Hidayatullah.com–Pemerintah Saudi berencana untuk memperkenalkan sistem barcode untuk membantu para jamaah haji yang tersesat mengidentifikasi tenda-tenda mereka di Mina dengan bantuan peta Google.
“Sebuah teknologi telah dikembangkan untuk tujuan ini,” kata Muhammad Al-Ruwaished, ketua komite teknologi informasi di gerakan pramuka pusat dikutip Arab News.
Dia mengatakan organisasi-organisasi Tawafa untuk jamaah haji dari berbagai negara akan diminta untuk menggunakan teknologi untuk mengeluarkan barcode.
“Setiap jamaah akan diberi tali di pergelangan tangan yang mengandung barcode pribadinya dan jika ada jamaah yang tersesat, para petugas pramuka akan dapat membimbing mereka menggunakan barcode ini dengan mudah,” katanya.
Al-Ruwaished mengatakan jalan-jalan dan pintu-pintu masuk di di Mina, Arafat dan Muzdalifa sedang ditambahkan ke peta Google untuk membantu para jamaah haji mencetak peta ini dari mana saja di dunia.
Sementara itu, terkait dengan perkembangan ini, Eissa Rawwas, Wakil Menteri untuk urusan Haji Umrah Saudi, mengatakan mulai tahun depan sistem pintu masuk haji elektronik wajib diterapkan. Sistem ini akan dihubungkan dengan visa haji.
“Kami telah menerapkan fase pertama dari sistem ini pada tahun ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa fase berikutnya akan dimulai pada 1 Rabiul Awwal 1436 H (23 Desember 2014).
Dia mengatakan Kementrian Haji Saudi telah mengerahkan 1.500 karyawan untuk memastikan gerakan dari para jamaah haji dari tenda mereka ke Jamarat. Rawwas mengatakan, kementeriannya akan meminta semua organisasi Tawafa untuk menjaga 50 persen dari jamaah haji mereka untuk tetap berada di Mina pada 13 Dhul Hijjah di tahun-tahun mendatang untuk menghindari berdesak-desakan di mataf atau area thawaf mengelilingi Ka’bah.*