Hidayatullah.com–Jumlah korban tewas ini merupakan kasus terbesar dalam satu insiden sejak Amerika Serikat (AS) menjajah Iraq bulan Maret tahun 2003 lalu. Pesawat AS itu membawa pasukan dari Divisi Marinir 1, dan jatuh karena cuaca buruk di dekat perbatasan Yordania, kata sumber di Pentagon ke BBC.
Musibah menimpa helikopter transportasi milik AS jenis CH-53 Chinook Super Stallion di timur Iraq . Heli itu terjatuh di dekat kota Rutbah dini hari sekitar pukul 01.20. Sedikitnya 31 marinir AS tewas di tempat kejadian dalam musibah itu.
Musibah itu langsung direaksi pemerintahan Presiden George Walker Bush. Gedung Putih menyatakan belasungkawa atas jatuhnya korban. “Kami sangat sedih setiap kehilangan tentara kami. Pikiran dan doa kami juga mengiringi keluarga yang ditinggalkan,” kata Jubir Gedung Putih Scott McClellan.
Tapi, dia belum bersedia mengonfirmasi berita kecelakaan itu. Menurut McClellan, informasi lengkap akan diberikan setelah penyelidikan tuntas. “Biarkan militer menyediakan informasi. Mereka masih menyelidiki kasus ini,” tuturnya.
Bulan lalu 22 orang termausk 14 tentara Amerika tewas ketika sebuah bom meledak di sebuah markas militer di Mosul.
Helikopter itu jatuh pukul 0120 waktu setempat dekat kota Rutbah. Tim pencari dan pertolongan kemudian dikirim ke wilayah itu.
Pihak militer AS memerlukan beberapa jam sebelum memberikan rincian mengenai berbagai dugaan penyebab kecelakaan ataupun jumlah korban.
Kecelakaan helikopter seringkali terjadi di Iraq ini yang menewaskan banyak tentara Amerika. Tanggal 15 November 2003, 17 tentara AS tewas ketika dua Black Hawks bertabrakan.
Dua minggu sebelumnya sebuah Chinook ditembak jatuh dekat Falluja dan menewaskan 16 tentara Amerika. (bbc/ap/afp/cha)