Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Meksiko Gugat Google yang Ubah Gulf of Mexico Jadi Gulf of America Mengikuti Kemauan Trump

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Mei 2025 08:38 8:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Mei 2025 08:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan pemerintahannya menggugat Google karena mengubah penyebutan Gulf of Mexico menjadi Gulf of America pada petanya seperti kemauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebagaimana diketahui Trump mengeluarkan dekrit perubahan nama seluruh kawasan teluk tersebut, termasuk perairan yang berbatasan dengan Meksiko dan Kuba. Google – yang petinggi perusahaannya menghadiri pelantikan Trump – langsung bergegas menganti nama Gulf of Mexico (Teluk Meksiko) menjadi Gulf of America (Teluk Amerika) pada layanan Maps (peta) garapannya.

“Apa yang kami maksudkan adalah Google harus menempatkan Teluk Amerika, di mana itu adalah Teluk Amerika, yang bersesuaian dengan wilayah Amerika Serikat, dan menempatkan Teluk Meksiko di bagian yang merupakan wilayah dari Meksiko dan Kuba,” tegas Sheinbaum kepada awak media dalam konferensi pers seperti dilansir DW Sabtu (10/5/2025), Dia juga mengatakan bahwa peringatan pertama sudah dilayangkan dan pihaknya menunggu respon dari Google.

Kementerian Luar Negeri Meksiko sebelumnya sudah mengirim surat kepada Google berisi permintaan untuk tidak melabeli perairan teritorial Meksiko sebagai Teluk Amerika.

Google berdalih perubahan tersebut sejalan dengan kebijakan perusahaan untuk mengikuti penunjukan geografis resmi pemerintah Amerika Serikat melalui Sistem Informasi Nama Geografis (GNIS).

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Trump menggembar-gemborkan perubahan nama teluk itu bahkan sejak sebelum dilantik sebagai presiden. Kala itu Sheinbaum, menanggapi dengan nada bercanda, mengusulkan perubahan nama Amerika Utara menjadi “Mexican America” – sesuai dengan kata-kata dalam dokumen lama konstitusi Meksiko.

Tak lama setelah dilantik, Trump memerintahkan penggantian nama jalur laut besar di sepanjang pantai selatan AS dan Meksiko timur itu dengan “Teluk Amerika”, nama yang menurutnya lebih oantas dan sebagai penghormatan kepada “kebesaran Amerika.

“Perairan bersangkutan, yang sudah dinamai Teluk Meksiko sejak abad ke-16, berhadapan dengan daratan negara bagian AS seperti Texas, Louisiana, Mississippi, Alabama, dan Florida, serta Meksiko dan Kuba.

Perintah Trump itu hanya berlaku di dalam AS. Meksiko dan negara-negara lain serta badan-badan internasional tidak harus mengakui perubahan itu.

Pada bulan Februari, Gedung Putih melarang awak media dari Associated Press untuk mengikuti paparan publik dan acara-acara resmi lain karena menolak mengikuti kemauan Trump menggunakan istilah Teluk Amerika untuk menyebut Teluk Meksiko pada karya-karya jurnalistiknya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatgoogleMeksikoteluk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Paus Baru
Tulisan selanjutnya Pimpinan Junta Myanmar Temui Xi Jinping di Moskow

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?