Hidayatullah.com–Ada yang berbeda di Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pekan lalu. Mushollah Nurul Yaqin yang biasanya sepi kini mulai semakin semarak dengan beragam aktivitas.
25 orang ibu-ibu rumah tangga tampak duduk dan berjejer rapi secara berkelompok di beranda masjid mengikuti pelatihan wajib anggota program “Keluarga Permata Idaman” yang merupakan program pemberdayaan terintegrasi kerjasama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama UPZ Bank Permata Syariah.
Para ibu-ibu yang biasanya menghabiskan hari-harinya dengan berjualan nasi uduk dan gado-gado di serambi rumahnya, tampak bersemangat mempresentasikan mimpi dan rencana usahanya dihadapan ibu-ibu yang lain secara bergantian.
Pelatihan wajib anggota ini adalah merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh para calon peserta program Keluarga Permata Idaman. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan wajib anggota selama 4 hari dan dinyatakan lulus uji kelayakan, akan diberikan fasiltas pinjaman qardhul hasan yang diharapkan menjadi stimulan untuk memulihkan perekonomian keluarganya.
Pemberian pinjaman ini pada dasarnya hanyalah sebuah pintu masuk untuk mengurai benang kusut kemiskinan yang dihadapi masyarakat. Misi pemberdayaan dan pembebasan kemiskinan tidak bisa dilakukan melalui pendekatan parsial. Dibutuhkan pendekatan program terintegrasi yang mampu menjawab berbagai problem yang dihadapi masyarakat dalam berbagai aspek hidup, seperti halnya masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pembinaan agama yang baik. Sehingga disinilah peran dan fungsi baitul maal dan baituttamwil seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk menunjang terlaksananya program ini dengan baik, kata syamsuddin selaku tim pelaksana program.
Untuk menunjang terlaksananya program ini, Baitul Maal Hidayatullah bersama dengan UPZ Bank Permata Syariah telah mendirikan sekretariat program dan tim pemberdaya yang merupakan alumni dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah. Tim ini yang akan nonstop berada di lokasi, untuk membina dan mendampingi para anggota dan masyarakat.
Nadih, salah satu sesepuh dan tokoh masyarakat pondok ranji mengatakan sangat bersyukur dengan adanya program seperti ini di kampungnya.
“Ya, mudah-mudahanlah keberadaan program ini bisa menjadikan masyarakat di kampung ini semakin terbina usahanya, dan juga semakin bersemangat ke masjid dan mushollah. Menjadikan masjid dan mushollah sebagai pusat kegiatan sebagaimana yang beberapa hari ini ibu-ibu lakukan di mushollah,”pungkas pria yang telah 25 tahun menjadi ketua RT ini.*/syam