Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Uganda Negeri Subur Orang Mati Kelaparan Berarti Idiot

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Januari 2024 19:58 7:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Januari 2024 09:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Luar Negeri Uganda Henry Okello Oryem dihujani kecaman setelah menyebut orang yang mati kelaparan di negeri yang subur itu sebagai idiot (orang bodoh).

Pada tahun 2022, lebih dari 2.200 orang meninggal dunia di Uganda bagian utara akibat kelaparan dan penyakit yang berkaitan dengannya.

Namun, Oryem berargumen bahwa mengingat Uganda memiliki iklim yang bagus dan tanah yang subur, maka seharusnya masyarakat bisa membudidayakan makanan mereka sendiri.

“Hanya orang idiot, benar-benar idiot, yang bisa mati kelaparan di Uganda,” kata Oryem kepada kanal televisi NTV Uganda seperti dilansir BBC Kamis (25/1/2024).

“Jika Anda mau bekerja keras, ada lahan di Uganda. Iklimnya bagus meskipun adala perubahan iklim. Apabila Anda mau berusaha lebih keras untuk bangun pagi dan pergi bekerja, mengolah lahan Anda, menanam benih, merawat tanaman Anda, sudah pasti, bagaimana mungkin Anda akan gagal mendapatkan makanan?”

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Menurut Uganda Human Rights Commission, yang dibentuk berdasarkan tuntutan konstitusi, kekurangan pangan di bagian timur laut Uganda telah merenggut nyawa setengah juta orang.

Komentar Oryem itu tentunya mengundang kecaman.

Moses Aleper, seorang anggota legislatif dari dapil Chekwii, salah satu daerah di Karamoja yang terdampak kelaparan, mengatakan kepada BBC bahwa pandangan Oryem itu “tidak benar” dan sangat disayangkan keluar dari mulut pejabat pemerintah yang seharusnya sangat memahami kondisi di negerinya sendiri.

“Saya berasal dari salah satu daerah paling produktif di Karamoja di mana di sana ada cukup hujan dan kami menghasilkan bahan pangan. Namun, dalam situasi di mana cuaca tidak mendukung kami, cuaca berubah-ubah, kami pasti gagal mendapatkan makanan. Dan biasanya orang pasti mengalami kesulitan pangan dan akhirnya kelaparan merajalela.”

Lebih lanjut Aleper mengatakan bahwa kelaparan di daerah itu seringkali disebabkan oleh “masalah-masalah di luar kontrol manusia”, seperti cuaca yang kerap berubah-ubah disebabkan perubahan iklim global.

Jurnalis dan penulis ternama Uganda Charles Onyango-Obbo juga mengkritik komentar Oryem, mengatakan bahwa pejabat tinggi pemerintah itu gagal memahami bahwa kelaparan yang terjadi di Uganda disebabkan masalah distribusi atau pasar.

Data resmi perihal situasi pangan di Karamoja saat ini tidak tersedia. Namun, daerah yang beriklim semi-kering itu kerap mengalami kelaparan di musim kemarau.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kelaparanUganda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dihantam Misil Houthi Kapal Tanker Minyak Terbakar di Teluk Aden
Tulisan selanjutnya Warga Banjar di Tabanan Bali Resah Ternak Babi Mengganggu Warga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?