Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dalam pernyataan pertamanya selepas serangan udara Israel ke atas Suriah mengatakan negaranya akan menyerang musuhnya di mana saja mereka berada.
Penjelasan Sharon dibuat dua hari selepas pesawat Israel mengebombaardir pangkalan wilayah negara Suriah sebagai bentuk balas dendam terhadap serangan bom di Haifa Sabtu lalu yang mengorbankan 19 orang.
“Israel tidak akan dihalangi untuk melindungi rakyatnya dan akan menyerang musuhnya di setiap tempat dan dengan setiap cara,” kata Sharon dalam sebuah pertemuan memperingati [asukan Israel yang mati dalam Perang di Timur Tengah 1973.
Selepas serangan berani mati itu, tiba-tiba Israel menuduh Suriah telah melindungi dan membiayai kelompok Jihad Islam serta menuduh Iran sebagai pendukung utama kumpulan itu.
Serangan Irael ke wilayah kedaulan Suriah setidaknya telah mencetuskan ketegangan baru sepanjang wilayah Israel dan Libanon. Semalam seorang anak Libanon dan seorang seorang Israel terbunuh dalam tindakan balasan.
Selepas serangan bom di Haifa yang menimbulkan 19 korban Yahudi yang maati, Israel membolehkan operasi militer dan serangan udara atas Suriah.
Ariel Sharon bahkan mengancam untuk melancarkan serangan dengan cara apapun terhadap negara-negara Arab yang menjadi musuh rejim Yahudi itu.
Dukungan Bush
Tak uruang tindakan Israel itu menimbulkan kecaman dan kemarahan dunia internasional.
Dalam pernyataannya, Presiden Suriah Bashar Al-Assad dalam sehubungan serangan Israel mengatakan, Tel Aviv telah mencoba menyeret Suriah dan semua negara Asia Barat supaya terlibat dalam satu konflik yang lebih besar di wilayah itu.
Meski tindakan Israel itu jelas mengancam keutuhan wilayah negara lain, Presiden As George W Bush semalam justru membenarkan tindakan Israel mengebom Suriah. Bush bahkan memberi lampu hijau kepada Kongres untuk memberikan melakukan embargo ekonomi terhadap Suriah.
“Saya menjelaskan kepada perdana menteri Israel seperti yang saya sudah lakukan, Israel mempunyai hak untuk mempertahankan dirinya, “kata Bush.
Seorang jurubicara Gedung Putih Richard Boucher ketika ditanya tindakan Israel mengatakan Israel mempunyai hak mempertahankan diri. “Israel mempunyai hak untuk mempertahankan diri dan kami akan melihat tindakan dilakukan untuk itu.”
Pasca jatuhnya Iraq di tangan AS dan sekutunya, Israel berusaha keras mencari alasan guna mempengaruhi AS dan dunia internasional untuk segera menjajah dan menghancurkan Iran dan Suriah dengan alasan terorisme dan senjata nuklir.
Namun bagaiamanapun, Suriah masih memainkan pengaruh besar di Lebanon sejak tenteranya campur tangan dalam perang saudara di negara itu pada 1976. (afp/cha)