Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Hasil Bahtsul Masail NU Pakistan: Melarang dan Menolak Paham LGBT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Maret 2016 07:59 7:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Maret 2016 07:59
Bagikan
Bahtsul Masail PCI-NU Pakistan memperingati Harlah (hari lahir) Nahdlatul Ulama ke- 90
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Kamis (03/03/2016), hasil Bahtsul Masail Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Pakistan telah meralang dan menolak mengakui eksistensi LGBT dan homoseksual di Indonesia.

“Melarang dan menolak paham LGBT di Indonesia dan seluruh gerakan atau propaganda yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT,” demikian salah satu hasil Bahtsul Masail yang diadakan di Hostel Kampus International  Islamic University (IIU)- Islamabad, Pakistan.

Acara yang dimotori oleh Lajnah Bahtsul Masail (LBM) ini mengangkat tema; “LGBT dalam Bingkai NKRI, Efek dan Penanggulangannya” dengan menghadirkan narasumber, Rois Syuriah PCI-NU Pakistan H. Ikmal Toha dan H. Hendro Risbiyantoro.

Kedua narasumber menyampaikan presentasi tentang LGBT dan perkembangannya di Indonesia dari waktu ke waktu. Sudut pandang terhadap LGBT yang dilihat oleh kedua narasumber sangat komprehensif yaitu dari berbagai aspek mulai agama, budaya, sosial dan psikologi sehingga dirasa cukup untuk merumuskan hasil dari Bahtsul Masail.

“Para pendukung dan pelaku LGBT di Indonesia yang kerap berlindung di baju HAM dan kebebasan tidak bisa dijadikan alasan yang kuat untuk melegalkan gerakan ini,” ujar kedua narasumber sepakat. Lebih lanjut disampaikan bahwa ilegalitas tersebut disebabkan karena LGBT bertentangan dengan agama, budaya, bahkan fitrah manusia itu sendiri sebagai mahkluk yang diciptakan berpasang-pasangan dan bukan untuk menyukai sesama jenis. Setelah berlangsungnya dialog yang cukup lama dengan menyetir landasan dalil dari qaul ulama dalam beberapa kitab klasik, akhirnya semua peserta Bahtsul Masail sepakat untuk melarang dan menolak LGBT baik propanda serta segala aktivitasnya di Indonesia.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Acara ini diselenggarakan terkait polemik yang saat ini tengah ramai dibicarakan di Indonesia yaitu LGBT dan homoseksual.

Bahtsul Masail adalah tradisi kalangan NU membahas masalah-masalah kekinian yang berkembang di masyarakat dengan berpedoman pada Al Quran, Hadits dan kitab-kitab para ulama.

Acara yang bertepatan dengan dimulainya musim semi di Pakistan berlangsung lancar dan khidmat. Para peserta yang hadir terlihat semangat dan antusias dalam menyimak setiap argumentasi dan perdebatan yang mengemuka terkait masalah ini.

Berikut beberapa poin penting hasil Bahtsul Masail PCINU Pakistan terkait LGBT adalah;

Pertama, melarang dan menolak paham LGBT di Indonesia dan seluruh gerakan atau propaganda yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT.

Kedua, perlunya sosialisasi yang massif kepada seluruh masyarakat Indonesia akan bahaya LGBT bagi masyarakat Indonesia dan generasi penerus bangsa.

Ketiga, menyuarakan ketidaksetujuan akan LGBT di Indonesia dengan menyebarkan tulisan kontra LGBT di media cetak maupun elektronik.

Keempat, menguatkan pemahaman agama di lingkungan masyarakat.

Kelima, mendukung sikap tegas pemerintah mengenai pelarangan masalah ini.

Keenam, mengadakan pendekatan-pendekatan khusus kepada orang-orang yang terkena penyakit ini supaya kembali kepada fitrahnya.

Acara ikut dihadiri oleh Ketua Mahasiswa Indonesia di Pakistan (PPMI), ketua PCI-Muhammadiyah dan seluruh warga Nahdliyin di Pakistan ditutup oleh tausiah dari Rois Syuriah PCI-NU, H. Ikmal Toha.

“Berada jauh dari tanah air, bukan alasan untuk tidak dapat memberikan kontribusi bagi masalah yang dialami oleh bangsa,” tegasnya.

“Mencurahkan pemikiran untuk memberikan penerangan terhadap hal yang tidak sesuai dengan norma dan nilai agama adalah tugas kita semua,”  ujar Syuriah PCI-NU Pakistan.*/kiriman Ahmad Dzikri Alhikam (Pakistan)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bahtsul MasailhomoseksuallgbtNahdhatul UlamaNUPakistanPCI-NU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Warga Pakistan Menyemut Ikut Shalati Pembunuh Gubernur Punjab
Tulisan selanjutnya Apa Kabar Remaja Muslim Hari ini?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?