Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Serikat Setuju Tarik Pasukannya dari Niger

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 April 2024 21:40 9:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 April 2024 21:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seluruh tentara Amerika Serikat akn meninggalkan Niger dan mengakhiri peran mereka dalam memerangi kelompok bersenjata Muslim, setelah rezim militer setempat cenderung menggunakan bantuan dari Rusia.

Hari Jumat (19/4/2024), Amerika Serikat juga mengumumkan bahwa pihaknya setuju untuk menutup pangkalan dronenya di dekat Agadez, di kawasan Gurun Sahara.

Niger terletak di daerah Sahel, yang sekarang dianggap sebagai episentrum global baru dari kelompok ISIS alias IS.

Sebuah delegasi Amerika akan berangkat ke ibu kota Niamey, guna mengatur penarikan lebih dari 1.000 tentara AS secara tertib.

Pengumuman hari Jumat itu menyusul pembicaraan di Washington antara Wakil Menlu AS Kurt Campbell dengan Perdana Menteri Niger Ali Mahaman Lamine Zeine.

Baca Juga

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Hal ini merupakan pukulan berat bagi pemerintahan Presiden AS Joe Biden, yang menentang langkah itu.

Selama ini AS mengandalkan Niger sebagai pangkalan utamanya untuk memantau aktivitas kelompok-kelompok bersenjata Muslim.

Pangkalan militer bernilai $100 juta itu dibangun enam tahun lalu, dan berperan penting dalam strategi AS dan Prancis dalam memerangi kelompok bersenjata Muslim di kawasan Afrika Barat.

Namun menyusul kudeta militer tahun lalu, hubungan Niger yang sekarang dikendalikan junta militer dengan AS dan negara-negara sekutu Barat menjafi getir karena negara Afrika itu memilih menjalin hubungan kerja sama pertahanan dengan Rusia.

Dilansir BBC, beberapa pekan terakhir puluhan instruktur militer Rusia tiba di Niger untuk melatih tuan rumah tentang sistem pertahanan udara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatISISNiger
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siapkan Dana 1 Triliun Yen Jepang Bidik Bisnis Luar Angkasa
Tulisan selanjutnya Aktor dan Model Belanda Donny Roelvink Masuk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?