Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Geliat Perempuan Somaliland

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 April 2005 14:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di negara pecahan Somali masih terlihat bekas-bekas perang dan selama perang saudara, perempuan yang banyak berperan dalam masyarakat Muslim Somali yang didominasi pria ini. Meningkatnya peran wanita itu bisa dirasakan langsung di ibukota Hargeisa.

Di salah satu pusat perbelanjaan di Hargeisa, seorang ibu menegaskan bahwa toko yang dia jaga adalah miliknya. "Saya punya toko ini dan sayalah yang memberi nafkah pada keluarga, jadi kalau suami saya atau salah seorang dari kami tidak bekerja, maka yang lainnya harus mendukung keluarga," katanya.

Dua puluh tahun lalu, amat sulit menemukan perempuan di dalam masyarakat Islam Somalia yang didominasi kaum pria.

Perempuan, antara lain, tidak ikut dalam pengambilan keputusan, seperti dijelaskan Suad Ibrahim, seorang peneliti di Akademi Perdamaian Somaliland.

"Selalu laki-laki yang mengambil keputusan. Tradisinya adalah perempuan diminta pendapatnya namun di belakang layar," tambah Suad.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Makin meningkat

Jika keluarga punya enam atau lima anak, maka ayah atau ibu akan lebih cenderung memilih anak laki-laki yang ke sekolah

Perempuan juga di-nomorduakan dalam pendidikan, apalagi jika satu keluarga besar harus memilih untuk menyekolahkan anak laki-laki atau perempuan.

Menurut Amiran Ali, seorang pegiat dari Komite Perempuan Somaliland, anak laki-laki selalu diproritaskan.

"Jika keluarga punya enam anak atau lima anak, maka ayah atau ibu akan lebih cenderung memilih anak laki-laki yang ke sekolah."

Walaupun tanpa pendidikan, dan kesempatan yang lebih kecil dalam keputusan, semakin banyak saja kaum wanita yang menjadi pemberi nafkah utama keluarga.

Di masa paska perang Somaliland, kata Worris Husseini, seorang dosen ekonomi di Universitas Hargeisa, tidak ada masalah kalau perempuan yang menjadi sumber nafkah utama.

"Dalam kenyataannya itu masalah yang mudah. Bukan seperti yang dipikirkan orang tentang negara Muslim, yang membuat perempuan lebih rendah. Itu tidak benar, dan cuma media saja yang melaporkan seperti itu."

Belum sepenuhnya

Masyarakat Somali, di Somalia dan Somaliland, kebanyakan didominasi pria. Di Universitas Hargeisa, kini mahasiswa perempuan bisa ditemukan dimana-mana, padahal 20 tahun lalu hanya segelintir saja.

Seorang mahasiswa perempuan mengatakan bahwa kini mereka bukan hanya mendapat pelajaran yang sama, tapi juga berpeluang untuk mengejar karir yang sama.

Dan peran perempuan yang semakin besar ini membuat masyarakat Somaliland mau tidak mau harus menerima kenyataan, kata Abdullahi Sheikh Hassan, salah seorang anggota Dewan Sesepuh Adat yang berpengaruh.

"Masyarakat kami mulai menyadari bawha selama perang yang berkepanjangan, perempuan yang menjadi kekuatan masyarakat," tuturnya.

"Merekalah yang memberi makanan, merekalah yang bersama anak-anak dan mereka jugalah yang membantu dan bekerja di rumah sakit mengobati yang terluka. Mereka menjadi bagian utama dari masyarakat," tambah Sheikh Hassan.

Memang bidang politik tampaknya masih belum sepenuhnya tersentuh reformasi persamaan hak, namun itu soal waktu saja.

Bahkan saat ini perempuan sudah mendapat kesempatan untuk ikut mencalonkan diri dalam pemilihan umum.

Masyarakat kami mulai menyadari bawha selama perang yang berkepanjangan, perempuan yang menjadi kekuatan masyarakat

Namun tantangan masih tetap ada, kata Abdi Attlee dari Akademi Perdamaian Somaliland. "Ada tantangan dan bagi pria yang mndominasi posisi ini, ada seruan agar sistemnya jangan memberikan kesempatan kepada perempuan, posisi-posisi yang diorganisir oleh pria," kata Abdi Atlee.

Akhir tahun ini, pemilihan parlemen akan digelar dan perempuan dibolehkan untuk ikut serta. Tapi kaum perempuan Somaliand sudah melihat lebih jauh lagi, yaitu mengirim perwakilan ke Dewan Sesepuh Adat Somaliland.

Tentu perjalanan masih jauh, tapi di abad 21, perempuan Somaliland semakin menegaskan peran mereka yang tidak bisa dibatasi lagi. (bbc)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fraksi PKS minta Palestina jadi isu mendasar KTT AA
Tulisan selanjutnya 139 Ribu Israel Mengalami Gangguan Jiwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?