Hidayatullah.com—Mulai Maret 2013, pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Banda Aceh melakukan rekrutmen kader dakwah di kalangan remaja usia 18-24 tahun dari 90 gampong se kota Banda Aceh.
Demikian keterangan T. Adriansyah selaku Ketua Umum BKPRMI Banda Aceh pada sejumlah media massa terkait dengan maraknya pergaulan bebas dikalangan kaum muda.
“Program ini telah menjadi agenda utama BKPRMI Banda Aceh pasca rakerda BKPRMI tahun 2013 akhir januari lalu di Masjid Agung Al Makmur,” papar Adriansyah yang kini kembali memimpin Gampong Blang Oi untuk periode kedua.
Menurut Adriansyah, ada lima ratus kader dakwah, yang akan dibina oleh tim khusus BKPRMI setiap bulannya di sejumlah masjid kecamatan serta masjid kemukiman yang ada di Kota Banda Aceh.
Rekrukmen kader dakwah memiliki maksud agar pembinaan generasi muda, khususnya mereka yang telah tamat pada jenjang Taman Pendidikan al-Quran atau remaja yang tidak ada ikatan pendidikan agama di dayah, agar terpelihara iman dan taqwanya dalam usianya serba rentan.
“Berbagai kasus dan masalah di masyarakat, seperti seks bebas dan narkoba turut memberi dampak atas menurunnya prestasi remaja secara umum di Aceh,“ ujar Polem panggilan Ketua Umum BKPRMI Banda Aceh.
Hingga jelang akhir maret ini, lanjut Polem, rekrutmen kader dakwah telah dibuka pendaftaran calon kader berlangsung di sekretariat BKPRMI B.Aceh baik di kawasan Taman Sari kota maupun di kawasan Simpang Surabaya Banda Aceh.
“Kita sudah buka dua gelombang, di mana setiap gampong dalam kecamatan yang ada, diharapkan adanya utusan calon kader potensial. Rencananya Jumat (29/03/2013) akan ditutup pendaftaran, dan pada (30/03/2013) akan dilaksanakan test kapasitas serta kontrak belajar di masjid Agung Al Makmur,” urai Polem.
Sementara itu, Koordinator Tim Amar Ma’ruf Nahi Mungkar zona Baiturrahman-Lueng Bata, Ridha Yunawardi, menyambut baik rencana BKPRMI Kota Banda Aceh dalam merealisasikan program bina kader dakwah.
“Kita berharap para kader dakwah dimaksud nantinya akan bersinergi dalam kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar yang dipelopori oleh TAMAR Kota Banda Aceh,“ ungkapnya.*/BKRMI Banda Aceh