Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Brazil Gugat BYD karena Pekerjanya Diperlakukan seperti Budak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Mei 2025 15:52 3:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Mei 2025 15:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak kejaksaan Brazil menggugat raksasa perusahaan otomotif asal China BYD dan dua kontraktornya, mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas terjadinya perdagangan manusia dan kondisi layaknya perbudakan di sebuah lokasi pembangunan pabrik mobil listrik di negara Amerika Selatan itu.

Kantor Kejaksaan Ketenagakerjaan (MPT) di negara bagian Bahia mengatakan bahwa sebanyak 220 pekerja China diselamatkan setelah pihaknya melakukan penyelidikan berdasarkan pengaduan dari orang yang tidak disebutkan identitasnya.

MPT menuntut ganti rugi sebesar 257 juta reais ($45,5 juta) dari ketiga perusahaan tersebut, lansir BBC Senin (28/5/2025).

BYD tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan BBC, tetapi sebelumnya perusahaan itu pernah mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan pelanggaran HAM dan UU perburuhan.

Tahun lalu, pihak berwenang Brazil menghentikan pekerjaan konstruksi di lokasi tersebut karena para pekerjanya ditempatkan dalam akomodasi yang penuh sesak, dalam kondisi yang minim kebersihan dan kenyamanan, kata MPT.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Sebagian pekerja tidur di dipan tanpa kasur dan satu toilet dipakai oleh 31 orang, menurut MPT dalam sebuah pernyataan.

Tidak hanya itu, paspor para pekerja juga ditahan oleh pihak perusahaan dan kontrak kerja mereka mengandung klausul ilegal, jam kerja yang panjang dan melelahkan tanpa ada libur mingguan.

Kejaksaan mengatakan bahwa para pekerja 70% gajinya ditahan dan mereka terancam denda tinggi apabila menghentikan kontrak kerjanya.

“Kondisi kerja layaknya perbudakan”, sebagaimana yang didefinisikan dalam UU ketenagakerjaan Brazil, termasuk lilitan utang dan pekerjaan yang merendahkan martabat manusia.

Pabrik mobil listrik BYD itu sedang dibangun di kota Camacari di bagian timur laut Brazil. Awalnya pabrik direncanakan akan mulai beroperasi pada Maret 2025 dan merupakan pabrik mobil listrik BYD pertama yang berada di luar Asia.

BYD, singkatan dari Build Your Dreams, merupakan salah satu perusahaan terbesar kendaraan listrik dunia. Pada bulan April, perusahaan itu menjual lebih banyak mobil listrik dibandingkan Tesla milik Elon Musk di kawasan Eropa untuk pertama kalinya, menurut firma riset industri mobil Jato Dynamics.

BYD berusaha melebarkan sayapnya di Brazil, yang merupakan pasar terbesarnya di luar China.

BYD membuka pabrik pertamanya di Sao Paulo pada 2015, yang membuat sasis untuk bus-bus listrik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BrazilBYDchinalistrikmobil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Takhta, Tanah, dan Triliunan: Kisah Aset Tersembunyi Gereja Katolik Dunia”
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Tetapkan Hari Arafah 5 Juni 2025

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?