Hidayatullah.com–Yayasan Kemakmuran al Aqsha dalam pernyataan hari Ahad (08/07/2012), menyebutkan bahwa masjid al Aqsha bersiap untuk menyambut ratusan anak dari regu-regu perkemahan Islam dari dalam wilayah Palestina terjajah 1948, di mana pada hari Ahad ini dikhususkan untuk kunjungnan masjid al Aqsha yang bersamaan dengan penyerbuan tersebut.
Yayasan Kemakmuran al Aqsha menyelenggarakan perjalanan 45 bus yang membawa anak-anak perkemahan Islam dari berbagai wilayah di utara Palestina terjajah 1948.
Di area pelataran masjid al Aqsha dan teras-terasnya ada ratusan anak perkemahan musim panas al Aqsha dari warga al Quds, ditambah sekelompok wanita Baitul Maqdis dari bukit al Mukabir yang datang untuk menunaikan “shalat dhuha”, sehingga keberadaan mereka menjadi pelindung manusia bagi penyerbuan yang dilakukan geng-geng pemukim pendatang Zionis.
Tembok Rasial
Sementara itu, sehari sebelumnya, penjajah Zionis mengabarkan telah berniat melanjutkan pembangunan tembok aneksasi di Al-Quds yang sudah dihentikan sejak lima tahun ini. Pembangunan akan dilanjutkan dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini diungkapkan oleh Kolonel militer ‘Israel’, Ofir Hindi, orang yang bertanggungjawab atas pembangunan tembok ini, seperti dikutip International Middle East Media Center.
Dikutip radio Israel, kesibukan pembangunan berhenti sejak lima tahun disebabkan oleh “masalah anggaran” dan meningkatnya pengaduan Palestina. Surat kabar Israel Yedeot Aharonot menyebutkan bahwa pembekuan kesibukan tersebut juga diakibatkan oleh tekanan internasional. Aharonot mengisyaratkan bahwa para pejabat Zionis-Israel memprediksi bahwa dilanjutkannya aktivitas pembangunan tembok pemisah rasial di Tepi Barat ini akan memicu kecaman dunia.
Dalam sidang itu Hindi mengklaim bahwa pembangunan tembok pemisah harus terus dilakukan untuk alasan keamanan. Kantor berita Yediot Ahranot mengatakan bahwa dimulainya kembali pembangunan tembok itu akan mendatangkan respons negatif dari dunia internasional yang membuat ‘Israel’ berada dalam tekanan.*