Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

KH. Syukron Ma’mun Kisahkan Kedekatannya dengan Syeikh Bin Baz

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Maret 2015 16:10 4:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Maret 2015 16:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan pimpinan KH. Prof. Syukron Ma’mun hari ahad (22/03/2015) menggelar acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

Pada acara yang diadakan di aula pertemuan kompleks pesantren yang dihadiri oleh sekitar 7000 orang, termasuk dari kalangan pejabat pemerintah (Menag, Wakil Wali Kota Jaksel, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Habaib, Kiayi, para wali murid, alumni dan masyarakat sekitar.

Syukron Ma’mun yang juga mantan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) era KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyampaikan sambutan di antaranya pentingnya umat Islam untuk melestarikan dan menghidupkan sunnah baik di tengah-tengah masyarakat.

Kiai Syukron juga membahas seputar isi dialog lamanya dengan Mufti Arab Saudi, Almarhum Syeikh Abdullah Bin Baz di kediamannya Aziziyah- Makkah terkait amalan-amalan yang telah menjadi tradisi di kalangan mayoritas umat Islam Indonesia seperti ziarah kubur, tawassul dan memperingati kesyukuran atas kelahiran Nabi Muhammad.

Dalam dialog khusus di kediaman sang Mufti tersebut, KH. Syukron Ma’mun mengaku menyampaikan karakteristik amalan yang dilakukan tersebut yang menurutnya tidak terdapat hal yang bertentangan dengan syariat Islam.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Di akhir dialog tersebut Syeikh Bin Baz mengatakan, In kunta ‘aliman fashna’ maa syi’ta” (kalau Anda mengetahui benar syariatnya maka lakukanlah sesukamu (amalan tersebut),” demikian ujar Syeikh Bin Baz kepada KH. Syukron kala itu.

Kiai Syukron juga mengatakan, Syeikh Bin Baz walaupun tidak melihat, sudah sangat hafal dengan suara KH. Syukron jika ia berkunjung ke halaqahnya di Masjidil Haram.

Demikian pula dengan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, KH. Syukron selalu menyempatkan diri untuk mengaji di rumahnya dan beberapa kali beliau juga singgah di pesantren KH. Syukron di Jakarta.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang hadir dan berkesempatan memberikan sambutan menegaskan  kehadirannya di Daruul Rahman membawa kenangan 37 tahun lalu, saat dirinya menjadi bagian dari ribuan santri yang telah didik oleh KH Syukron Ma’mun sebagai pengasuh dan para ustadz pesantren lainnya.

Menag mengaku kagum bahwa Pondok Daarul Rahman tetap eksis dan lestari. Menurutnya,  tidak mudah memelihara pondok pesantren di tengah-tengah kota metropolitan seperti Jakarta ini.

Menag mengingat bahwa  ketika dirinya masih nyantri, 37 tahun yang lalu, kondisi masjid Daarul Rahman belum seperti saat ini, lantainya masih berupa gundukan pasir-pasir sehingga saat mengaji kitab juga masih beralaskan pasir.

“Alhamdulilah sekarang Daarur Rahman sudah berkembang luar biasa, tidak hanya disini tapi juga di Leuwiliang –Bogor dan Parung. Ini adalah sesatu yang menandakan keberkahan karena sekali lagi tidak mudah menjaga dan  memelihara lembaga pendidikan sepeti pondok ini,” kata Menag.

Turut memberikan ceramah, Dai kondang KH. Dr. Manarul Hidayat yang juga mengaku sebagai murid dakwah dari KH. Syukron Ma’mun. KH. Manarul Hidayat mengajak para hadirin, khususnya para alumni Daarul Rahman untuk menghidupkan kembali organisasi “Ittihadul Muballighin” di tengah-tengah dahsyatnya tantangan pendangkalan akidah dan kebutuhan masyarakat akan hadirnya mubaligh yang memahami dan mengamalkan ajaran Ahlus Sunah Waljamaah secara konsisten.

Pondok Pesantren Daarul Rahman berdiri tahun 1975, memiliki tiga lokasi yaitu di Jakarta Selatan, Leuwiliang-Bogor dan Parung-Depok.

Saat ini sekitar 43 Pesantren yang tersebar di Jabodetabek dipimpin oleh para alumni Daarul Rahman. Banyak komentar bahwa peringatan maulid kali ini adalah yang terakhir dilaksanakan di pondok yang berdekatan dengan Gelora Bung Karno Senayan ini, karena  rencananya tahun depan pesantren akan pindah ke daerah Ciganjur. Banjir langganan menjadi salah satu faktor rencana pemindahan tersebut sehingga proses belajar mengajar sering terganggu.*/kiriman  Muladi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Menagwahabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditangkap Taliban, Tentara Amerika Bowe Bergdahl Didakwa Desersi
Tulisan selanjutnya Seluruh Mataf Masjidil Haram Bisa Digunakan pada Musim Haji Tahun Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?