Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Mapala Ini Syiarkan Islam, Shalat Berjamaah di Gunung Papandayan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 20 Mei 2015 08:27 8:27 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 20 Mei 2015 08:27
Bagikan
Anggota Mapala STIEHID foto bareng di puncak Gunung Papandayan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Mahasiswa Pecinta Alam Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (Mapala STIEHID) Depok melakukan pendakian di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Jumat (15/05/2015) lalu. Pendakian tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj.

“Kami start (mulai) mendaki pada tanggal 15 Mei 2015, pukul 17.00 WIB, dan sampai puncak pada Sabtu (16/05/2015), pukul 6.00 WIB, tepatnya hari peringatan Isra’ Mi’raj,” ujar ketua rombongan, Makhfudin.

Ketua Mapala STIEHID, Tedi Susanto mengatakan, tujuan pendakian ini untuk membawa misi dakwah Islam kepada para pendaki lainnya.

Di antara misi dakwah itu adalah bagaimana mendaki dengan pakaian yang menutup aurat dan menjaga kelestarian Alam. Serta yang terpenting melaksanakan shalat lima waktu berjamaah.

“Kami selalu memperlihatkan kekompakan tim kepada pendaki lain, salah satunya dengan shalat lima waktu berjamaah (sepanjang pendakian. Red),” tutur Tedi, Senin (18/05/2015).

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Menurutnya, solusi yang paling tepat bagi orang-orang yang selalu gelisah dan mempersoalkan hal-hal yang ada di dunia ini, di antaranya dengan mendaki.

“Dengan mendaki, kita akan melihat segala sesuatu yang dipermasalahkan orang. Kemudian kita akan menyimpulkan bahwa hal tersebut tenyata hanyalah persoalan kecil ketika kita melihatnya dari ketinggian,” ujar mahasiswa asal Kendari, Sulawesi Tenggara, tersebut.

Para pecinta alam itu shalat berjamaah di Gunung Papandayan. [Foto: Mapala STIEHID]
Para pecinta alam itu shalat berjamaah di Gunung Papandayan. [Foto: Mapala STIEHID]
Makhfudin melaporkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancar. ‘’Alhamdulilah semua anggota sehat dan tidak ada yang cidera. Kami juga sangat bersyukur bisa sampai puncak, karena hanya sedikit saja (rombongan pendaki lain. Red) yang bisa sampai,” ujarnya.

Pada pukul 08.30 WIB, Sabtu itu, mereka kembali ke kaki gunung dan sampai pukul 16.30 WIB. Kemudian pada Ahad (17/05/2015) pukul 11.00 WIB, melanjutkan perjalanan pulang ke Depok.

Para peserta dalam misi bertajuk “Membangun Solidaritas Persahabatan dengan Rintangan dan Tantangan” ini adalah Ari Rahmat, Koharuddin Fajri, Makhfudin, Rezki Fitriono, Sodikul Fulqin, dan Tedi Susanto.

Pendakian ke puncak Gunung Papandayan setinggi 2665 meter dari permukaan laut (mdpl) itu merupakan ekspedisi kedua setelah berdirinya Mapala STIEHID pada 27 Juni 2014 lalu.*/Zainal A

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Malapetaka dan Bencana Umat Islam Sedunia [2]
Tulisan selanjutnya Habib Ahmad Zein: Meski Berbeda, Indonesia Dalam Kesatuan Ahlus Sunnah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?