata penumpang yang ikut sholat malam, “ kata dai Hidayatullah dari Maluku Utara, Nur Hadi.
Setelah dijelaskan baru tahu bahwa ini masih malam dan mereka sedang shalat lail atau shalat tahajud. Dia kira ini sudah shalat Subuh,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, rombongan dai Hidayatullah dari Maluku Utara, Papua, dan Sulawesi Utara berjumlah sekitar 600 orang. Dengan shalat malam, mereka semua berharap dapat diberikan kemudahan dalam perjalanan ini dan selamat sampai tujuan.
Selain sholat malam, dai Hidayatullah juga menjalankan amalan harian, seperti mengaji, dzikir pagi – sore hari dan amalan-amalan lain selama perjalanan. “Kami juga menggelar halaqah pagi,” tutur Nur Hadi.
Dalam tradisi Hidayatullah, kebiasaan shalat malam berjamaah merupakan salah satu upaya para dai Hidayatullah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Selain itu sebagai mekanisme kontrol dalam kebaikan.*