Hidayatullah.com–Seorang pemimpin kanan partai nasionalis Hindu India semalam mengancam akan melancarkan konfrontasi dengan warga Islam jika mereka gagal merebut tuntutan masjid Babri yang tengah dipertikaikan.
“Penduduk Islam patut menarik balik tuntutan mereka, jika tidak, penduduk Hindu terpaksa bertindak dengan cara apapun,” ancam Vinay Katiyar seperti dikutip The Associated Press. Katiyar adalah ketua Partai Bharatiya Janata (BJP) Uttar Pradesh, negeri paling kuat dan berpengaruh dari segi politik.
Ketika diminta menjelaskan perkara itu Katiyar mengatakan, “Kami bersedia berkonfrontasi, ” katanya.
Katiyar adalah seorang anggota parlemen BJP yang dituduh ikut menghasut kerusuhan yang menyebabkan Masjid Babri dihancurkan pada tahun 1992 di Uttar Pradesh.
Pemimpin Hindu selama ini mendakwa Masjid Babri dibangun di atas tapak kuil Hindu yang dihuni selama 7000 tahun lalu sebagai tanda tempat kelahiran dewa Rama.
Dakwaan mereka diperkuatkan minggu lalu saat catatan arkaeologis pemerintahan mengemukakan laporan hasil kajian bahwa wujud sebuah kuil Hindu di bawah tapak masjid tersebut.
Warga muslimin India mendakwa hasil kajian itu bermotif politik dan tetap berikrar akan tetap membangun sebuah masjid baru di tempat yang sengketakan itu.
Komoditas Politik
Partai Nasionalis Hindu (BJP) secara umum meraih suara pada 1999 selepas berjuang bersama VHP untuk membangun ratusan kuil di atas tanah masjid.
Masjid Babri dirobohkan para fundamentalis Hindu pada tahun 1992. Dan menjadi isu sengketa agama yang telah banyak mengorbankan ribuan warga Islam.
Beberapa pemimpin BJP, termasuk Wakil Perdana Menteri L K Advani bahkan pernah didakwa mahkamah khusus India karena dianggap menghasut kalangan fundamentalis dan perusuh Hindu untuk menghancurkan masjid itu.
Masjid Babri adalah salah satu tempat milik umat Islam India yang selama ini terus dijadikan alasan umat — Hindu yang kebanyakannya kini diketuai BJP termasuk menjadi menteri Kabinet India– untuk memusuhi mereka. Bulan Desember 1992, Masjid Babri dibakar dan runtuhkan oleh ratusan kelompok fundamentalis Hindu yang yang kemudian menyebabkan ribuan umat Islam dibunuh dan dibantai.
Pemerinta BJP yang mendapat kekuasaan pada tahun 1999, telah menggunakan agenda untuk dapat memusnahkan masjid untuk mendirikan kuil sebagai senjata utamanya menarik dukungan politik rakyat yang mayoritas beragama Hindu. (ap/hdc/cha)