Hidayatullah.com– Musibah tsunami yang melanda Banten menyisakan tantangan yang tidak ringan bagi para relawan. Hal itulah yang dialami oleh relawan BMH dalam ekspedisinya membawa bantuan logistik menuju Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.
“Tim Peduli Bencana Nusantara BMH berangkat sejak Senin pagi pukul sembilan dan baru sampai ke lokasi di Desa Sumber Jaya tadi pagi pukul 07.30. Untuk perjalanan ke Kecamatan Sumur akses sampai pertigaan Sumur jalan cukup bagus. Hanya saja setelah pertigaan jalan cukup ekstrem, kondisinya berlubang, berbatu, serta licin, mengingat kondisi selalu hujan,” terang Korlap Relawan BMH di lokasi, Dhiyauddin.
Hasil assessment tim relawan menetapkan bahwa daerah Kecamatan Sumur merupakan titik terdampak paling parah dari musibah tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018.
Baca: Air Bakal Naik di Tanjung Lesung Pandeglang, Wartawan Diminta Mundur
Rumah warga banyak yang rusak tersapu tsunami dan tidak sedikit bangunan yang hancur diterjang gelombang. Pada saat yang sama daerah yang dekat dengan Ujung Kulon ini masih sangat minim bantuan.
“Oleh karena itu BMH dirikan posko di daerah Kecamatan Sumur ini. Setiba di Desa Sumber Jaya, tim langsung mendirikan Posko yang dilanjutkan dengan menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji, pakaian layak, dan selimut,” imbuh Dhiyauddin.
Kedatangan bantuan dari BMH bersama Tim SAR Hidayatullah tersebut tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para korban, terlebih bantuan ini sangat dibutuhkan oleh para warga. Mereka berharap BMH dapat terus memberikan bantuan agar semakin banyak warga yang tertolong.
“Lokasi kami sangat jauh jalannya juga tidak mudah, syukur Alhamdulillah telah datang BMH, kita sangat terbantu dan terima kasih telah bersusah payah untuk membantu kami. Semoga Allah berikan balasan terbaik bagi seluruh kaum Muslimin yang membantu kami melalui BMH,” tutur Ketua RT 15 Desa Sumber Jaya, Bapak Amad.* Kiriman Imam N