Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Nyai Heni Maryam Syafa’atin, Istri Mbah Maimun Zubair Tutup Usia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 September 2022 08:52 8:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 September 2022 08:55
Bagikan
Almarhum Kiai Maimun Zubair bersama Nyai Hj. Heni Maryam Syafa'atin
Bagikan

Hidayatullah.com—Berita duka kembali berhembus dari Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang Jawa Tengah. Kamis sore (01/09/2022) Nyai Hj. Heni Maryam Syafa’atin, istri tercinta dari Almarhum Kiai Maimun Zubair,  berpulang menghadap Allah Subhanahu Wata’ala.

“Iya, beliau wafat jam 4 tadi,” kata Putra Kiai Maimeon Zubair, KH Taj Yasin Maimoen membenarkan kabar duka melalui pesan singkat.

Ucapan bela sungkawa terus bertebaran di media masa. Mulai dari perorangan dan instansi, serta berbagai pondok pesantren yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Tak terkecuali yang di luar negeri, PCINU Mesir pun segera mengumumkan pelaksaan sholat ghaib berjamaah, dimotori segenap mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia yang digelar di Aula KH. Hasyim Asy’ari PCINU yang berada di Distrik Darbul Ahmar Cairo of Egypt.

Sementara terkait pemakaman dari permusyawarahan keluarga disepakati disemayamkan di samping pusara Gus Robah Ubab Maimun, cucu Mbah Maimun yang wafat pada Ahad, 12 Juli 2020.   “InsyaAllah dipun sareaken dalu niki, teng Maqbarah Pohama Al Anwar 2, sami kale Gus Robah”, dalam status WhatsApp Gus Ghofur Maimun Zubair.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Kisah perpiasan dengan sang suami

Bu Nyai Heni Maryam merupakan sosok perempuan bersahaja kelahiran 1958 asal Kudus. Ia telah mengabdiankan diri sebagai istri dengan penuh kasih sayang.

Terbukti selalu ikut serta mendampingi Mbah Maimun Zubair saat bepergian. Beliau juga yang mendampingi dalam kunjungan ke Mesir saat Mbah Maimun masih sehat.

Bahkan dalam pemberangkatan naik hajinya Mbah Maimun menjelang wafat. Bu Nyai dengan setia mendampingi Sang Kiai.

Ketika kita mereview kembali kenangan detik detik meninggalnya Mbah Maimun dalam pelaksaan Haji pada tanggal 5 Dzul Hijjah 1440 H yang bertepatan tanggal 6 Agustus 2019 yang lalu.  Diceritakan Bu Nyai Heni Maryam, hanya mampu memandang ribuan pelayat yang menghantar kepergian sosok suami yang dikenal dengan panggilan akrab Mbah Mun itu dari balik pagar pemakaman Ma’la, Makkah.

Sesekali, dengan ujung jilbabnya ia tampak mengusap matanya. Mungkin titik air mata tak kuasa ia tahan untuk keluar dari sepasang mata yang tersembunyi di balik kacamata hitam.

“Bu Nyai mendampingi almarhum sejak jam 03.00 pagi tadi, waktu Kiai dibawa ke RS,” ujar dokter yang selalu berada di samping Bu Nyai. Karena memang Mbah Mun Wafat menjelang beliau hendak melaksanakan sholat tahajud.

“Jam 04.00 pagi, saat kami menunggu di luar ruang rawat almarhum, tiba-tiba hujan di Kota Makkah. Kami semua gak tahu kok ya menangis semua. Bu Nyai juga. Mbah Kiai kepundut pukul 04.17,” imbuhnya.

Jadi tak heran bila Bu Nyai pun ingin melihat di mana terakhir kali belahan hatinya terakhir disemayamkan. Maka, di sinilah kami. Berada di bawah langit Makkah, di balik pagar pemakaman Ma’la.

Waktu terus bergulir makin siang. Beberapa kerabat mulai membujuk Bu Nyai untuk beranjak dari tempatnya.

“Sudah bisa pulang bu? Istirahat yuk di apartemen?,” bujuk salah satu kerabat.

“Sebentar, saya belum lihat,” tuturnya lirih.

Bu Nyai ternyata ingin melihat pusara Sang Kiai. Pandangannya terhalang oleh kerumunan orang yang masih memadati areal pemakaman.

“Bapak-bapak tolong minggir-minggir… Bu Nyai ada di sini, Bu Nyai ingin melihat. Tolong minggir,” teriak salah seorang santri yang juga berada di luar pagar Ma’la.

Kerumunan itu pun mulai bergeser. Tak lama, tampak sebidang tanah datar dengan dua batu sebagai penanda.

Di sana jasad Sang Kiai besar disemayamkan terakhir kali. Ya, kuburan di tanah Arab memang tak seperti di tanah air yang berupa gundukan disertai papan nisan saja.

Melihat itu airmata Bu Nyai makin deras. Tangannya kembali menengadah, lantunan doa makin keras ia ucapkan. Allahummaghfirlahu…

Bu Nyai berulang kali memohon ampunan bagi sang kekasih hati. Kini perpisahan yang membelenggu rindu, terbayar sudah.

Seraya kembali pada pangkuan Sang Maha Esa, berharap dipertemukan kembali dengan Sang Kiai, kekasih hati. Tersebab cinta yang diikat dengan pernikahan yang suci.

Semoga esok akan dipersatukan kembali mendampingi Sang Suami, menjadi Ratu Bidadari.*/kiriman Kurdi Arifin, mahasiswa Al-Azhar, Mesir

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kiai Maimun ZubairNyai Hj. Heni Maryam Syafa'atinPP Al Anwar Sarang Rembang Jawa Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Remaja Rohingya Meloloskan Diri dari Pembantaian Tula Toli
Tulisan selanjutnya Korea Selatan Menggandakan Tunjangan Bayi untuk Mendorong Pasangan Memiliki Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?