Hidayatullah.com– Hanya 2,5 persen warga manula di Korea Selatan yang bersedia tinggal di rumah anaknya saat sakit, sementara mayoritas lebih suka tetap berada di tempat tinggalnya saat ini, menurut survei yang dirilis hari Ahad (17/11/2024).
Studi bertajuk “Lingkungan Tempat Tinggal Warga Manula dan Kesadaran Kehidupan Manula di Tahun 2023” yang dilakukan oleh Korea Institute for Health and Social Affairs mengungkap bahwa 87,2 persen responden warga senior mengutarakan keinginannya untuk tetap berada di tempat tinggal mereka saat ini. Sementara 8,1 persen berharap bisa pindah ke tempat yang lebih baik, dan 4,7 persen lebih suka tinggal di panti jompo atau panti perawatan yang menyediakan makanan dan layanan lainnya.
Warga manula didefinisikan sebagai orang yang berusia 65 tahun atau lebih, menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, lansir Korea Herald.
Bahkan ketika menghadapi masalah kesehatan yang membuat kehidupan mandiri para manula menjadi sulit, hampir separuh (48,9 persen) mengatakan mereka masih ingin tetap tinggal di rumah mereka saat ini. Sebaliknya, hanya 2,5 persen yang menyatakan keinginan tinggal bersama anak-anak atau saudara kandung mereka, sementara 4,3 persen menyatakan akan mempertimbangkan untuk pindah lebih dekat dengan anggota keluarga mereka.
Pilihan lainnya termasuk pindah ke perumahan khusus lansia (16,5 persen) atau tinggal di pusat perawatan lansia (27,7 persen).
Korea Institute for Health and Social Affairs menekankan pentingnya meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal bagi warga senior.
“Sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyesuaian kondisi rumah untuk memenuhi kebutuhan warga manula. Meningkatkan kondisi tempat tinggal mereka dapat membantu mencegah kecelakaan seperti terjatuh dan kebakaran sekaligus secara umum meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi mereka,” kata insitut itu.*